Korelasi Gunung dan Air
Dalam Al Qur'an terdapat 19 ayat yang berbicara tentang air, sehingga terdapat korelasi antara gunung dan air. Sebagai sumber kehidupan, air disimpan dalam gunung. Kalau gunungnya digunduli, maka tidak akan terjadi keseimbangan alam sehingga banjir datang.
Selain sebagai sumber mata air, gunung juga berfungsi sebagai tiang pancang bumi agar tidak goncang. Kalau gunungnya dirusak, maka bumi akan goncang sehingga dapat menimbulkan gempa bumi. Air sesungguhnya merupakan rahmat akan tetapi bisa menjadi laknat karena manusia merusak tempat simpanan air yakni gunung dengan menggunduli hutannya dan membuatnya menjadi villa seperti di Puncak Bogor, sehingga menimbulkan banjir di Jakarta.
Sekarang lingkungan air tidak hanya dirusak di hulu seperti di puncak, tetapi juga dirusak di hilirnya, seperti banyaknya pembangunan apartemen di pantai utara Jakarta. Padahal dulu merupakan hutan bakau sebagai tempat burung dan ikan berkembang biak dan tempat penampungan air dari sungai-sungai di Jakarta. Hal itu terjadi disebabkan karena gaya hidup hedonisme sehingga mereka menjadi rakus dan akhirnya mendapat hukuman dari Allah Swt berupa banjir yang menggenangi ibukota.
Selain itu banjir bisa juga azab dari Allah Swt karena banyaknya kemaksiatan di Jakarta, seperti adanya pengikut homoseksual yang melakukan perkawinan sejenis, sehingga mendapat azab seperti yang diterima kaum Nabi Luth.








