Hadapi Perang Opini, FMI Yaman Helat Diklat Kepenulisan

29 Maret 14:04 | Dilihat : 150
Hadapi Perang Opini, FMI Yaman Helat Diklat Kepenulisan FMI Yaman

Tarim (SI Online) - Tren perang opini adalah sebuah keadaan yang seharusnya menyadarkan kita semua untuk ikut berkecimpung di dalamnya. Pengaruh media informasi dalam menyetir opini publik acap kali hanya berasal dari sebuah tulisan.
 
Menghadapi hal itu, Front Mahasiswa Islam (FMI) Yaman menggelar Diklat Kepenulisan pada Selasa (28/3) di Tarim Hadhramaut, Yaman guna menstimulasi semangat dakwah seluruh anggota FMI, khususnya di bidang kepenulisan.
 
Muhammad Abdurro'uf tampil sebagai narasumber utama dengan mempresentasikan makalahnya yang berjudul "Mengawinkan Tulisan dan Dakwah".
 
Ia mengawali pembahasan dengan mengungkap urgensi dari sebuah tulisan, khususnya di era masa kini. Mahasiswa asal Kudus ini mengutip sebuah adagium yang berbunyi: "Kebohongan yang terulang-ulang, akan dipercayai oleh orang".
 
Dan media informasi lah yang mampu memanifestasikan adagium tersebut dalam ranah publik. Baik berupa sebuah artikel, ataupun makalah.
 
Narasumber membedakan antara artikel dan makalah, bahwa artikel adalah tulisan yang memuat hasil pemikiran secara utuh, sedangkan makalah adalah artikel yang dipresentasikan.
 
Masuk ke inti pembahasan, narasumber memaparkan beberapa tips ketika ingin memulai untuk menulis sebuah artikel ataupun makalah. Mulai dari mencari ide pokok tulisan, kerangka karangan, paragraf awal yang mengikat pembaca dalam pandangan pertama, adapun judul, bisa dimunculkan baik di awal maupun di akhir setelah artikel selesai ditulis.
 
Untuk tips mengolah isi artikel, narasumber mengingatkan agar kita selalu mengingat niat awal ketika menulis, yaitu memberikan pemahaman kepada pembaca, bukan pamer kosakata.
 
"Hindari pemborosan dalam penggunaan kosakata, kalimat majemuk, klise, yang mana semua itu dapat menjadikan pembaca bingung dan jenuh." tandas Ro'uf.
 
Beranjak ke tips untuk mengakhiri sebuah artikel, Ro'uf menjelaskan bahwa kunci dari penutup sebuah artikel adalah kerangka karangan. Dengannya, penulis yang sudah masuk ke dalam luasnya isi pembahasan akan dibimbing oleh kerangka kerangan tersebut.
 
Paragraf penutup, bisa diisi dengan kesimpulan dari pembahasan, saran, pertanyaan yang mengambang, kutipan kalam hikmah, atau bahkan sebuah cuplikan cerita unik yang masih berhubungan dengan isi artikel.
 
Acara diakhiri oleh moderator, Hb. Hafizh al-Qadrie dengan beberapa termin tanya jawab dan do'a akhir majelis oleh Hb. Hanif al-Atthas. 

rep: bayu
red: adhila

0 Komentar