Bela Negara Butuh Teladan Penguasa

Jumat, 09 September 2016 - 15:16 WIB | Dilihat : 2182
 Bela Negara Butuh Teladan Penguasa Sebagian peserta Apel Bela Negara di Lapangan Monas Jakarta. (foto: liputan6.com)

 

Selasa (23/08), Kementrian Pertahanan mengadakan Gelar Apel Bela Negara di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Apel dihadiri sekitar 10 ribu peserta. Menhan Ryamizard mengajak setiap komponen bangsa Indonesia mewujudkan kecintaan pada tanah air. Salah satunya dengan mendukung program bela Negara yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi sejak 19 Desember 2014 (m.tempo.co, 23/08). Selain melakukan sosialisasi dan pelatihan, Kemenhan juga bekerja sama dengan Kemendikbud membuat kurikulum pengajaran bela Negara dari tingkat TK hingga perguruan tinggi (Harianterbit.com, 23/08).
 
Setiap warga Negara memang memiliki kewajiban untuk membela negaranya. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah membela Negara dari ancaman siapa ? Pasalnya, selama ini pemerintah maupun masyarakat menganggap bahwa ancaman Negara adalah paham komunisme dan “Islam radikal”. Padahal sudah jelas bahwa neo-liberalisme dan neo-imperialisme lah yang telah mengancam dan merusak Negara ini. Anggapan seperti ini sungguh berakibat fatal dan dapat menimbulkan kesan negatif terhadap kelompok-kelompok yang dicap sebagai ancaman negara, terutama kelompok yang berjuang untuk menerapkan syari’ah Islam, kerap dianggap sebagai kelompok radikal, anti Pancasila bahkan teroris. Sebaliknya, Barat dan Negara-negara kafir malah dijadikan sebagai kawan, padahal mereka terus menjajah meskipun dalam bentuk penjajahan non-fisik.
 
Terkait bela Negara, pemerintah ternyata tak mampu memberikan teladan yang baik. Pemerintah mengintruksikan rakyat  untuk bela Negara, tetapi di sisi lain pemerintah malah menggadaikan Negara dan membiarkan negeri ini berada dalam cengkraman asing. Dengan demikian, maka jelaslah bahwa ancaman utama bagi negeri ini adalah Sekularisme (yang melahirkan tatanan yang jauh dari Islam) serta neo-liberalisme dan neo-imeprialisme (yang digunakan oleh asing untuk mengontrol politik pemerintahan dan menghisap sumber daya ekonomi Negara lain).
 
Setelah mengetahui ancaman Negara yang sebenarnya, maka jika kita memang peduli terhadap Negara dan ingin membela Negara maka yang harus kita lakukan adalah mencari solusi tuntas atas semua permasalahan Negara ini. Lantas apa solusinya ? Solusinya tidak lain dengan terus berjuang untuk menegakkan Syariah dan Khilafah. Karena Syariahlah yang akan menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan akibat sistem sekular-liberal, dan Khilafah lah yang akan menghentikan ancaman neo-imperialisme di negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia.
 
Irma
Mahasisiwi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
1 Komentar