
Insiden Palangkaraya Adalah Pengingkaran dan Pelanggaran HAM yang Nyata
Jakarta (SI ONLINE) - Insiden Palangkaraya dengan korban FPI dan empat orang pimpinan FPI Pusat dinilai Komisioner Komnas HAM Saharuddin Daming sebagai bentuk pengingkaran dan pelanggaran HAM yang nyata. Menurut Daming persitiwa itu merupakan bentuk pelecehan terhadap kebebasan beragama dan berorganisasi. Karena itu Daming mengutuk keras terjadinya insiden tersebut.
Demikian dikatakan Saharuddin Daming kepada Suara Islam Online melalui sambungan telepon, Selasa (14/2/2012).
Terkait adanya dugaan Gubernur Kalteng Teras Narang berada di balik peristiwa itu, jika itu benar, Daming mengaku sangat menyesalkan. Alasannya, ketika Teras Narang menjadi anggota DPR RI, ia adalah orang yang etol menyuarakan kebebasan beragama dan HAM.
"Saat jadi anggota DPR Teras Narang itu getol menyuarakan itu (HAM, red)", kata Daming.
Daming juga mengungkapkan bahwa insiden di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, juga merupakan tindakan kriminal. Sebab massa yang diprovokasi oleh Teras Narang itu membawa senjata ke bandara yang merupakan fasilitas umum.
Massa juga dinilai Daming melanggar UU Penerbangan. Ia mengatakan kasus di Palangkaraya itu tidak pernah terjadi di bandara manapun di seluruh dunia. "Tidak ada di dunia ini, kecuali di Palangkaraya itu", tuturnya.
Rep: Shodiq Ramadhan
Hasbiyallaah
2012-02-15 14:47:37Isman Kurniawan
2012-02-15 10:39:19kepudang
2012-02-15 09:26:33Budi
2012-02-15 08:21:50kircov atamani
2012-02-14 15:38:411






abdullah
2012-02-15 15:01:47