• Jadikan NKRI Bersyariah Agar Aparat Lebih Sigap Tangkal Bahaya Maksiat
  • Rugi Besar Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel
  • Promotor Konser Lady Gaga Cari Duit Buat Bayar Hutang?
  • Tolak Lady Gaga, GUMAM Temui Divhumas Mabes Polri
  • FUI Ajak Masyarakat Persiapkan Aksi Sejuta Umat Tolak Lady Gaga
  • Newsticker

    Kronologi Upaya Pembunuhan Empat Pimpinan FPI Pusat di Kalteng

    Shodiq Ramadhan | Senin, 13 Februari 2012 | 14:08:40 WIB | Hits: 2599 | 6 Komentar
    Share |

    Jakarta (SI ONLINE) - Berikut kronologi peristiwa percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh ratusan preman binaan Gubernur Kalteng Teras Narang di Palangkaraya, Sabtu (11/2/2012) versi DPP Front Pembela Islam (FPI). Rombongan Pimpinan FPI Pusat terdiri dari Ketua Bidang Dakwah Habib Muhsin bin Ahmad Alattas, Sekjen KH. Ahmad Sobri Lubis, Wasekjen KH. Awit Masyhuri dan Panglima LPI Ust. Maman Suryadi. Mereka diagendakan bersilaturrahmi ke Palangkaraya dan Kuala Kapuas di Kalimantan Tengah untuk berdakwah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari Sabtu 11 Februari 2012. Berikut kutipan selengkapnya.

    Kronologi Percobaan Pembunuhan Terhadap Pimpinan FPI Oleh Gerombolan Preman Rasis, Fasis dan Anarkis Binaan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang


    Jum'at, 10 Februari 2012   

    Di RUMAH BETANG (semacam Aula Besar tempat musyawarah adat kegubernuran dalam Komplek Kegubernuran Propinsi Kalimantan Tengah, para penggerak) GEROMBOLAN PREMAN ANARKIS yang dipimpin oleh YANSEN BINTI dan LUKAS TINGKES serta SABRAN, dengan MENCATUT dan mengatas-namakan Dewan Adat Dayak (DAD) dan Majelis Adat Dayak Nusantara (MADN), menggelar RAPAT perencanaan penolakan, penghadangan, pengepungan, perusakan, pembakaran dan upaya percobaan pembunuhan terhadap Rombongan Pimpinan FPI Pusat yang akan mengunjungi Palangka Raya dan Kuala Kapuas - Kalimantan Tengah dalam rangka Da'wah Islam untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

    Dan keesokan harinya pun, Komplek Kegubernuran tersebut menjadi titik kumpul dan tempat pelepasan GEROMBOLAN PREMAN ANARKIS yang bergerak ke Bandara Tjilik Riwut - Palangka Raya - Kalimantan Tengah.

    Sabtu, 11 Februari 2012

    Jam 08.00 WIB   

    Rombongan Pimpinan FPI Pusat yang terdiri dari Ketua Bidang Da'wah Hb. Muhsin b Ahmad Alattas, Sekjen KH. Ahmad Sobri Lubis, Wasekjen KH. Awit Masyhuri dan Panglima LPI Ust. Maman Suryadi, berangkat dari Bandara Soekarno Hatta - Jakarta menuju Bandara Tjilik Riwut - Palangka Raya, Kalimantan Tengah dengan menggunakan pesawat Sriwijaya.

    Rencana semula Ketua Umum DPP FPI Hb. Muhammad Rizieq Syihab akan memimpin rombongan tersebut, namun karena sedang sakit maka atas saran dan nasihat dokter pribadinya agar istirahat total, sehingga batal ikut serta dalam rombongan.

    Menjelang tiba, Wasekjen FPI dipanggil oleh Crew Pesawat dan diberitahukan bahwa di LANDASAN Bandara Palangka Raya telah berkumpul ratusan massa yang beringas, ditambah dengan ribuan massa lainnya di lingkungan Bandara. Dan Sekjen FPI pun dipanggil Kapten Pilot pesawat diberitahukan hal serupa dan disarankan agar tidak keluar dari pesawat setelah mendarat nanti.

    Jam 10.30 WITA   

    Setelah mendarat dan semua penumpang turun dari pesawat, kecuali Rombongan Pimpinan FPI Pusat, Kasatlantas Polres Palangka Raya didampingi Kepala Keamanan Bandara menaiki pesawat dan menginformasikan situasi dan kondisi di luar pesawat dan lingkungan Bandara yang semakin tidak kondusif. Pintu pesawat pun ditutup.

    Dari dalam pesawat, Rombongan Pimpinan FPI Pusat selama lebih dari satu jam selama pesawat tertahan dan terkepung, melihat dan mendengar langsung GEROMBOLAN PREMAN ANARKIS di luar pesawat yang mengacungkan-acungkan senjata sambil berteriak mengancam perang dan pertumpahan darah.

    Kapten Pilot Pesawat khawatir massa makin beringas akan merusak atau membakar pesawat yang sekaligus membahayakan keselamatan jiwa yang ada di dalamnya. Maka Kapten Pilot dan Crewnya bersama Kasatlantas dan Kepala Keamanan Bandara memutuskan untuk menerbangkan pesawat ke Banjarmasin - Kalimantan Selatan.
     
    Jam 10.45 WITA   

    Pesawat menuju Banjarmasin. Setibanya di Bandara Banjarmasin - Kalsel, Rombongan Pimpinan FPI Pusat dibawa oleh Keamanan Bandara ke Kantor Sriwijaya untuk dimintai keterangan.

