• Jadikan NKRI Bersyariah Agar Aparat Lebih Sigap Tangkal Bahaya Maksiat
  • Rugi Besar Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel
  • Promotor Konser Lady Gaga Cari Duit Buat Bayar Hutang?
  • Tolak Lady Gaga, GUMAM Temui Divhumas Mabes Polri
  • FUI Ajak Masyarakat Persiapkan Aksi Sejuta Umat Tolak Lady Gaga
  • Newsticker

    Utusan Khusus Presiden Obama Tanyakan Gereja Yasmin

    Abdul Halim | Selasa, 21 Februari 2012 | 16:51:10 WIB | Hits: 1628 | 1 Komentar
    Share |

    Jakarta (SI ONLINE) - Ternyata kabar mengenai GKI Yasmin di Bogor sudah sampai ke Presiden Barrack Obama di White House, Washington, AS.  Hal itu menunjukkan Pimpinan Gerombolan GKI Yasmin memang sengaja menginternasionalisasi kasus yang sebenarnya hanya level lokal Kota Bogor tersebut.

    Terbukti Utusan Khususnya untuk Dunia Islam (Special Envoy for Islamic World), Rashad Hussein, ketika berkunjung ke Kementerian Agama dan ditemui Menteri Agama Suryadharma Ali, diantaranya menanyakan kasus Gereja Ilegal tersebut.

    “Memang  ketika tadi bertemu saya, Utusan Khusus Presiden AS Barrack Obama untuk Dunia Islam, Mr Rashad Hussein, sempat menanyakan mengenai kasus Gereja Yasmin di Bogor,” ungkap Menag Suryadharma Ali, Senin (20/2/2012) di Kemenag, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut Suryadharma Ali didampingi Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, sementara Rashad Hussein didampingi Dubes AS Scot A Marciel dan Political Officer US Embassy, Eric Jordan.

    Kepada Rashad Hussein, Suryadharma Ali menjelaskan persoalan GKI Yasmin adalah masalah perijinan mendirikan bangunan, bukan masalah keagamaan apalagi tempat ibadah.    

    “Saya menjelaskan bahwa itu bukan persoalan agama, bukan juga persoalan antar umat beragama, tapi itu persoalan izin mendirikan bangunan. Sedangkan izin mendirikan bangunan berlaku untuk semua jenis gedung, apakah itu untuk gedung sekolah, gedung bisnis, termasuk rumah ibadah,” ujarnya.

    Menurut Suryadharma Ali, peraturan di Indonesia untuk pembangunan rumah ibadah harus mendapat izin dari tetangga yang berada di sekitar rumah ibadah yang akan dibangun. Jika tidak maka tidak bisa dibangun.

    “Jadi selama izin tidak diberikan oleh tetangga sekitarnya, maka selama itu pula izin tidak bisa diberikan pemerintah untuk membangun rumah ibadah tersebut,” jelas Menag Suryadharma Ali. Dikatakannya, izin untuk membangun rumah ibadah itu dikeluarkan oleh Walikota atau Bupati, bukan Menteri Agama.

    Mengenai tanggapan Rashad Hussein, Menag Suryadharma Ali mengakui Utusan Khusus Presiden Obama yang beragama Islam dan ayahnya berasal dari India itu merasa puas bahkan cemburu mengenai kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia yang berbeda dengan AS.

    “Alhamdulillah, Mr Rashad Hussein merasa puas dengan penjelasan saya seperti itu. Bahkan dia merasa cemburu dengan kehidupan beragama di Indonesia yang sangat bagus dan berbeda dengan AS. Saya berharap penjelasan ini nantinya akan langsung diberitahukan langsung kepada Presiden AS Barrack Obama,” ungkapnya. (*)

    Rep: Abdul Halim


    Komentar

    M. Sejuki

    2012-02-21 15:33:39
    Ini baru bener. Tabayyun dulu. Check and recheck dulu. Jangan langsung main tuding begitu saja seperti yg sudah-sudah.

    1
    Kirim Komentar
    Nama
    Email
    Komentar
     
    P5yrC
    Kode