artawijaya
  • Artawijaya akan Luncurkan Buku 'Belajar dari Partai Masjumi'

    26 Feb 2014 17:06

    Kesederhanaan, kesantunan, dan keteguhan dalam memegang prinsip dari para tokoh Partai Masjumi bisa menjadi teladan bagi para aktifis Islam yang berjuang di lapangan politik.

  • Bedah Buku INDONESIA TANPA LIBERAL

    26 Jul 2012 22:43

    Pustaka Al-Kautsar bekerjasama dengan Toko Buku Walisongo, Kwitang, Jakarta Pusat, mengundang bapak/ibu/sdr/i untuk hadir dalam acara bedah buku: #INDONESIA TANPA LIBERAL Membongkar Misi Asing dalam Subversif Politik dan Agama

  • Kartini Tak Ada Apa-apanya Dibanding Tokoh Pejuang Wanita Islam

    02 Mei 2012 12:22

    Jakarta (SI ONLINE) - Kartini. Namanya demikian terkenal, sampai-sampai tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini. Padahal jika dibandingkan dengan sejumlah tokoh wanita Islam lainnya, seperti Rahmah el Yunusiah, Cut Nyak Dien, HR Rasuna Said, dan Dewi Sartika, kontribusi Kartini untuk perjuangan wanita, terutama wanita Islam, tidaklah seberapa.

  • Keyakinan Kartini dalam Sorotan

    30 Apr 2012 20:58

    Bagaimana sesungguhnya keyakinan Kartini soal agama, Tuhan, dan kemanusiaan? Bukankah ada keterangan yang menyatakan bahwa ia telah rujuk untuk mempelajari Islam yang sesungguhnya? Tulisan ini akan mengupas pertanyaan-pertanyaan tersebut secara lebih mendalam.

  • Gerakan Theosofi dan Kaum Adat di Minangkabau

    03 Aug 2011 16:26

    Gerakan Theosofi tak hanya ada di Tanah Jawa. Di Minangkabau, Sumatera Barat, organisasi kebatinan Yahudi ini juga memiliki banyak pengikut. Terutama mereka yang dididik di sekolah-sekolah milik pemerintah kolonial

  • Freemason di Balik Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah

    20 Jul 2011 16:29

    Antek-antek Freemason berada di balik runtuhnya Khilafah Utsmaniyah di Turki. Mereka sukses menjadikan Turki sebagai negara sekular yang anti Islam di bawah sang Mason, Mustafa Kemal At-Taturk.

  • Theosofi-Freemason dan Penghinaan Terhadap Islam (Bag. 4-Tamat)

    04 Jul 2011 16:32

    Sebagai perkumpulan kebatinan yang meyakini bahwa Tuhan punya banyak nama, dan masing-masing agama hanyalah berbeda dalam memberi nama pada tuhannya, maka penganut Theosofi yang mengaku beragama Islam

  • Theosofi-Freemason dan Penghinaan Terhadap Islam (Bag. 3)

    21 Jun 2011 16:36

    Para aktivis nasionalis sekular, terutama mereka yang aktif dalam organisasi Theosofi dan Freemason berusaha menjauhkan peran agama, khususnya Islam, dalam sistem pemerintahan. Negara tak perlu diatur oleh agama, cukup dengan nalar dan moral manusia.

  • Theosofi-Freemason dan Penghinaan Terhadap Islam (Bag.1)

    25 Mei 2011 16:39

    Selain ajaran Theosofi yang merusak akidah Islam, para aktivis Theosofi di Indonesia pada masa lalu banyak terlibat dalam berbagai aksi pelecehan terhadap ajaran Islam.

  • Doktrin Pluralisme Agama JIL dan Theosofi (Bag. 3-Tamat)

    20 Apr 2011 05:17

    altArtawijaya
    Kontributor Suara Islam Online

    Awalnya, baik JIL ataupun Theosofi menganggap semua agama sama. Ujungnya, tak beragama pun tak mengapa, asalkan berbuat kebaikan, menebar kasih sayang,menolong sesama, dan mengabdi pada kemanusiaan. Paham pluralisme agama berujung pada sikap netral agama, laa diniyah!

    Ulil Abshar Abdalla berkirim surat elektronik kepada koleganya sesama pengusung paham sepilis, Hamid Basyaib. Dalam surat

  • Doktrin Pluralisme Agama JIL dan Theosofi (Bag.2)

    04 Apr 2011 07:28

    altArtawijaya
    Kontributor Suara Islam Online

    Bagi JIL dan Theosofi, perbedaan antara Islam dan agama-agama lainnya hanya pada aspek lahiriah saja (eksoteris), namun sama dalam aspek batiniah (esoteris). Jika Islam beribadah dengan shalat ke masjid setiap hari, maka Kristen beribadah ke gereja seminggu sekali.Perbedaannya hanya pada aspek itu saja. Mereka mengatakan, “banyak jalan” menuju Tuhan.

