Taatlah Sebelum Menyesal

08 Januari 05:52 | Dilihat : 123
Taatlah Sebelum Menyesal Ilustrasi

Di antara ragam nikmat Allah Swt kepada umat manusia, ada dua macam nikmat yang kerap diabaikan oleh manusia, yakni kesehatan dan waktu luang. Waktu atau kesempatan adalah nikmat Allah Swt yang bersifat fana. Sayang, sering orang menangguhkan amal shalih karena selalu berpikir akan ada esok hari. Akhirnya, orang hanya bisa menyesali waktu yang telah berlalu dan membuang kesempatan yang seharusnya ia manfaatkan.
    
Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya, "Al-Waqtu fi Hayat al-Muslim", menulis: Al-Quran telah menjabarkan bahwa kelak manusia akan amat menyesali sikapnya yang menelantarkan waktu; membuang kesempatan untuk beriman, bertobat dan beramal shalih. Menurut beliau ada dua episode penyesalan manusia kelak: pertama, saat sakaratul maut. Al-Quran mengabari kita bahwa banyak orang, ketika akan dijemput ajalnya, meratap dan menyesali umurnya yang dihabiskan secara sia-sia (lihat: QS Al-Munafiqun : 9-10). Kedua, penyesalan saat dibangkitkan pada Hari Kebangkitan. Beberapa ayat al-Quran mengabarkan penyesalan orang-orang yang telah disiapkan untuk mereka Neraka Jahanam karena kekufuran atau kefasikan mereka semasa hidup. Mereka tak bisa lagi mengelak atau membantah bahwa janji Allah yang telah menyiapkan hari kebangkitan dan hari pembalasan serta azab di akhirat adalah benar (lihat: QS Fathir: 36-37).
    
Muslim yang paham hakikat perjalanan waktu tidak akan merasa tenang ketika menyadari banyak hukum-hukum Allah yang belum ia laksanakan. Ia akan mengejar ketertinggalan tersebut agar semua perintah-Nya terlaksana. Tentu ironi jika seorang Muslim berani menunda-nunda untuk mengerjakan hukum-hukum Allah Swt, apalagi sampai mencoba menghilangkan hukum-hukum-Nya hanya demi keuntungan dunia yang tak seberapa dan fana. 

Bagaimana bisa kita merasa cukup bertakwa hanya dengan sekadar amal ibadah, lalu melalaikan hukum muamalah islami; mencampakkan hukum pidana, sistem sosial, politik dan pemerintahan islam; kemudian kita berdalih tidak mampu, sementara kita belum berusaha sungguh-sungguh untuk mengerjakan perintah dan larangan Allah Swt? Padahal Allah Swt telah mengingatkan bahwa tak akan sama derajat orang-orang yang telah berjuang mengerahkan daya upaya menegakkan Allah Swt dengan orang yang duduk-duduk saja tanpa mengerahkan upaya.
    
Karena itu, bersegeralah mengerjakan amal shalih dan ketaatan kepada Allah Swt. Berusaha melaksanakan hukum-hukum Allah di muka bumi. Itulah amalan orang-orang cerdik yang meyakini adanya kehidupan setelah umur di dunia ini berakhir. Mereka mengharapkan balasan terbaik di sisi Allah SWT dengan menjadikan takwa sebagai bekal untuk mendapatkannya.

Nurdila Farha
Komplek Permata Biru Blok AM 127 Cinunuk-Cileunyi, Kab Bandung 

0 Komentar