NII
  • Pemerintah Tunisia Minta Pengadilan Militer Larang HT

    09 Sep 2016 14:56

    Tunis (SI Online) - Pemerintah Tunisia telah meminta pengadilan militer untuk melarang gerakan Islam Hizbut Tahrir (HT).

  • Mengapa Gafatar Terus Eksis?

    09 Feb 2016 10:35

    Kasus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) belum usai, kini ditambah dengan laporan Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh, Nasir Zalba SE yang mengatakan pihaknya saat ini sedang menelusuri satu organisasi di Aceh, yang ditengarai mirip dengan Gafatar.

  • Inilah Fatwa MUI tentang Aliran Gafatar

    04 Feb 2016 06:52

    Aliran GAFATAR adalah sesat dan menyesatkan, karena merupakan metamorfosis dari aliran al-Qiyadah al-Islamiyah yang sudah difatwakan sesat melalui Fatwa MUI Nomor 04 Tahun 2007

  • Fahmi, Menkopolkam Gafatar Ternyata Adik Kandung Ketua PWNU Kalbar

    03 Feb 2016 16:38

    Pontianak (SI Online) - Ada fakta mencengangkan dari kasus Gafatar di Kalimantan Barat. Koordinator DPD Gafatar Kalimantan Barat ternyata dijabat oleh Fahmi, adik Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie.

  • MUI Serukan Pengikut Gafatar Bertobat dan Kembali kepada Islam

    03 Feb 2016 15:10

    Jakarta (SI Online) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa sesatnya organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Selain dihukumi sesat dan menyesatkan, MUI juga menyatakan bila pengikut Gafatar telah keluar dari Islam alias murtad.

  • Fatwa Sesat Gafatar tidak Salah Alamat, KH Makruf Amin: Semua Menunggu Fatwa MUI

    03 Feb 2016 14:38

    Jakarta (SI Online) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menolak tudingan bekas Ketua Umum Gafatar Mahful Tumanurung yang menyebut bila fatwa MUI tentang sesatnya Gafatar salah alamat.

  • Fatwa MUI: Gafatar Sesat dan Menyesatkan

    03 Feb 2016 13:54

    Jakarta (SI Online) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya mengeluarkan fatwa terkait aliran atau organiasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). MUI menyatakan aliran Gafatar adalah sesat sekaligus menyesatkan.

  • Oplosan Kristen dalam Doktrin Gafatar

    31 Jan 2016 05:49

    Umat Islam Indonesia digemparkan oleh sekte sesat berkedok ormas Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Dua aspek yang membuat gempar adalah doktrin menyimpang dan banyaknya anggota keluarga Muslim yang tiba-tiba menghilang setelah bergabung dengan sekte Gafatar.

  • Hai Amerika, Tinggalkan Ladang-Ladang Minyak di Irak !

    27 Sep 2014 09:40

    Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake, menulis di Kompas, Sabtu (27/9). Ia mengajak Indonesia bersama-sama Amerika untuk melawan NIIS (ISIS). Blake lupa bahwa supporter gerilyawan Muslim ISIS di Indonesia, tidak melakukan kegiatan kriminal di Indonesia. Kebanyakan kaum Muslim Indonesia diam-diam tahu bahwa ISIS musuh Amerika bukan Indonesia.

  • Upaya MUI Garut Dakwahi Pengikut Nabi Palsu

    31 Okt 2013 10:59

    Garut (SI Online) - Untuk kesekian kalinya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut menggelar pertemuan dengan kelompok DI Fillah/NII pimpinan Wowo Wahyudin di Kampung Batukarut, desa Purbayani, kecamatan Caringin, Garut, Jawa Barat pada Rabu (30/11/2013).

  • Munculnya NII KW IX Rekayasa Intelijen

    19 Des 2012 00:10

    Jakarta (SI ONLINE) - Salah satu bekas pejabat di struktur NII KW IX, Imam Shalahuddin, mengakui organisasi NII yang dipimpin AS Panji Gumilang itu sangatlah rapi.

  • Peneliti: Ma'had Al-Zaytun Mengarah Pada Pluralisme Bukan Negara Islam

    18 Des 2012 23:15

    Jakarta (SI ONLINE) - Doktor Asep Zaenal Ausop, peneliti tentang gerakan NII KW IX dan Ma'had Al-Zaytun punya penilaian sendiri terhadap pesantren yang dipimpin AS Panji Gumilang itu.

