Inilah Para Pemuda As-Sabiqun Al-Awwalun

14 Februari 09:49 | Dilihat : 2656
Inilah Para Pemuda As-Sabiqun Al-Awwalun Ilustrasi
Dalam menghadapi tantangan dakwah dari suku Quraisy, Rasulullah SAW sangat cekatan merancang strategi dakwah yang jitu. Salah satunya adalah dengan menempatkan para kader dakwah muda sesuai potensi dan kapasitasnya. Rasulullah memang sengaja 'menarik' kader-kader muda dakwah. Mereka adalah generasi kedua dari klan-klan Quraisy, sehingga kendatipun para pembesar (al-malaa) Quraisy menolak dakwah Islam, namun generasi penerus mereka banyak yang tertarik masuk Islam bahkan berkomitmen untuk turut dalam perjuangan dakwah.
 
Kader-kader muda militan, seperti Ibnu Mas’ud misalnya, di usianya yang baru sekitar 17-18 tahun itu dialah sahabat pertama yang menyiarkan Islam ke khalayak Makkah. Seperti yang kita ketahui, pemuda yang betisnya saja dinubuwwahkan lebih kokoh dari gunung Uhud pada hari kiamat, sudah berani membacakan dan menyiarkan surat Ar-Rahman. Padahal resiko "dibully" oleh para pembesar Quraisy dan masyarakat Makkah begitu besar. Dakwah Ibnu Mas'ud itu disaksikan banyak kaum musyrikin sehingga mengundang kemarahan kaum Quraisy, walhasil Ibnu Mas’ud sendiri digebuki hingga babak belur. Tapi luka-luka di tubuhnya tidak membuatnya jera berdakwah, bahkan ia menyanggupi untuk mengulangi lagi dakwahnya. Ibnu Mas'ud memang pemuda tangguh, bersemangat dan pandai menyiarkan Al-Qur’an. Dipercaya sebagai qari di hadapan khalayak Quraisy, ia membacakan surat Ar-Rahman dengan indah dan mengena di jiwa-jiwa pendengarnya. Di usia "anak SMA" itu ia menjadi da’i pertama setelah Rasulullah yang mendakwahkan Islam terang-terangan di hadapan masyarakat Makkah.
 
Ali bin Abi Thalib masuk Islam usia 10 tahun, ia adalah sepupu dan anak asuh Rasulullah. Di usianya yang masih kecil sudah berani mendakwahi ayahnya sendiri, Abi Thalib, yang juga kepala suku Bani Abdul Muthalib. Kakaknya Ali, Ja’far bin Abi Thalib masuk Islam usia sekitar 20 tahun (atau menurut riwayat lain usia 12-13!), juga bisa dikategorikan pemuda yang matang dan siap berdakwah, sekitar lima tahun kemudian, di usianya yang baru 25 tahun Ja'far sudah jadi juru bicara kaum Muslimin dalam delegasi hijrah ke Habasyah kedua, bahkan Ja'far bisa disebut ketua rombongan Hijrah Habasyah kedua, ia memimpin rombongan muhajirin yang sebagian jauh lebih tua daripada dirinya. Di situlah ia menjadi orang pertama yang mendakwahi Raja di suatu kerajaan besar, dari lisan Ja'far pula raja Habasyah An-Najasyi masuk Islam, sekaligus menjadi raja pertama yang masuk Islam.
 
Lalu ada Zubair bin Awwam, yang masuk Islam sekitar 15-16 tahun, Zubair yang usianya masih sepantaran anak SMA di Indonesia, tidak lama kemudian menjadi orang pertama yang menghunuskan pedang di jalan Allah, Zubair juga merupakan hawari (penjaga, pendamping setia) Rasulullah. Saat syariat jihad diturunkan oleh Allah, Zubair merupakan mata-mata Rasulullah yang sangat handal, padahal usia Zubair waktu pertama kali menjadi mata-mata resmi Madinah belum genap 30 tahun.
 
Usia-usia As-sabiqun al-awwalun sebelum Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khathab masuk Islam hampir semuanya di bawah 40, bahkan mayoritas di bawah 30 tahun. Hamzah sendiri sebagai paman Rasulullah, berusia hampir sebaya dengan Rasulullah.
 
Berikut beberapa berapa nama 10 sahabat yang dijamin masuk surga dan usianya saat masuk Islam: Abu Bakar Ash-Shiddiq 37 tahun, Umar bin Khathab 27 tahun; Utsman bin Affan 34 tahun; Ali bin Abi Thalib 10 tahun; Thalhah bin Ubaidillah 14 tahun; Zubair bin Awwam  15-16 tahun; Saad bin Abi Waqqash 17 tahun; Said bin Zaid 15 tahun; Abu Ubaidah bin Jarrah 27 tahun dan Abdurahman bin Auf 30 tahun.
 
