Shalat Jumat Raksasa Pasukan Sulaiman Al Qanuni

Rabu, 30 November 2016 - 14:54 WIB | Dilihat : 7094
Shalat Jumat Raksasa Pasukan Sulaiman Al Qanuni Ilustrasi shalat Jumat yang dipimpin Muhammad al Fatih
Shalat Jumat di Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 nanti diperkirakan akan menjadi shalat Jumat raksasa. Shalat Jumat yang akan diikuti oleh jutaan jamaah, sekaligus menjadi aksi unjuk kekuatan dan ukhuwah Islam melalui cara yang "super damai".
 
Menjelang aksi super damai Bela Islam III, banyak aktivis dakwah yang mengingatkan shalat Jumat-shalat Jumat raksasa yang pernah dilakukan dalam sejarah Islam. Di antara yang paling populer adalah shalat Jumatnya pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih menjelang futuhat Konstantinopel (1453 M) di depan benteng Romawi Byzantium, serta shalat Jumat pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih pasca futuhat Konstantinopel di Hagia Sophia. Namun demikian, shalat Jumat raksasa yang berpengaruh pada barisan kekuatan kaum Muslimin tidak hanya saat pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih melakukan futuhat Konstantinopel, tetapi juga dilakukan oleh Khalifah Sulaiman Al-Qanuni (Suleiman Magnificent) beserta pasukannya pasca Pengepungan Belgrade (The Siege of Belgrade), pertengahan bulan Agustus tahun 1521 M. Cicit Sultan Muhammad Al-Fatih ini memang dikenal sebagai pemimpin Khilafah Turki Utsmani di masa puncak kejayaan. Di zaman Khalifah Sulaiman, setengah Eropa daratan berada dalam naungan kekuasaannya. Islam pun dapat menerangkan langit Eropa.
 
Saat itu di Belgrade, sekitar 284. 500 kaum Muslimin mengadakan shalat Jumat raksasa yang diimami langsung oleh Khalifah Sulaiman. Jumlah yang besar itu tercatat dalam Diarii, h. Ivi, karya Sanuto Marino the Younger, sejarawan dan pelancong Venezia awal abad 16 M. Saat Khalifah Sulaiman memasuki kota Belgrade yang menjadi bagian dari Kerajaan Hungaria tersebut, pasukan Sulaiman yang tercatat adalah 170.300 orang. Itu belum terhitung puluhan ribu lainnya, dari kalangan para petualang dan banyak lagi rombongan lainnya. Jika dihitung keseluruhan selama ekspedisi militer di Eropa, ada sekitar 300 ribu pasukan Turki Utsmani dari berbagai bangsa dan latar belakang, jumlah yang sangat besar, bahkan mungkin jumlah paling besar untuk pasukan militer di masa itu, sepanjang abad 16 M.
 
Dalam catatan harian resmi Khalifah Sulaiman yang dikutip oleh sejarawan Harold Lamb di bukunya Suleiman The Magnificent Sultan of the East , Shalat Jumat yang diimami Khalifah Sulaiman bahkan dilakukan di halaman gereja, pinggir kota Belgrade, sebagai tempat yang memungkinkan ketika itu, tentu saja jamaah shalat Jumat raksasa itu 'tumpah ruah' ke jalan-jalan, mengingat jumlah jamaah yang mencapai lebih dari 200 ribu. Ingat, ini terjadi hampir 500 tahun yang lalu, saat jumlah umat manusia jauh lebih sedikit daripada sekarang.
 
Perlu diketahui, Belgrade itu menjadi tempat pangkalan militer Utsmani dalam futuhatnya di Eropa. Tentu shalat Jumat raksasa itu sendiri menjadi ekspresi rasa syukur umat Islam, atas tersebarnya cahaya Islam hingga ke Eropa. Futuhat Belgrade dan shalat Jumat raksasa itu juga menjadi ajang pembukaan futuhat daratan Eropa  di masa-masa selanjutnya. Shalat Jumat yang bagai sebuah konsolidasi dan unjuk kekuatan Islam, juga sebagai penampakan ritual ibadah Islam yang agung kepada khalayak di Eropa.
 
Tentu saja futuhat Belgrade membuat raja-raja Eropa dan Kaisar Romawi Suci 'panas-dingin' melihat kekuatan umat Islam yang begitu luar biasa: kuantitas besar yang ditambah kekuatan iman yang hebat. Sampai pada 29 Agustus 1526, tepat lima tahun pasca futuhat Belgrade, Khilafah Turki Utsmani mendapat kemenangan gemilang dalam pertempuran Mohacs, yang mana koalisi kerajaan-kerajaan dan kekaisaran di Eropa harus mengalami kekalahan telak melawan pasukan Turki Utsmani. kemenangan Mohacs sendiri jadi kemenangan paling berpengaruh bagi Utsmani di Eropa, sehingga tahun 1529 M, wilayah Utsmani mencapai pintu gerbang Vienna (Wina) Austria yang menandakan separuh Eropa daratan tercerahkan dengan cahaya Islam.
 
Menjadi harapan kita umat Islam pastinya, shalat Jumat raksasa di Aksi Bela Islam III yang "Super Damai" nanti  menjadi ajang rasa syukur, unjuk kekuatan dan ukhuwah melalui cara yang indah juga: Dari Monas, menampakkan risalah Islam kepada dunia.
 
Ilham Martasyabana
Pegiat Sejarah Islam
0 Komentar