Nafas Baru Kaum Santri

Jumat, 06 Mei 2016 - 08:26 WIB | Dilihat : 3876
Nafas Baru Kaum Santri Peserta Muktamar Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Pada 29 April hingga 1 Mei yang lalu, telah diadakan Muktamar Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Dihadiri oleh 34 BEM perguruan Tinggi Pesantren se-Indonesia, agenda muktamar yang dipanitiai tim dari Dewan Mahasiswa UNIDA Gontor berjalan dengan lancar dan sukses. 

Dari BEM Perguruan Tinggi Pesantren se-Indonesia tercatat dua dari Kalimantan, empat dari Jawa Tengah, dua dari Jawa Barat, dan satu dari Sumbawa.  Ini merupakan lompatan yang besar dari Halaqoh BEM Pesantren meskipun masih berusia amat belia. 
 
Pada Muktamar kali ini Halaqoh BEM Pesantren memperluas jangkauan dan taraf dari yang sebelumnya regional menjadi nasional. 
 
Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi dan penyampaian pesan dan nasehat dari Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal berjudul “Mahasiswa Santri sebagai Ujung Tombak Peradaban Islam”. 
 
 
Selain diisi dengan sidang-sidang yang terlaksana dengan sangat khidmat khas santri, rangkaian acara diisi pula dengan seminar pemikiran Islam oleh Adian Husaini berjudul “Tantangan Pemikiran Islam”, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi berjudul “Membangun Peradaban Islam”, dan Dr. Dihyatun Masqon berjudul “Mengenal Gontor”. 
 
Forum Sharing dimana wakil dari lima BEM Perguruan Tinggi Pesantren mempresentasikan kondisi dan kegiatan kampusnya masing-masing di depan seluruh peserta dan juga mahasiswa UNIDA Gontor diletakkan di pertengahan muktamar. Hal ini ditujukan untuk menstimulus diskusi mengenai tema yang sama antarpeserta Muktamar sehingga bisa saling mengembangkan kampusnya masing-masing.  
 
Selepas shubuh sepanjang hari-hari Muktamar, Dr. Kholid Muslih mengisi kajian kecil bagi para peserta ikhwan, sementara kajian bagi peserta akhwat diisi oleh Ustadzah Neneng Uswatun Hasanah dan Dr. Rosyda Diana. 
 
Hari terakhir Muktamar diisi dengan kunjungan ke area Pondok Modern Darussalam Gontor dan ziarah ke Pondok Tegalsari Ponorogo. Acarapun ditutup dengan pembacaan 11 rekomendasi Muktamar Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia dan sambutan dari Wakil Rektor Dua Universitas Darussalam Gontor, Dr. Setiawan bin Lahuri.
11 Butir rekomendasi Muktamar Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia 2016 ialah sebagai berikut; (1) Bertekad menghidupkan dan mengutamakan pengembangan diri dengan Ilmu dan Akhlaq, (2) Mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap Pendidikan yang berbasis akhlaqul karimah terutama Pendidikan pesantren. (3) Siap mengabdikan diri sepenuhnya bagi agama, nusa dan bangsa (Hubbul Waton  Minal Iman), (4) Menolak setiap pemimpin yang dzalim, arogan, serta tidak mengakomodir kepentingan ummat Islam, dan (5) Siap menjadi garda terdepan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi Indonesia.
 
Selanjutnya,  (6) Mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi penyalahgunaan NARKOTIKA dan peredarannya, (7) Menolak faham-faham yang tidak sesuai dengan al-Qur’an dan al-Hadist, (8) Menolak LGBT beserta seluruh usaha dalam mengkampanyekannya, (9) Menolak faham komunisme dan seluruh usaha untuk menghidupkannya kembali di Indonesia, (10) Menolak usaha memecah belah umat Islam dalam bentuk apapun, (11) Islam bukan teroris, teroris bukan Islam.
Seusai acara, disepakati pula penyelenggaraan Silaturami Nasional pada beberapa bulan mendatang yang rencananya akan bertempat di STIU Al-Hikmah Darul Qur’an Bogor. Para peserta pun bersalaman wujud persahabatan yang terpupuk amat erat serta semangat bersama meninggikan nilai-nilai pesantren.
 
Rep: Usamah Rahman
 
 
0 Komentar