
PBB Tak Pernah Mengemis Kekuasaan
Jakarta (SI ONLINE) - Kritik keras Partai Bulan Bintang kepada Pemerintahan SBY merupakan wujud pelaksanaan amar ma'ruf nahi munkar. Politik itu dijalankan baik PBB tergabung dalam pemerintahan maupun seperti sekarang berada di luar pemerintahan.
"Kita berpolitik itu menjalankan al amru bil ma'ruf wa nahi anil munkar. Di dalam maupun di luar pemerintahan", kata Ketua umum PBB MS Kaban, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (27/1/2012).
Kritik PBB kepada SBY, lanjut Kaban, adalah sebagai bukti bahwa PBB sangat sayang kepada SBY. PBB ingin agar SBY lurus dalam menjalankan roda pemerintahan. "Pemerintahan ini harus diluruskan walaupun pahit rasanya", kata Kaban.
Di hadapan seribuan fungsionaris PBB se-Indonesia yang memenuhi Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Pondok Gede, Kaban juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengemis-ngemis kekuasaan. "Kita tak pernah mengemis kekuasaan", katanya.
Dalam pidato politiknya, Kaban juga menceritakan kisah 'pengkhianatan' SBY kepada PBB. Cerita yang dikatakan Kaban 'just know' bagi fungsionaris PBB itu terjadi saat reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I. Saat itu Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra menjadi korban perombakan kabinet. Padahal, kata Kaban, dalam komitmen koalisi antara Partai Demokrat, PBB dan PKPI, disebutkan bahwa Yusril akan mendapatkan tempat istimewa dalam kabinet.
"Waktu itu saya masaih di Malang. Saya kontak Pak Yusril, katanya beliau habis bertemu SBY. Kita aman. Nah, sore harinya saya ditelpon Pak Sudi yang menanyakan, katanya Yusril mengundurkan diri. Saya jawan nggak. Nah, ini apa maksudnya?", Kaban heran dengan permainan itu.
Kaban juga menceritakan setelah Yusril diganti, ia mengaku menemui SBY untuk mengingatkan komitmennya, bahwa Yusril tidak akan di'Anwar Ibrahim'kan. "Oo tidak, saya akan pasang badan", kata Kaban menirukan ucapan SBY kala itu. Nyatanya, lanjut Kaban, Yusril tetap dijadikan sebagai tersangka.
"Nah, kalau pemimpin tidak bisa dipegang kata-katanya, mau dipegang apanya lagi?", tanya Kaban retoris.
Rep: shodiq ramadhan



