Polri di Balik Sukses Aksi Super Damai 212

 

Aksi Bela Islam III yang terkenal dengan istilah Aksi Super Damai 212 adalah aksi terbesar di Indonesia sepanjang sejarah, bahkan ada yang menyebut aksi terbesar sepanjang sejarah dunia. Aksi unjuk rasa alias demonstrasi super kolosal yang digelar dengan pusat aksi berupa panggung utama para ulama di Monas dan diisi dengan dzikir, taushiyah, dan doa serta shalat Jum’at Kubro itu telah diikuti lebih dari 7 juta umat Islam yang menggelar shaf shalat Jum’at dari shaf pertama di dalam lapangan Monas area Barat Laut dekat pintu Istana Presiden, memenuhi seluruh lapangan Monas, dan meluber keluar hingga memadati seluruh jalan di seputar bunderan Patung Kuda pojok antara jalan Merdeka Barat dan Merdeka Selatan, terus merambah ke Jalan Thamrin hingga kearah Bunderan Hotel Indonesia sepanjang kurang lebih 4 km, memenuhi seluruh Jalan Merdeka Selatan dan Timur sepanjang 3 km, kawasan Patung Tani, Kwitang hingga kawasan Senen dan Cempaka Putih sepanjang sekitar 3 km.  
 
Aksi yang semula akan digelar dari jembatan Semanggi hingga ke Istana dengan pusat aksi di Bunderan HI ini awalnya memang dilarang oleh Mabes Polri dengan alasan menutup seluruh jalan protokol.   Bahkan sikap Polri yang keras akan menindak tegas bilamana GNPF sebagai event organizer-nya tetap ngotot di HI, bahkan muncul tuduhan makar dengan aksi Super Damai 212 itu , serta muncul sejumlah pelarangan oleh Polres-polres dan pengembalian  uang sewa oleh PO-PO Bus, justru malah membangkitkan militansi umat untuk nekad datang mengikuti aksi apapun yang terjadi.   
 
Negosiasi demi negosiasi antara pimpinan GNPF dengan Pimpinan Polri mencapai titik kesepakatan (27/11) bahwa Aksi 212 akan digelar di Monas. Hasil akhirnya malah meluber kemana-mana.  Di satu sisi, kita melihat adanya kekecewaan dengan sikap Polri selama ini terhadap Aksi 212, namun di sisi lain kita lihat justru hal itu justru membuahkan sukses Aksi 212.  Laporan khusus ini dibuat untuk melihat sisi-sisi positif itu bagi suksesnya Aksi Super Damai 212 yang membuktikan rekor umat Islam Indonesia yang kata Presiden Turki Erdogan memang pantas dijadikan contoh bagi gerakan umat islam di seluruh dunia. Allahu Akbar!

Selengkapnya baca Tabloid SUARA ISLAM edisi 224