
Penduduk Sunni di Iran Mencapai 10 Persen

Jakarta (SI ONLINE) - Meski Republik Islam Iran dikenal sebagai satu-satunya negara Islam di dunia dengan mayoritas penduduknya bermahzab Syiah, namun ternyata di sana terdapat penduduk bermahzab Sunni yang mencapai 10 persen dari total rakyat Iran sebanyak 70 juta orang. Penduduk Sunni Iran didominasi mahzab Syafii dan Hanafi dan mereka terpusat di Propinsi Baluchistan yang berbatasan dengan Afghanistan yang mayoritas Sunni.
“Kondisi penduduk Sunni di Iran yang mencapai 10 persen cukup baik, mereka dihormati hak-haknya oleh pemerintah Iran,” ungkap Grand Imam Sunni Iran, Maulana Maulavi Madani seusai memberikan penjelasannya di hadapan sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam di Kantor Pusat MUI, Senin (20/2/2012). Maulana Maulavi Madani didampingi Dubes Iran Mahmoud Farazandeh, KH Muhyiddin Junaidi dan KH Umar Syihab dari MUI Pusat.
Menurut keterangan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam dengan mengutip pernyataan tokoh ulama Sunni Iran tersebut, hak keagamaan dan kemasyarakatan penduduk Sunni dipenuhi pemerintah Iran dibawah Presiden Mahmoud Ahmadinedjad, meski diakui ada sedikit perbedaan dengan kaum Syiah tetapi hanya masalah furu'iyyah.
“Memang ada perbedaan ushul yang prinsip tetapi masih dalam ranah kesatuan Tauhid. Seperti kesamaan pandangan mengenai Kenabian Muhammad SAW dan tidak benar mengenai adanya isu Tahriful Qur’an,” ungkap Maulana Maulavi Madani.
Ditanya mengenai adanya caci maki kaum Syiah Iran terhadap para Sahabat Nabi Muhammad SAW, ulama besar Sunni Iran itu mengakui memang ada segelintir pengikut Syiah ekstrim yang melakukannya, tetapi itu bukan dalam rangka kelembagaan Syiah Imamiyyah di Iran.
“Bapak Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini, dengan tegas telah menyerukan kepada seluruh umat Islam di dunia bahwa setiap orang apapaun mazhabnya diharamkan mencaci-maki para sahabat Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Mengenai partisipasi politik kaum Sunni di Iran, Maulana Mulavi Madani mengakui cukup signifikan. Terbukti 20 anggota Parlemen Iran (Majelis Khubregan) berasal dari Sunni, sebuah lembaga yang memiliki kewenangan mengangkat para Menteri Kabinet ada anggotanya yang berasal dari Sunni, bahkan anggota Kabinet Iran ada yang berasal dari Sunni.
Sementara itu Ketua MUI Pusat, Umar Syihab menjelaskan, dari keterangan Maulana Maulavi Madani tersebut menunjukkan tidak benar jika selama ini ada anggapan kaum Sunni di Iran ditindas pemerintah Iran yang didominasi Syiah.
Dikatakannya, jika ada yang mengatakan mazhab Syiah sesat silahkan, itu hak nya. Namun dirinya berpendapat mazhab Syiah tidaklah sesat, dan itu sesuai dengan pendapat Muktamar Alam Islami yang berpusat di Kota Suci Makkah Al Mukarromah.
“Jangan disamakan Syiah dengan Ahmadiyah yang jelas-jelas sesatnya, sebab Mazhab Syiah tidaklah sesat. Bahkan pemerintah Arab Saudi yang Sunni Wahabi mengakui Syiah, dimana ketika ibadah haji disiapkan bus khusus untuk kaum Syiah. Demikina pula pertemuan Muktamar Alam Islami yang diselenggarakan di Kota Suci Makkah Al Mukarromah selalu mengundang para ulama Syiah dari Iran dan negara Timur Tengah lainnya,” ungkap Umar Syihab.
Rep: Abdul Halim






bani
2012-02-25 11:20:33