#Selamatkan Rohingya

Aktivis Mahasiswi Jember Serukan Pembebasan Rohingya dengan Islam Kaffah

11 September 11:43 | Dilihat : 335
Aktivis Mahasiswi Jember Serukan Pembebasan Rohingya dengan Islam Kaffah KOMPAK.ID (Komunitas Mahasiswi dan Pemuda Aktivis Indonesia)  menggelar Aksi Solidaritas Peduli Muslim Rohingya, di Jember, Ahad pagi, 10 September 2017

Jember (SI Online) - Puluhan aktivis mahasiswi Jember yang tergabung dalam KOMPAK.ID (Komunitas Mahasiswi dan Pemuda Aktivis Indonesia)  menggelar Aksi Solidaritas Peduli Muslim Rohingya, Ahad pagi, 10 September 2017. Para mahasiswi menggalang dana, tebar flayer seruan, bentang spanduk dan poster, serta orasi seruan bebaskan Rohingya. 

Acara yang diselenggarakan di alun-alun kota Jember ini pun menyedot perhatian dari ratusan pejalan kaki yang melewati trotoar. Mereka menghentikan langkah untuk membaca poster dan spanduk, menyumbang dana, bahkan ada yang berfoto di depan spanduk.

Para aktivis menilai bahwa kaum muslim Rohingya yang disiksa dan dipukuli tanpa dosa, anak-anak dan perempuan dibunuh, ditenggelamkan, dan diusir dari Myanmar hingga hari ini bukanlah sekedar masalah kemanusiaan, tapi masalah penjajahan yang menimpa kaum muslim di sana. 

“Masalah perampasan kedaulatan secara keji dan paksa yang dilakukan oleh militer Myanmar yang ditunggangi Inggris melalui aksi penjajahan. Hal ini merupakan buah dari adanya penjajahan negara kapitalis di negeri kaum muslimin,” tegas Nuning Wulandari, orator dari aktivis Komunitas Energi Terbarukan Politeknik Negeri Jember.

Penjajahan tidak bisa disolusi hanya dengan bantuan logistik, dana, dan doa semata. Para aktivis berusaha menyeru kepada para penguasa negeri muslim untuk benar-benar menghentikan ketidakadilan yang menimpa kaum muslim Rohingya. Hal ini nampak dari massa yang yang membawa sejumlah poster bertuliskan “Wujudkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Kirim TNI untuk Membela Rohingya”; Tragedi Rohingya Bukti Kaum Muslim Butuh Kesatuan dan Kekuatan Politik dan Militer”, dan semacamnya.

Pada akhir Aksi solidaritas yang berlangsung selama tiga jam lamanya, orator menyampaikan bahwa keadilan hakiki akan dapat terwujud dengan mengambil islam secara kaffah atau menyeluruh, sebab dengan itu Islam Rahmatan Lil Alamin dapat kembali terwujud. 

“Darah mereka akan dilindungi, harta mereka akan dijaga, dan kehormatan mereka akan dijunjung tinggi. Bahkan padangan Islam, nyawa seorang yang tidak berdosa bahkan lebih berharga dari dunia, papar Karina Larasati, aktivis HMJ Agrobis Universitas Muhhamadiyah Jember. Karina mengajak semua pihak untuk menghilangkan sekat-sekat maya teritori untuk selamatkan Rohingya. 

“Saatnya kaum muslim bersatu, membebaskan Rohingya dengan Islam kaffah, serunya. Aksi ini berjalan tertib dan rapi serta banyak menerima apresiasi dari masyarakat maupun aparat keamanan.

Kontributor : Nur Arsyila

0 Komentar