Mengenal Sifat Khianat Bani Quraizah

08 Oktober 23:27 | Dilihat : 596
Mengenal Sifat Khianat Bani Quraizah Ilustrasi

Bogor (SI Online) - Umat Islam di masa Rasulullah pada periode Madinah pernah hidup berdampingan secara damai dengan Bani Quraizah berdasarkan sebuah perjanjian. Bani Quraizah sendiri adalah kelompok Yahudi yang tinggal di tempat subur dan dikelilingi benteng yang kokoh.

"Sebagai sesama penduduk Madinah saat itu dilakukan perjanjian untuk damai dan siap bela negara jika ada penyerangan. Dan umat Islam menunjukkan sikap toleransi yang tinggi kepada komunitas Yahudi itu dengan memberikan mereka kebebasan," ujar Prof Dr KH Didin Hafidhuddin saat menerangkan tafsir surat Al Ahzab ayat 26-27 pada kajian Ahad pagi (8/10) di Masjid Al Hijri Bogor. 

Ketika perang Ahzab, disaat Nabi bersama pasukan kaum Muslimin melawan kafir Quraisy ternyata Bani Quraizah melakukan penghianatan. "Mereka membatalkan perjanjian sepihak. Saat itu mereka yakin umat Islam dapat dikalahkan oleh kafir Quraisy, karenanya mereka membela kafir Quraisy untuk menyerang kaum muslimin. Mereka gunakan kesempatan untuk menyerang umat Islam, memberikan informasi kelemahan umat Islam. Padahal selama ini mereka dihormati oleh mayoritas umat Islam," ungkap Kyai Didin.

Kondisi demikian, kata Kyai Didin, sesuai apa yang digambarkan Allah dalam surat Al Anfal ayat 73, "Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar."

Oleh karena itu, umat Islam juga harus senantiasa memperkuat ukhuwah Islamiyah, saling tolong menolong dan selalu bekerjasama serta menghindari perpecahan.

Namun pada akhirnya, umat Islam yang istiqomah diberi kemenangan oleh Allah dalam perang menghadapi kafir Quraisy. "Situasi tersebut membuat ketakutan dan kepanikan kaum Yahudi Quraizah, bahkan mereka keluar dari benteng-benteng wilayahnya. Saat itu diputuskan, para penghianat dari kalangan laki-laki dewasa dihukum mati, dalam sebuah keterangan sekitar 800-900 Yahudi dieksekusi ketika itu. Sedangkan wanita dan anak-anak ditawan lalu dididik dan menjadi penduduk Madinah yang baik," tutur Kyai Didin.

Sejarah pengkhianatan Yahudi tersebut, diulangi kembali pada masa sekarang di Palestina. "Perjanjian yang dilakukan Yahudi itu hanya kamuflase karena dengan mudah mereka membatalkan perjanjian dan terus menyerang umat Islam. Jadi ini pengulangan sejarah Yahudi Bani Quraizah," tandas Kyai Didin.

red: adhila

0 Komentar