    Pada tulisan sebelumnya dijelaskan bahwa Theosofi adalah organisasi kebatinan yang didirikan oleh para Yahudi dan aktivis Freemasonry, yaitu: Helena Petrovna Blvatsky, Henry Steel Olcott, William Quan Judge, Dr Annie Besant, dan Charles Webster Leadbeater. Mereka adalah orang-orang yang bergiat dalam diskusi-diskusi mengenai okultisme, ancient wisdom (kearifan kuno), dan doktin-doktrin kabbalah. Mereka kemudian mendirikan the Theosophical Society (Masyarakat Theosofi) pada tahun 1875 di New York, Amerika Serikat.

    Apa itu organisasi Theosofi? Dalam situs www.theosofi-indonesia.com, dijelaskan, “Theosofi adalah sebuah badan kebenaran yang merupakan dasar dari semua agama, yang tidak dapat dimiliki dan dimonopoli oleh agama atau kepercayaan manapun. Theosofi menawarkan sebuah filsafat yang membuat kehidupan menjadi dapat dimengerti, dan Theosofi menunjukkan bahwa keadilan dan cinta-kasihlah yang membimbing evolusi kehidupan.”

    Dari penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa, Theosofi menganggap bahwa kebenaran adalah dasar semua agama yang tidak bisa dimonopoli oleh agama atau kepercayaan apapun. Dengan kata lain, tidak boleh ada satu agama manapun yang merasa keyakinannya paling benar. Semua agama, selama membawa kebenaran dan kebaikan, menurut Theosofi pada hakikatnya sama. Kebenaran yang dimaksud oleh Theosofi adalah kesatuan hidup menuju pada Yang Satu, sedangkan kebaikan adalah wujud dari pengabdian kepada kemanusiaan. Theosofi berkeyakinan, “There is no religion higher than truth” (Tidak ada agama yang lebih tinggi daripada kebenaran).

    Pada Midden Java Congress, 26 Desember 1929, tokoh Theosofi Go Yau Tjioe berpidato menjelaskan tentang kewajiban dan pokok-pokok ajaran Theosofi. Ada tiga pokok ajaran Theosofi yang disampaikan dalam kongres tersebut, yaitu:Pertama, Theosofi meneguhkan persaudaraan umat manusia, zonder (tanpa) membandingkan agama-agama, bangsa, warna kulit, dan jenis laki-laki atau perempuann. Kedua, Theosofi membandingkan agama-agama dan menjaring segala agama-agama. Ketiga, Theosofi mencari gaibnya Tuhan di dalam manusia. Majalah PTTI (Pengurus Theosofi Tjabang Indonesia) yang terbit di Blavatsky Park, Batavia, No.26, Desember-Januari 1954 menegaskan, “Theosofi berusaha memajukan persaudaraan dan mengabdi kepada kemanusiaan.”


    Sebelumnya, Majalah Theosofi Boeat Indonesia, No.2 Februari 1930, propaganda doktrin Theosofi mengenai pluralisme juga sangat jelas diungkapkan. Majalah itu menulis, “Semua (umat beragama) itu “ingsun kita”, semua perbuatan baik datangnya ke SATU TEMPAT…yang menciptakan barang yang ada itu dinamakan Allah, Tuhan, dan ada lagi nama-nama apa saja yang orang mau sebutkan.” (hal.22 dan 34). Dr Annie Besant, tokoh Theosofi dan anggota Order the East Star (Ordo Bintang Timur) menyatakan,”Dasar persaudaraan yang universal adalah kasih sayang. Kita adalah “sedulur tunggal Bapa” Bapa kita adalah Tuhan yang Satu, dan Tuhan adalah kasih. Tuhan tidak berhingga.”

    Bagaimana dengan Jaringan Islam Liberal (JIL), lembaga yang sering disebut sebagai “peneror” akidah umat Islam? Dalam sebuah wawancara dengan Ulil Abshar Abdalla, yang kemudian dimuat di

  • Zionisme dan Propaganda Adu Domba

    05 Feb 2011 08:10

    altArtawijaya
    Kontributor Suara Islam Online

    Pecah belah dan kuasai (divided and conquered) adalah program zionisme dalam menaklukkan negeri-negeri Muslim. Termasuk di Indonesia, lewat para pengasong virus “Sepilis” yang saat ini mulai ‘epi order' dan kembali menebar fitnah.