PCI NU Yaman Gelar Sejumlah Kegiatan Sambut Hari Santri

Selasa, 27 September 2016 - 11:28 WIB | Dilihat : 1633
 PCI NU Yaman Gelar Sejumlah Kegiatan Sambut Hari Santri HSN

 

Menjelang pergantian bulan September, PCI NU Yaman bersama Persatuan Pelajar Indonesia di Hadramaut (PPI) akan menggelar beberapa event demi memeriahkan Hari Santri, 22 Oktober dan Hari Pahlawan, 10 November mendatang.
 
Dengan mengusung tema ‘Revitalisasi Jihad Santri dan Nasionalisme’ di Hari Santri dan Pahlawan tahun ini, panitia kerja akan menyajikan event yang agak berbeda dari tahun sebelumnya. Ada dua item penyegar, pertama adalah Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI) 2016 yang digelar untuk para santri dan pelajar se-Timur Tengah, Afrika, serta wilayah Turki dengan mengusung tiga tema berbeda, yaitu ‘Meneladani Semangat Jihad Para Pendahulu, Islam dan Nasionalisme, dan Implementasi Syariat Islam dalam Membangun Ekonomi Negara’. Event OKTI ini rencananya akan diadakan mulai tanggal satu Oktober sampai sepuluh November.
 
Yang kedua adalah Seminar Ilmiah dengan mendatangkan Habib Umar bin Al- Hafidz sebagai pemateri seminar. Acara ini akan diselenggarakan tepat pada tanggal 21 Oktober -- malam Hari Santri. Sebelum acara ini, yaitu pada tanggal 20 Oktober, para santri dan pelajar akan disuguhi diskusi berjudul ‘Aktualisasi Substansi Jihad dalam Era Modern’ yang dikemas dalam acara Indonesia Santri Club (ISC). Diskusi ini merupakan pengadopsian diskusi ala ILC (Indonesia Lawyers Club), namun tentunya dengan isi dan konsep yang berbeda.
 
Pengangkatan ‘Revitalisasi Jihad Santri dan Nasionalisme’ sebagai tema besar untuk Hari Santri jilid II dan Hari Pahlawan ini, sebagaimana komentar Ketua Tanfidziyah PCI NU Yaman, Sdr. Imam Rohmatullah, bertujuan agar mampu menghidupkan serta meningkatkan kembali semangat jihad para santri dalam membela negara sekaligus mengokohkan jiwa nasionalisme dan loyalitas santri kepada negara, meskipun nilai-nilai jihad di zaman sekarang berbeda dengan era penjajahan dahulu. 
 
“Kami berharap kepada para santri kedepannya, dalam membangun negara melalui setiap lini dan lapisan dapat ditingkatkan dan menjadi semakin lebih baik,” tandas mahasiswa tingkat akhir Universitas Al Ahgaff asal Sarang, Jateng yang akrab disapa dengan Gus Imam itu 
 
(Koor. LMI)
 
1 Komentar