Doakan Aksi Bela Islam III, Pelajar Indonesia di Yaman Gelar Ahgaff Bersalawat

Sabtu, 03 Desember 2016 - 14:38 WIB | Dilihat : 2214
Doakan Aksi Bela Islam III, Pelajar Indonesia di Yaman Gelar Ahgaff Bersalawat Mahasiswa Indonesia di Tarim, Yaman menggear acara acara Ahgaff Bersalawat, Kamis malam (01/12).


Tarim (SI Online)-Kamis malam (1/12) para pelajar Indonesia yang berdomisili di Kota Tarim, Yaman berkumpul dalam acara Ahgaff Bersalawat. Acara yang diselenggarakan di ruang Auditorium Universitas Al-Ahgaff ini digelar atas kerjasama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman, PPI Wilayah Hadhramaut, PCI-NU Yaman, FMI Yaman, AMI Al-Ahgaff dan berbagai organisasi lainnya.
 
Acara ini digelar dalam rangka menyambut kedatangan bulan kelahiran Rasulullah Saw sekaligus mendoakan tanah air tercinta agar selalu dilingkupi ketentraman, keamanan dan keadilan. Serta umat Islam di Indonesia diberi keselamatan dan kemenangan khususnya pada Aksi Super Damai Bela Islam III, Jumat (02/12) di Monas Jakarta.
 
Acara selawatan ini dikemas dengan nuansa ala Habib Syekh dipimpin oleh Habib Hanif Alattas. Qasidah NKRI Harga Mati, qasidah Nahdlatul Ulama, tembang Turi Putih dan lainnya membuat suasana menjadi hidup dan terasa kental dengan nuansa kenusantaraan.
 
Hadir dalam acara M. Abdul Muhith, B.Sc Sekjen PPI Yaman, Jihadul Muluk Ketua PPI Hadhramaut, H. Imam Rahmatullah ketua PCI NU Yaman, serta Ali Reza Assegaff Ketua FMI Yaman.
 
"Jika kita disini bisa bersatu meskipun dengan latar belakang dan organisasi yang berbeda, maka insya Allah besok akan terwujud juga persatuan seluruh umat Islam di Indonesia," tegas Habib Hanif Alattas di sela-sela acara.
 
Ketua PPI Hadhramaut Jihadul Muluk dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya menjaga asas Bhineka Tunggal Ika. Sebuah asas negara yang bisa menyatukan seluruh rakyat dari ratusan suku dan bahasa walaupun berbeda agama.
 
"Umat Islam menyampaikan aspirasinya dengan aksi 212 itu tidak menistakan asas Bhineka Tunggal Ika. Justru orang yang menghina dan menista simbol agama lain itulah yang menciderai ke-bhineka-an. Harus segera dihukum dengan adil," kata pria asli Lombok NTB itu.
 
Sementara dari ketua PCI-NU Yaman, H. Imam Rahmatullah, menyampaikan bagaimana umat Islam dalam bulan Maulid ini seharusnya meneladani akhlak Rasulullah Saw, terutama sifat rahmah atau sifat belas kasih. Sebab dakwah yang santun terbukti cepat mendapatkan respon positif dari masyarakat.
 
"Rasulullah itu bersifat rahmah, tapi ketika agama Allah yang dihina, maka Rasulullah marah, namun marahnya Kanjeng Nabi itu tetap membuka pintu maaf," ujar mahasiswa tingkat akhir Universitas Al-Ahgaff yang akrab dengan sapaan Gus Imam ini.
 
Ia melanjutkan, bahwa apa yang dilakukan oleh umat Islam pada aksi 212 di Monas itu menurutnya sudah tepat. Karena nasehat yang santun dalam aksi tersebut adalah salah satu cara umat islam dalam mengingatkan para pemimpinnya.
 
Acara sukses dihadiri ratusan pelajar Indonesia ini berjalan dengan lancar dan penuh antusias. Ditutup dengan salat Isya berjamaah, lalu ramah tamah dengan menu masakan khas nusantara.
 
rep: Azro
red: shodiq 
0 Komentar