Beragama Harus Serius!

10 November 08:05 | Dilihat : 161
Beragama Harus Serius! Ilustrasi: Santri Pesantren Nuu Waar, Bekasi, Jabar, mengikuti pembukaan Mukhayyam Alquran 10 Juz.

Beberapa waktu lalu tepatnya Selasa (25/7/2017) di Kabupaten Mamuju, Sulbar, di sebuah acara Khatamal Quran 7769 santri dari 101 santri TPQ, Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Lukman Hakim Syaifuddin dalam memberi sambutannya menghimbau kepada masyarakat setempat khususnya dan umumnya kepada seluruh warga masyarakat Indonesia untuk tidak terlalu formalistis dalam beragama karena dikhawatirkan akan menjadi manusia yang lupa akan toleransi beragama dan nilai-nilai budaya Indonesia. Himbauan itu perlu kita cermati. Apakah benar, bahwa dalam beragama seseorang tidak boleh formalistis (serius)?

Formalistis dalam KBBI berarti sangat ketat berpegang pada peraturan dan tata cara yang berlaku. Ini berarti kita sebagai seorang muslim harus benar-benar terikat dengan ajaran agama yang telah Allah turunkan dan perintahkan kepada kita selaku manusia melalui Rasulullah Saw dalam menjalani segala lini kehidupan ini. Setiap Muslim yakin sepenuhnya bahwa karunia Allâh Azza wa Jalla yang terbesar di dunia ini adalah agama Islam. Seorang Muslim wajib bersyukur kepada Allâh Azza wa Jalla atas nikmat-Nya yang telah memberikan hidayah Islam. Allâh Azza wa Jalla menyatakan bahwa nikmat Islam adalah karunia yang terbesar, sebagaimana firman-Nya :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا 

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…” [QS. Al-Mâidah [5]:3]

Sebagai bukti syukur seorang Muslim atas nikmat ini adalah dengan menjadikan dirinya sebagai seorang Muslim yang ridha Allâh sebagai Rabb-nya, Islam sebagai agamanya, dan Rasûlullâh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Nabinya. Seorang Muslim harus menerima dan meyakini agama Islam dengan sepenuh hati. Artinya ia dengan penuh kesadaran dan keyakinan menerima apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengamalkan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika seseorang ingin menjadi Muslim sejati, pengikut Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang setia, maka ia harus meyakini Islam sebagai satu-satunya agama yang haq (benar). Ia harus belajar agama Islam dengan sungguh-sungguh dan mengamalkan Islam dengan ikhlas karena Allâh Azza wa Jalla dengan mengikuti contoh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Jikalau yang ditakutkan ketika kita serius dalam beragama adalah lunturnya nilai toleransi beragama antar umat manusia itu adalah sesuatu yang sangat salah. Justru intoleran yang terjadi dikarenakan kita tidak serius dalam mempelajari agama. Dengan kita serius dalam beragama itu akan memunculkan rasa kasih sayang kepada sesama manusia yang telah sejak dulu ada dalam tubuh agama Islam. Agama Islam sendiri adalah agama yang damai. Agama yang mendatangkan kebaikan bagi pemeluknya dan di sekitarnya. Agama yang hanya akan mendatangkan kebaikan untuk seluruh penduduk bumi ini. Maka dengan segala karunia yang indah ini sepatutnya kita serius dalam beragama dan bukan menomerduakan agama dengan nilai-nilai lain yang hanya omongan belaka. 

Rika Kamila
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. 

0 Komentar