Bingung Pilih Jurusan, IPA atau IPS?

Selasa, 05 Maret 2013 - 12:26 WIB | Dilihat : 10792
Bingung Pilih Jurusan, IPA atau IPS?

Diasuh oleh:
Bune Sukma Prawitasari, S.Psi, M.Psi., Psikolog
Dosen Output Character Building UII Yogyakarta
Pimpinan EePyC Counsultant (Education & Empowerment Psychology Centre)


Assalamualaikum, Bune. Saya mau tanya, ayahku seorang guru tetapi ia memilih membuka sebuah swalayan yang cukup besar dan ibu saya adalah seorang perawat. Saya masuk salah satu SMA di daerah Yogja, ortuku menyarankan saya harus masuk IPA. Saya berusaha mati-matian untuk mendapatkan jurusan itu, karena mereka beranggapan jurusan IPA adalah yang paling baik sedangkan jurusan IPS tidak  memberikan masa depan yang bagus. Tapi saya juga tidak begitu yakin dengan kemampuan otak saya dalam memilih jurusan tersebut. Saya terkadang takut dimarahi  ketika menerima rapor dan nilai saya turun. Terkadang saya hanya di suruh belajar belajar dan belajar. Padahal saya juga ingin punya banyak teman dan bermain.  Bagaimana solusinya Bun ?

Dyta- Yogya

Waalaikum salam
Salam kenal, Dyta.

Empat belas tahun yang lalu, Bune ada di posisi seperti Dyta lho. Ortu paksa bune pilih IPA dengan alasan 'masa depan' IPA lebih baik daripada IPS. Sedih rasanya, apalagi Bune harus ikut LES yang sudah mereka tentukan (Bune Bimbel sejak kelas XI). Saat itu Bune lagi senang-senangnya organisasi karena bisa punya banyak sahabat.

Yang dulu Bune lakukan adalah :

1. Menangis (hehe, berharap ortu akan kasihan). Tapi ternyata tidak berhasil membuat mereka luluh.

2. Bune curhat ke salah satu Om (paman). Om yang satu ini, walau bukan Om kandung, tapi dia 'didengar' pendapatnya oleh ortu, karena sudah lumayan sukses dan mandiri. Om ini yang akhirnya bicara ke ortu bahwa...Bune sangat ingin menjadi orang sukses. Salah satu cita-cita Bune saat itu adalah ingin jadi Psikolog.

Nah, kebetulan Fakultas Psikologi bisa ditempuh dari jurusan IPS dan IPA. Om juga bercerita bahwa masa sekarang ini, yang penting adalah Bune enjoy agar nilai di sekolah dapat maksimal. Nah, bila Dyta mau 'meniru' cara tersebut. Coba deh pilih seseorang dari anggota keluarga, yang sosoknya di'hargai' oleh bapak/ibu.

Langkah selanjutnya, Dyta harus bisa menyakinkan sosok itu untuk mau bicara ke bapak dan ibu tentang keinginan Dyta. Apa cita-cita terbesar Dyta, dan betapa beruntungnya usaha bapak kelak bila Dyta memilih IPS (karena sudah punya basic akuntansi untuk manajemen keuangan toko)

Ada juga lhoo Dyta, beberapa tipe ortu yang malah LULUH hatinya bila kita menyampaikan keinginan lewat surat. Surat biasanya lebih diterima, karena surat tidak menimbulkan emosi/debat. Jadi ortu bisa berfikir usai membacanya.

Dyta wajib berjuang untuk cita-cita Dyta. Bune tidak mengajari melawan ortu lho ya. Karena BERJUANG, berbeda dengan melawan.

Berjuang adalah : Dyta menahan semua rasa takut, malu, kesal, marah..dan TERUS berusaha menyakinkan ortu lewat percakapan yang baik.

Berjuang adalah : Selagi Dyta belum berhasil pindah ke IPS, ..maka Dyta tetap melakukan yang terbaik selama di IPA. Sekalipun raport IPA tidak maksimal, kita tidak menyalahkan ortu sebagai penyebabnya.

Good luck, Keep kontak, dan Bune berdoa agar dyta menjadi yang terbaik di cita-cita dyta,..dengan diiringi restu dari ortu. Sesuai dengan hadist Nabi SAW yang berbunyi: “Keridhoan Allah ada pada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan-Nya ada pada kemurkaan kedua orang tua” (Riwayat Tirmidzi dalam Jami’nya (1/ 346). Hadits ini Shohih, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516)

Go go go Dyta !
Wassalamualaikum...

0 Komentar