Abu Bakar sebagai tokoh senior para As-Sabiqunal Awwalun merupakan da’i dan mubaligh pertama setelah Rasulullah dalam menyampaikan Islam secara personal ke teman-temannya, sehingga tokoh-tokoh seperti Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dan sebagian besar 10 sahabat yang dijamin masuk surga masuk Islam berkat dakwahnya pria yang bernama asli Abdullah bin Utsman Abu Quhafah itu.
 
Pemuda Umar di usia 27 tahun, pasca masuk Islam langsung menjadi garda terdepan Islam dalam melindungi kegiatan ibadah terang-terangan jamaah kaum Muslimin di Baitullah. Bahkan Ibnu Mas'ud bersaksi kaum Muslimin belum berani menampakkan keislamannya kecuali setelah pemuda Umar masuk Islam. Umar meskipun baru usia 27 tahun sudah diizinkan Rasulullah mendeklarasikan keislamannya secara terang-terangan. Ia justru menyebarkan sendiri kabar keislamannya yang membuat mental kaum musyrik Quraisy menjadi ciut, karena Umar yang juga seorang juru bicara Quraisy tersebut sudah menjadi bagian Islam. Alangkah gagah dan beraninya pemuda Umar, bagaimana dengan kita?
 
Pemuda lain, Al-Arqam bin Abil Arqam pengusaha yang terpercaya dan berasal dari bani pembesar Quraisy, Bani Makhzum, menyediakan rumah kaum Muslimin pertama, yang juga sebuah Baitul Qur'an pertama, yang disebut Darul Arqam. Bisa dibilang rumahnya adalah markas pembinaan Islam pertama kaum Muslimin. Al-Arqam lahir sekitar 13 tahun sebelum kenabian, maka saat masuk Islam usianya masih belasan tahun mengingat ia termasuk As-Sabiqunal Awwalun.  
 
Utsman bin Affan, masuk Islam usia 34 tahun. Saat usia 39 tahun, saudagar Quraisy dari Bani Umayyah ini dipercaya sebagai pemimpin dan pelobi dalam hijrah Habasyah pertama. Utsman adalah keturunan Abdu Syams yang memiliki "ilaf" (akses/perserikatan dagang) Quraisy ke negeri Habasyah, keluarga besarnya sudah akrab dengan para pembesar Habasyah, karena sudah turun-temurun punya bisnis di daratan Afrika itu. Tentunya usia Utsman jauh lebih muda daripada mayoritas diplomat-diplomat dunia di zaman ini. Padahal semua orang tahu kalau Utsman adalah sosok pribadi yang pemalu.
 
Khabbab bin Arats, seorang pandai besi dan pembuat senjata di Makkah, meskipun bukan berasal dari keluarga pembesar Quraisy, ia memiliki kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi ujian dakwah dan penyiksaan tokoh-tokoh Quraisy. Dialah yang menjadi guru Al-Qur’an bagi pasangan suami-istri Said bin Zaid dan Fathimah binti Khathab. Maka tukang besi yang satu ini merupakan guru Al-Quran bagi orang yang dijamin masuk surga (Said). Ia juga masuk kalangan pemuda, bahkan sangat mungkin usianya masih belasan tahun saat menjadi guru Al-Quran bagi beberapa sahabat.
 
Tidak lupa, anak bangsawan Quraisy, Mush’ab bin Umair yang lahir 12-16 tahun sebelum kenabian Muhammad SAW. Di usia pertengahan dua puluhan tahun (sekitar 24-28 tahun) diamanahkan menjadi duta Islam pertama ke Madinah dan menjadi muqri al-Qur'an di negeri suku Aus dan Khazraj tersebut. Mush'ab lah da'i yang mengajarkan Islam di Madinah sebelum peristiwa hijrah.
 
Tentunya pemuda Islam masa kini sudah seharusnya mengikuti jejak langkah para pemuda As-Sabiqunal Awwalun tersebut. Mereka matang dan potensial di usia muda, mengeluarkan seluruh jiwa, raga dan harta mereka untuk kepentingan Islam. Mereka juga sanggup menanggung amanah besar. Mereka itulah contoh ideal leadership dakwah pemuda yang tiada bandingnya sepanjang masa.
 
Ilham Martasyabana
Pegiat Sejarah Islam
0 Komentar