FSLDK Luncurkan Gerakan Nasional Peduli Negeri

27 Februari 10:54 | Dilihat : 968
FSLDK Luncurkan Gerakan Nasional Peduli Negeri


Surakarta (SI Online) - FSLDK Indonesia sukses menyelenggarakan Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) III di Universitas Negeri Surakarta (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, pada Jumat hingga Ahad, 24-26 Februari 2017. Agenda ini dihadiri oleh 120 peserta yang merupakan pimpinan dari 37 Pusat Komunikasi Daerah sebagai perwakilan dari Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia.
 
Rapat Pimpinan Nasional membahas arahan kerja serta evaluasi dari program-program FSLDK Indonesia dalam upayanya untuk membangun Indonesia. Tak hanya itu, pada kesempatan ini FSLDK juga mendeklarasikan "Gerakan Nasional Peduli Negeri" yang akan fokus pada pencegahan narkoba dan miras serta membangun jiwa nasionalisme pada mahasiswa. Gerakan ini bekerja sama dengan DPR RI Komisi I, Ganas Annar (Gerakan Nasional Anti Narkoba) MUI, Genam (Gerakan Anti Miras), dan DPD RI.
 
Salah satu poin penting dari simpul pergerakan ini adalah adanya advokasi kurikulum anti narkoba, anti miras, dan wawasan kebangsaan pada saat orientasi mahasiwa baru. 
 
Narkoba dan miras adalah induk dari degradasi moral generasi muda Indonesia. "Miras adalah salah satu gerbang menuju kepada penggunaan narkoba. Sebagai generasi muda kita harus lawan miras dengan peran kita masing masing" tutur Fahira Idris, Ketua Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) 
 
Sedangkan Titik Haryati, Wakil Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkoba MUI menegaskan bahwa aktivis dakwah harus siap untuk melawah narkoba, bahkan Ganas Annar siap memfasilitasi pelatihan untuk menjadi Satgas Anti Narkoba. 
 
Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari memaparkan tentang pentingnya peran pemuda untuk menjaga kedaulatan NKRI. 
 
"Apa yg anda kerjakan hari ini mungkin biasa-biasa saja.Tapi 20 tahun yang akan datang peristiwa ini akan menjadi sejarah dan kalian akan memimpin negeri ini. Karena kalian adalah pemilik sah negeri ini, "paparnya.
 
"Kita adalah anak kandung Indonesia, yang berhak mewarisi negeri ini adalah kita, bukan bangsa lain. Maka membangun dan menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama", tegas Hanafi Ridwan Dwiatmojo dalam akhir deklarasi.
 
Deklarasi ini ditandatangani oleh perwakilan dari masing-masing stakeholder dari berbagai elemen yaitu Fahira Idris, S.E., M.H (Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras), Dr. Hj. Titik Haryati, M.Pd, (Wakil Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkoba), Dr. Abdul Kharis Almasyhari, S.E., M.Si., Akt., C.A (Ketua Komisi I DPR RI), serta perwakilan dr FSLDK Indonesia yang diwakili Hanafi Ridwan Dwiatmojo selaku Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia. []
 
1 Komentar