  • Hari Terakhir Kartosoewirjo: Wafat, Lima Peluru Menembus Bagian Kiri Dada

    22 Sep 2012 16:16

    Sesaat setelah lima peluru melesat menembus bagian kiri dada. Komandan regu tembak memberi tambahan satu tembakan jarak sangat dekat, menyegerakan wafat. Kepala terkulai dokter tentara memeriksa dan mematikan terekskusi yang terikat di papan, telah tewas.

  • Panji Gumilang Terancam 8 Tahun Bui

    04 Nov 2011 08:30

    Indramayu (SI ONLINE) - Pimpinan pondok pesantrean Al-Zaytun, Panji Gumilang terancam hukuman maksimal delapan tahun penjara.

  • Massa NII KW 9 Demo Mabes Polri

    14 Jul 2011 05:51

    altJakarta (SI ONLINE) - Massa pendukung Panji Gumilang dari Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) melakukan aksi long march dari Parkir Timur Senayan menuju Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Di dalam aksinya, mereka menuntut pembebasan Panji Gumilang.

  • Dua Lagi Anggota NII Jateng Ditangkap

    27 Mei 2011 14:20

    altJakarta (SI ONLINE) - Kepolisian Daerah Jawa Tengah kembali menangkap dua orang anggota NII di wilayah Unggaran, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/5/2011).

  • Gubernur NII Jawa Tengah Ditangkap!

    24 Mei 2011 13:49

    altJakarta (SI ONLINE) - Tim gabungan Mabes Polri, Polda Jawa Tengah dan Polda Jawa Barat menangkap enam orang yang diduga anggota Negara Islam Indonesia (NII) di sebuah rumah di daerah Ungaran, Semarang, Jawa Tengah pada Senin sore (23/5/2011), salah satu diantaranya adalah Gubernur NII Jawa Tengah.

  • Pat Gulipat Al Zaytun

    23 Mei 2011 07:22

    altDinilai bagian dari makar NII, tapi tak tersentuh. Setiap rejim penguasa berkepentingan memeliharanya.

    ‘’Itu semua bohong!’’ seru Ming-Ming Sari Nuryanti menampik pemberitaan (Metro TV, Media Indonesia, dan situs-situs internet) yang mengaitkan dirinya dengan NII (Negara Islam Indonesia). Dalam surat klarifikasinya yang panjang yang dimuat situs arrahmah.com, Ming-Ming menjelaskan kepergian dia bersama adik-adiknya dari rumah keluarga sejak 2008 akibat diusir orangtua mereka, Saepudin alias Ujang, dan Supiati.

    Sebelumnya, media massa mem-blow up bahwa Rohani Nurfitri (12) disekap, dihipnotis, dan dicuci otaknya oleh kelompok radikal NII. Tapi kisah adiknya ini, menurut Ming-Ming, hanyalah rekayasa orangtua dan orang-orang di belakang Rohani.

    Demi meluruskan fitnah, Ming-Ming mengaku terpaksa membeberkan kekejaman orangtua mereka sendiri terhadap anak-anaknya yang membuat mereka kabur.

    Kisah Ming-Ming bagian dari pemberitaan yang masif dan eksesif tentang NII. Heboh soal kelompok ini berawal dari Laela Febriani (26) alias Lian, staf di Kementerian Perhubungan yang diberitakan hilang pada Kamis (7/4/2011). Lian ditemukan petugas Keamanan Masjid At Ta’awun Puncak Bogor pada Jum’at (8/4/2011). Saat itu kondisinya lemas dan bingung. Konon ia jadi korban “pencucian otak” NII.

    Menurut Ken Setiawan, aktivis NII Crisis Center, gerakan brain-washing NII rapi dan terorganisir. Misalnya pada 2000-2002, mampu memobilisasi banyak pembantu rumah tangga untuk mencuri di rumah majikannya. Hasilnya disetor ke NII.

    Di Malang, Jawa Timur, 15 mahasiswa jadi korban cuci otak NII. Mereka kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang sebanyak 13 orang, dan di Universitas Brawijaya dua orang.

    Pada 5 Oktober 2002, Tim Peneliti MUI menyimpulkan adanya indikasi kuat relasi antara Ponpes Al Zaytun Indramayu dengan organisasi NII KW (Komandemen Wilayah) IX. Hubungan tersebut bersifat historis, finansial, dan kepemimpinan.

