First Travel Harap Kebijakan Visa Umroh-Haji Berbayar Dikaji Ulang

Minggu, 06 November 2016 - 16:14 WIB | Dilihat : 2106
First Travel Harap Kebijakan Visa Umroh-Haji Berbayar Dikaji Ulang Dirut First Travel Andika Surahman Siregar dan istrinya, Anisa Hasibuan, dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad siang (06/11).
Jakarta (SI Online) -  Kedutaan Besar Arab Saudi memastikan kebijakan visa umroh dan haji berbayar senilai 2.000 riyal Saudi atau sekira tujuh juta bagi jamaah yang pernah umrah maupun haji diberlakukan mulai tahun 1438 H.
 
Meski demikian, pada 1438 H ini semua yang sudah berhaji maupun umroh dianggap belum melaksanakan ibadah tersebut sehingga semua visa ditanggung pemerintah Arab Saudi. 
 
Menanggapi kebijakan ini, Direktur Utama First Travel Andika Surahman Siregar mengatakan, pihaknya menghargai keputusan pemerintah Kerajaan Arab Saudi itu. Hanya saja, ia berharap aturan itu dapat dipertimbangkan kembali. 
 
“Ini akan berdampak pada pelaku usaha umroh haji. Biaya menjadi tinggi, efeknya terjadi penurunan jamaah. Saya berharap itu bisa dikaji ulang,” ungkap Andika dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad siang (06/11).
 
Jika pun aturan itu benar-benar diterapkan, Andika berharap, kebijakan tersebut diterapkan tidak secara revolusioner, namun bertahap agar para penyelenggara juga dapat mengikuti. 
 
“Seperti bermain musik, penyanyi akan lebih mudah mengkuti irama yang dimainkan,” tambah Andika.
 
Seperti diketahui, umat Islam yang akan melaksanakan umrah kedua kalinya dalam setahun akan membayar biaya lebih mahal. Demikian pula yang akan berhaji kedua kalinya juga akan dikenakan visa berbayar untuk musim haji tahun depan (1438 H/2017).
 
Aturan ini tidak berlaku bagi umat Islam yang baru pertama kali melaksanakan haji. Mereka  tidak dikenai biaya visa alias gratis. Hal sama juga berlaku kalau dalam satu musim umrah hanya berangkat sekali. 
 
Hanya, setiap jemaah umrah akan tetap dikenakan biaya pengurusan visa umrah seperti yang sudah lama berlaku. Pengurusan visa umrah selama ini menggunakan jasa provider visa yang tiap jemaah dikenakan biaya antara 70 dolar AS-80 dollar AS Rp900.000-Rp1 juta per orang.
 
Red: shodiq ramadhan
0 Komentar