Saat Bala' Menimpa Ibu Kota

Setelah Sudirman - Thamrin diisi Festival Maksiat oleh Jokowi pada malam Tahun Baru, kini saatnya Allah SWT menyapu kotoran maksiatnya dengan Banjir se-Jakarta. Ayo, Jokowi mau beli musibah dengan maksiat apa lagi ??!!"

Pesan singkat di atas adalah sebuah pesan melalui SMS yang disebarkan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab setelah banjir melanda Jakarta sejak kamis, 17 Januari 2013 lalu. Terkesan pedas memang, tapi begitulah faktanya.

Musibah banjir yang merendam Jakarta terjadi tepat 17 hari setelah Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, menggelar Jakarta Night Festival di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin hingga depan Istana dan Balaikota. Pada malam tahun baru lalu, Jokowi mendirikan 16 panggung di 16 titik sepanjang jalan Thamrin-Sudirman dengan berbagai macam hiburan mulai dari gambus, gambang kromo, keroncong, campursari, dangdut hingga band pop. Masyarakat Jakarta yang larut dalam hura-hura perayaan tahun baru 'tumplek blek' disana semua.

Panggung paling seu menurut Kompas, 2 Januari 2013 adalah panggung terheboh di depan plaza UOB yang kini tercatat sebagai korban banjir paling parah.

Di jejaring sosial twitter, para tweeps bahkan tak jarang yang ngeledek Jokowi. Kata mereka, jika banjir Jakarta benar merupakan siiklus lima tahunan, harusnya setelah banjir melanda pada 2002 dan 2007, setelahnya adalah 2012. "Kenapa terjadi pada 2013, karena menunggu Jokowi," kata mereka.

Jakarta Terendam
Sulit rasanya di hari-hari biasa melihat pemandangan seorang pemilik mobil mewah membuang air lumpur dari dalam mobilnya. Tapi ini terjadi pada Kamis, 17 Januari 2013 lalu. Mobil mewah buatan Inggris merk Rolls Royce tipe Ghost berharga belasan milyar itu tertahan banjir di depan Menara BCA arah Semanggi.

Mulanya, pengemudi mobil berplat nomor B 21 B itu nekat menerobos banjir di Jalan MH Thamrin. Menyadari banjir terlalu tinggi, pengemudi mobil ini berhenti dan mematikan mesinnya. Mobil pun terjebak dalam genangan air. Air lumpur kecoklatan yang menggenangi kawasan Bunderan HI itu pun akhirnya masuk ke dalam mobil. Akhirnya, penumpang mobil terpaksa mengeluarkan air yang masuk ke kabin belakang dengan menggunakan 'ember'. Mobil itu pun kemudian didorong petugas kepolisian.

Banjir di kawasan Thamrin berlangsung selama berhari-hari. Lalu lintas lumpuh. Sejumlah pengendara sepeda motor bertumbangan. Karyawan perkantoran terpaksa bolos kerja. Pada Kamis Jum'at bahkan mereka dievakuasi.

Stasiun kereta api Sudirman pun terkena terjangan banjir. Air melompat ke kursi tunggu penumpang. Jalur kereta api lumpuh. Karena listrik dipadamkan. Selama beberapa hari penumpang kereta apihanya bisa sampai ke stasiun Manggarai.

Pemandangan paling memilukan terjadi di Plaza UOB, Jl. MH Thamrin, saat debit air dalam jumlah yang sangat besar masuk tanpa hambatan ke basement gedung itu. Kamis siang (17/1), air bah yang diduga berasal dari tanggul Latuharhary yang jebol menerobos masuk ke dalam area parkir basement gedung pencakar langit itu. Peristiwa mengerikan itu sempat terekam oleh video amatir. Dalam rekaman itu diperlihatkan ganasnya air bah yang masuk ke basement, hampir mirip dengan film-film action Holywood.

Puluhan mobil mewah terendam di empat lantai basement itu. Sementara dari empat orang yang terjebak, dua orang selamat, dan dua orang lainnya meninggal dunia. Korban selamat bernama Tri Susanto dan Tito Fitrianto. Keduanya adalah staf teknisi, ditemukan pada Jum'at (18/1) pukul 07.00 dan 23.00 WIB.

Tito ditemukan dalam kondisi lemah tak berdaya. Ia ditemukan tim penyelamat tengah berbaring di deretan pipa basement lantai 1. "Tiap kali kami teriak, dia cuma jawab 'oi..oi', " tutur Deni Suncoko, salah seorang anggota tim penyelamat. Penyelamatan ini melibatkan Pasukan Katak dan Amphibi Marinir sehingga sangat dramatis.

Sementara dua orang lainnya yang meninggal adalah bagian cleaning service. Abdul Arif Agus dan Hardianto Eko (Eris) masing-masing ditemukan di basement 1 pada Sabtu (19/1) pukul 06.30 dan 16.00 WIB.

Tiga Sosialita Kebanjiran
Jika banjir di Jalan MH Thamrin sangat memilukan, maka banjir di kawasan Kuningan membawa cerita yang menyesakkan. Betapa tidak, akibat luapan air di Jl Rasuna Said, gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya ikut terendam. Air pun menggenangi ruang tahanan gedung KPK. Listrik padam. Aktivitas KPK sementara terhenti.

Rencana pemeriksaan Choel Mallarangeng dibatalkan. Pimpinan KPK terpaksa pindah kantor ke Kementrian Badan Usaha Milik Negara. Sementara sejumlah dokumen milik KPK diungsikan ke Badan Arsip Nasional. "Dokumen yang usianya abadi dan tidak diperlukan lagi kami sengaja bawa ke Badan Arsip untuk disimpan." ujar Wakil Ketua KPK, Zulkarnain, di kantornya, Jum'at (18/1).

Mau tidak mau, sejumlah sosialita yang sedang mendekam di tahanan itu juga harus dipindahkan. Situs berita Tempo.co, melaporkan proses perpindahan tiga orang tahanan 'wah' kasus korupsi it: Miranda S Goeltom, Siti Hartati Murdaya dan Neneng Sri Wahyuni, yang dinilai paling ribet.

"SHM, NSW dan MSG memang yang paling ribet," ujar Arifin P, Ketua Tim Pengamanan KPK seperti dikutip Tempo.

Betapa tidak ribet, disaat banjir sudah masuk ke ruangan tahanan, mereka masih ingin membawa botol-botol peralatan mandi. "Cuma ini saja, tadinya dia mau bawa botol-botol peralatan mandi itu, tapi tidak saya kasih," kata sang anak buah kepada Ariifin.

Dibelakang meja lobi penerima tamu KPK, tampak tas jinjing warna merah. Di luar tas, sebuah kertas menunjukkan pemiliknya adalah Miranda S Goeltom, terpidana kasus suap pemilihan Dewan Gubernur Bank Indonesia. Isinya koran, lampu dan kue-kue.