    Doktrin ajaran NII KW IX disebut Mabadi Tsalasah (tiga prinsip dasar). Salah satunya, mengkafirkan umat di luar kelompok mereka. Konsekuensinya, darah dan harta umat di luar kelompok mereka dianggap halal. Maka sah-sah saja melakukan tipu daya, berbohong, dan mengambil harta ‘’kaum kafir’’ itu.

    Menurut NII Crisis Center, penyimpangan dalam masalah aqidah dan syariat NII antara lain: Menafsirkan al Qur’an sesuai dengan kepentingan organisasi, Membagi shalat menjadi dua, shalat ritual dan shalat universal, Mengubah zakat jadi harakah Ramadhan dan harakah Qurban, Melaksanakan haji ke ibu kota negara (yaitu Indramayu Jabar), Menghalalkan segala cara untuk meraih target.

    Konon, kader-kader NII berhasil membangun relasi dan melakukan infiltrasi termasuk ke partai politik. Mantan Menteri Peningkatan Produksi NII KW IX, Imam Supriyanto, menyebutkan banyak kader NII KW IX masuk ke partai politik seperti Partai Demokrat, Partai Golkar dan lain-lain. Salah satunya putra Pandji Gumilang yang saat ini anggota DPRD Indramayu dari Partai Golkar.

    Kader NII juga berlabuh ke Partai Republikan pada tahun 1998. "Saat itu kan partai sedang mencari calon anggota legislatif," kata Imam saat bertemu Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Senayan, Jakarta, Senin (2/5/2011).

    Imam juga mengungkapkan kedekatan Hilmi Aminuddin, Ketua Majlis Syuro PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dengan NII. Hilmi adalah putra Danu Muhammad Hasan, Panglima Militer DI/TII bentukan Kartosuwiryo. Waktu itu, Danu bertugas di daerah operasi di Pantura seperti Cirebon dan Indramayu. PKS disebutnya sebagai ekspresi politik NII.

    Imam yang masuk NII KW IX sejak 1997-2007 menyebutkan, masuknya kader NII ke sejumlah parpol memiliki target akhir berupaya melakukan perubahan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Targetnya ideologi, ending-nya perubahan konstitusi," cetusnya.

    Menurut MUI, NII adalah bentuk makar terhadap NKRI. Pengaduan korban, kesaksian mantan anggotanya, dan hasil penelitian Balitbang Depag (Februari 2004), MUI (5 Oktober 2002) serta temuan Intelkam Mabes Polri, sudah lebih dari cukup untuk menindaknya.

    Musykilnya, NII KW IX tak diutak-atik sampai sekarang. Bahkan senantiasa mesra dengan rejim demi rejim penguasa. Peneliti Sejarah NII Solahuddin dalam dialog ‘’Polemik NII dan Radikalisme’’ di Jakarta, Sabtu (30/4), mengungkapkan, NII KW IX eksis karena dipelihara elite penguasa.

    Ia mencontohkan, di kompleks Al Zaytun ada Gedung HM Soeharto, mantan Presiden RI. Keluarga Cendana pun banyak menyumbang ke ponpes yang dipimpin AS Panji Gumilang, yang disebutnya pemimpin NII KW IX. "Kalau gak salah untuk bangunan itu sekitar 5 miliar," ujar Solahuddin.

    Ia juga mengungkapkan bantuan Wiranto pada Al Zaytun, untuk memenangi suara di sana dalam pemilihan presiden lalu. "Agak aneh kalau kita lihat saat itu 25 ribu suara Al Zaytun dialihkan pada 1 kandidat saja," ujar Solahuddin.

    Imam Supriyanto pun membeberkan kedekatan elite Partai Demokrat dengan Al Zaytun. Ketua Umum, Sekjen, beserta petinggi Partai Demokrat mendatangi Ponpes Al Zaytun, Indramayu, beberapa waktu lalu. Mereka menyumbang dana US$ 10 ribu.

    Mantan pengikut NII KW IX, Al Chaidar, membenarkan bahwa kader NII masuk ke sejumlah partai politik. Menurutnya, target utama dari kader NII itu mendirikan partai politik sendiri. "Namun sebelum terbentuk partai politik, mereka masuk ke parpol yang ada," ungkapnya.

    Namun, Al Chaidar menolak klaim bahwa politik kader NII bermaksud mengubah konstitusi Negara menjadi Konstitusi NII. "Itu bohongan saja, nonsens. Justru adanya NII KW 9, supaya kapok tidak membicarakan Negara Islam Indonesia," tandasnya.