    Selanjutnya, di luar Bandara Banjarmasin, Rombongan Pimpinan FPI Pusat dijemput dan disambut oleh Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW dari Kabupaten Kuala Kapuas - Kalimantan Tengah. Lalu langsung menuju Kuala Kapuas melalui jalan darat.
     

    Jam 15.00 WITA   

    GEROMBOLAN PREMAN ANARKIS Palangka Raya setelah gagal melakukan percobaan pembunuhan terhadap Pimpinan FPI Pusat, maka mereka bergerak menuju rumah kediaman Habib Muhri bin Muhammad Ba Hasyim dan merusaknya, lalu merusak sejumlah rumah dan toko milik panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus membakar. tenda dan panggung yang telah disiapkan panitia untuk acara Da'wah Islam.

    Habib Muhri dan kawan-kawan beserta keluarga mereka sempat menyelamatkan diri dan hingga saat ini berada di tempat yang aman, namun masih tetap terancam keselamatan mereka, sementara pihak Polres Palangka Raya dan Polda Kalimantan Tengah tidak mau memberikan jaminan keamanan.
     
    Jam 17.30 WITA   

    Rombongan Pimpinan FPI Pusat tiba di Kuala Kapuas dan istirahat sejenak di Guest House Bupati Kuala Kapuas. Malamnya, ba'da Maghrib Rombongan Pimpinan FPI Pusat diundang ke rumah kediaman Bupati Kuala Kapuas yang berdekatan dengan Guest House tersebut. Dan saat berjalan untuk memenuhi undangan tersebut, ternyata di halaman rumah kediaman Bupati hingga ke jalan raya sudah dipenuhi ratusan GEROMBOLAN PREMAN ANARKIS yang datang dari Palangka Raya dengan menggunakan belasan Truk, mereka berteriak-teriak mengacungkan-acungkan senjata sambil menantang perang.
     
    Jam 19.00 WITA   

    Bupati Kuala Kapuas dan jajaran Muspidanya menjembatani DIALOG antara Rombongan Pimpinan FPI Pusat dengan para pimpinan massa yang beringas, yang akhirnya disepakati bahwa pada malam itu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap harus diadakan sesuai keinginan masyarakat Kuala Kapuas, namun pelantikan DPW FPI Kuala Kapuas ditiadakan sesuai keinginan massa brutal dari Palangka Raya.

    Selanjutnya, para pimpinan massa brutal dari Palangka Raya menyampaikan hasil kesepakatan kepada massanya, tapi massa tetap tidak mau bubar. Lalu Kapolres Kuala Kapuas yang menyampaikan, juga tidak mampu membubarkan massa, kemudian Bupati yang menyampaikan, tapi hasilnya sama, massa tetap  tidak mau bubar, bahkan makin beringas dan brutal.
     
    Jam 21.00 WITA   

    Akhirnya, Rombongan Pimpinan FPI Pusat mengambil inisiatif untuk meninggalkan lokasi yang semakin tidak kondusif untuk kebaikan semua. Rombongan pun berangkat ke Kota Banjar Baru - Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui jalan darat dengan pengawalan Patwal Polisi dan anggota TNI dari Kodim Kuala Kapuas
     
    Jam 24.00 WITA   

    Rombongan Pimpinan FPI Pusat tiba di Kota Banjar Baru dengan disambut oleh sejumlah Habaib dan Tokoh Masyarakat.
     


    Ahad 12 Februari 2012

    Jam 08.00 WITA   

    Rombongan Pimpinan FPI Pusat dengan didampingi para Habaib dan Tokoh Masyarakat Banjar Baru serta dibantu oleh Danlud Banjarmasin mendapatkan tiket pesawat Garuda untuk kembali ke Jakarta.


    Rep: Shodiq Ramadhan


    Komentar

    kircov

    2012-02-15 04:44:20
    Anehh benar yang salah jadi benar yang benar jadi disalahkan,hukum tak bisa berlaku adil,,fuck

    nanang

    2012-02-14 18:54:50
    satu hal yang kiranya tidak bisa dibiarkan adalah pembubaran acara maulid dg cara kekerasan... aparat keamanan dimana gerangan????

    Alianis

    2012-02-14 17:29:28
    Tapi presidem Sby kok membela massa anarkis itu ya?? Kok malah FPI yang disalahin...begitu juga Gamawan Fauzi, si menteri miras itu, membabi buta menyalahkan FPI bahkan mengancam akan membubarkannya...ruar biasa...Hidup FPI...

    Alianis

    2012-02-14 17:28:58
    Tapi presidem Sby kok membela massa anarkis itu ya?? Kok malah FPI yang disalahin...begitu juga Gamawan Fauzi, si menteri miras itu, membabi buta menyalahkan FPI bahkan mengancam akan membubarkannya...ruar biasa...Hidup FPI...

    mhmdtar

    2012-02-13 23:49:25
    mereka brutal sbenarnya ga punya alasan,,saya yakin mereka begitu atas dasar ambisi perorangan

    Hasbiyallaah

    2012-02-13 15:47:58
    Tindakan apa yg diambil oleh pejabat+ aparat NKRI? Bersikap ADIL-kah mrk thd kaum arogan tsb sbgmn mrk bertindak thd umat&ormas ISLAM ?!!!

    1
    Kirim Komentar
    Nama
    Email
    Komentar
     
    uFL38
    Kode