    Menurut Sekjen FUI (Forum Umat Islam), Muhammad Al Khaththath, segenap isu buruk tentang NII baik yang nyata maupun manipulatif seperti kasus Ming-Ming, pada akhirnya memang dimaksudkan untuk menebar alergi, ketakutan, dan permusuhan masyarakat terhadap konsep Negara Daulah Khilafah Islam. ‘’Bukan pada organisasi NII itu sendiri, makanya dia aman-aman saja.’’

    Selain itu, ekspos NII juga akan dijadikan dalih bagi lolosnya UU Intelijen yang represif terhadap aktivis Islam. ‘’Jadi isu NII ini memperkuat isu bom buku, bom Cirebon, dan berbagai isu ‘terorisme’ lain yang menimbulkan kesan seolah-olah Indonesia sudah jadi fear-nation. Kondisi ini lalu dijadikan dalih pembenar untuk mengegolkan UU Intelijen,’’ tutur Al Khaththath.

    Sebelumnya, Menhan Purnomo Yoesgiantoro menyatakan pemerintah kesulitan menangani NII karena belum ada payung hukum kuat. Ia beralasan Indonesia belum punya UU Keamanan Nasional dan UU Intelijen yang masih banyak ditentang elemen masyarakat karena dianggap represif.

    Dalih serupa juga dikobarkan mantan Kepala Bakin AM Hendropriyono yang pernah menyerbu dan menghabisi Jamaah Warsidi di Lampung tahun 1989.
    (nurbowo)

    Box:

    License to Kill More

    Selain berambisi mengegolkan UU Keamanan Negara dan UU Intelijen, rejim SBY juga mendesakkan Rancangan Perubahan UU Pemberantasan Terorisme No 15/2003.

    Menurut LSM Imparsial, RUU tersebut mengandung 8 potensi represif yang meliputi perluasan definisi teror, penguatan kewenangan rejim, perpanjangan masa penangkapan dan penahanan.

    Padahal, UU no 15/2003 itu sendiri masih banyak masalah. Dampaknya antara lain, sepanjang 2004-2009 telah terjadi 36 kasus salah tangkap atas orang yang dicurigai sebagai ‘’teroris’’.

    Mantan Koordinator Kontras, mendiang Munir, pernah mengemukakan, sepanjang 2004 telah terjadi 20 kasus yang disebut inforce impolitery the spirit (pemaksaan dan penghilangan orang). Munir ketika itu memperingatkan, prosedur penangkapan ala koboi sangat rawan dengan pelanggaran HAM oleh aparat polisi. Polisi seperti mengantongi cek kosong berupa license to kill.

    Menurut Indonesia Police Watch (IPW), sejak 2000 hingga 2009, sudah 44 orang dibantai polisi dengan tuduhan teroris. IPW mendesak Polri untuk menghentikan aksi main tembak mati para tersangka terorisme hanya dengan alasan melawan polisi.

    Pada 24 Juni 2009, Amnesti Internasional merilis dokumen setebal 89 halaman berjudul Urusan Yang Tak Selesai: Pertanggungjawaban Kepolisian di Indonesia. Inti laporan dokumen ini adalah kepolisian Indonesia melakukan penyiksaan, pemerasan, dan kekerasan seksual terhadap tersangka. Amnesti bahkan menyebut perilaku buruk ini sebagai sebuah culture dalam pelanggaran hukum pada 2008 dan 2009. (nb)

  • Ansyaad Mbai: Panji Gumilang Pemimpin NII KW IX

    20 Mei 2011 01:41

    altJakarta (SI ONLINE) - Tuntutan terhadap sikap tegas pemerintah agar menuntaskan persoalan Negara Islam Indonesia (NII) terus berkembang. Anggota Komisi VIII DPR RI dibuat tercengang, dengan pengakuan blak-blakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai. Dia menyebutkan Panji Gumilang memiliki posisi utama di NII.

  • Komisi VIII Sesalkan Kunjungan Menteri Agama ke Al-Zaytun

    20 Mei 2011 01:39

    altJakarta (SI ONLINE) - Komisi VIII DPR RI melalui ketuanya, Abdul Kadir Karding mencecar Menteri Agama, Suryadarma Ali, terkait dengan kunjungannya ke pondok pesantren Al-Zaytun belum lama ini. Sesi tanya jawab berlangsung selama rapat kerja antara Kemenag dengan Komisi VIII DPR RI dan diikuti pula oleh Badan Nasional Penanggulanggan Terorisme (BNPT), Rabu (18/5), di Jakarta.