Krisis Sikap Hormat terhadap Guru Nodai Dunia Pendidikan

07 Maret 13:26 | Dilihat : 197
Krisis Sikap Hormat terhadap Guru Nodai Dunia Pendidikan Ilustrasi: Seorang guru sedang mengajar murid-muridnya di kelas.

Menurunnya rasa hormat (respect) siswa terhadap guru merupakan masalah umum yang tengah dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini. Dunia pendidikan seperti tak henti-hentinya di dera noda. 

Belum kering ingatan tentang Hj. Nur'ain Lubis (63) alias Bunda Ain. Seorang Dosen UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara). Dia merupakan dosen PPKN dan pernah menjabat Dekan FKIP UMSU. Beliau ditikam oleh mahasiswanya sendiri yang  berinisial RS, mahasiswa FKIP UMSU Stambuk 2014. Kini terjadi lagi, Dasrul, seorang guru SMKN 2 Makassar dipukul oleh orangtua murid karena orang tua muridnya tersebut tidak terima anaknya di aniaya oleh Dasrul.

Dasrul mendapat bogem mentah dari orangtua muridnya, Ahmad Adnan, di dalam lingkungan sekolah, di jalan Pancasila, Makassar, sekitar pukul 10.30 WITA, Rabu (10/8/2016). Pelaku diketahui merupakan orangtua Alif Syahdan, kelas 2 jurusan Gambar II. Ahmad Adnan meninju korban di bagian hidung dan pelipisnya saat proses belajar-mengajar di sekolah sedang berlangsung.

Sangatlah miris melihat permasalahan yang tengah terjadi di dunia pendidikan saat ini. Menanggapi permasalahan yang menimpa dunia pendidikan saat ini, Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati menyesalkan tindak kekerasan yang terjadi. Menurut Reni, kasus tersebut membuat profesi guru menjadi tidak bermarwah. 

"Kondisi ini menjadi preseden tidak baik. Guru yang semestinya menjadi teladan dan panutan menjadi tidak memiliki marwah (karena sering menjadi korban aksi kekerasan)," kata Reni di Jakarta, Jumat (12/8). 

Reni menyebutkan pasca peristiwa itu ia mendapat banyak keluhan dari para guru atas fenomena kriminalisasi maupun aksi kekerasan fisik yang menimpa para guru. Sehingga kasus ini tidak bisa dianggap sepele. Karena itu pihaknya meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menyudahi praktik kriminalisasi dan tindakan kekerasan terhadap guru. sehingga tidak lagi, Guru dianggap melakukan tindak kriminal, saat melakukan proses pendiidikan.

Apabila kita menelisik lebih dalam pemicu terjadi krisis sikap hormat terhadap guru, membuat semakin pelik hal ini. Di satu sisi ada UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menjadi landasan legal bagi guru dan dosen memberikan pendidikan. Di sisi lain adaUU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang dapat dijadikan landasan bagi anak untuk melakukan keberatan hukum atas apa yang terjadi padanya. Hasilnya kedua UU ini bias dan menimbulkan dilema dalam proses pendidikan. Lebih jauh dalam aplikasinya, Guru dihadapkan pada situasi sulit dalam menghadapi kondisi siswa yang suliit diatur, tidak disiplin, sikap tidak hormat dan berani kepada guru. Jika tidak diberikan tiindakan yang tegas, akan membuat siswa semakin bebas dan berani. Jika diberikan tindakan tegas (sanksi), guru digugat bahkan dikriminalkan oleh siswa maupun orang tua.

Akar Masalah yang tengah terjadi dalam dunia pendidikan saat ini, yaitu Sekulerisasi pendidikan, HAM, liberalisasi, hedonisme menjadi akar persoalan yang mempengaruhi prilaku siswa yang semakin sulit diatur. Siswa yang diberikan pendidikan yang tidak bersinergi dengan pendidikan agama menjadi hasil dari sekularisasi di dunia pendidikan. Hak Asasi Manusia yang kebablasan menjadi alasan yang dipergunakan bagi siapapun saat melakukan pembelaan diri bahkan menjadi pelegalan untuk melakukan kekerasan dengan dalih itu adalah bagian dari Hak asasinya. 

Setali tiga uang dengan liberalisasi dan hedonisme, sebagai sebuah cara hidup yang dianut dan diajarkan pada para siswa. Para siswa semakin bebas dan melakukan apa yang mereka ingin lakukan tanpa menimbang baik-buruk nya, liberalisasi dan hedonisme memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan hal-hal yang kontra produktif dengan pendidikan yang mereka dapatkan, bahkan melanggar norma dan aturan yang berlaku. 

Apa yang terjadi saat ini berbanding terbalik dengan Islam. Islam menempatkan guru sebagai pusat ilmu bagi perkembangan dan perbaikan komunal yang ada di tengah-tengah masyarakat, sehingga Islam menganjurkan untuk menghormati guru dan memperlakukan guru sebagaai pendiidik yang mmemberikan pengaruh besar dalam membentuk kepribadian siswa. Tidak sampai disitu saja, untuk mencetak siswa yang berkualitas dan bersyakhsiyah unggul, harus ada sinergi antara guru dan orang tua. sehingga Islam memberikan tuntunan terhadap orang tua dalam memberikan dukungan moral kepada guru sebagai mitra dalam mendidik anak-anak mereka. Negara sebagi kontrol sistem utama, tidak berlepas diri dalam hal ini. Islam juga memastikan peran negara dalam memberikan tuntunan, dukungan dan penghargaan bagi guru sehingga dapat mendiidik secara optimal sesuai tuntunan syariah.

Telah nyata, berbagai problem yang ada adalah akibat penerapan sistem liberalisme. Karena itu solusi satu-satunya adalah dengan mencampakkan sistem liberal dan mengambil sistem Islam. Caranya adalah dengan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh melalui metode yang telah ditetapkan oleh Islam, yaitu melalui sistem Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian. Karena Khilafah Rasyidahlah yang mampu menyelesaikan semua permasalahan umat. Yang mampu menerapkan semua sistem Islam secara kaffah dalam semua aspek kehidupan.

Tanpa khilafah, niscaya banyak sekali hukum syariah yang tidak diterapkan dalam kehidupan, sebagaimana saat ini. Krisis yang tengah terjadi dalam dunia pendidikan, dimana seorang guru/dosen tidak dihormati lagi. Karena umat tidak memiliki pemimpin/ seorang imam (khalifah) yang bertugas melindungi umat dari berbagai ancaman musuh yang berniat untuk menghancurkan mereka. 

Khilafah juga akan menjadi junnah (perisai) yang melindungi umat Islam. Tidak seperti sekarang, Umat Islam benar-benar seperti anak yatim tanpa pelindung. Yang hanya dijadikan tumbal oleh para pelaku bisnis liberalisme yang menganut hukum kebebasan. Sehingga mereka bebas melakukan apapun sesuai dengan keinginannya sendiri. Tanpa peduli kerugian dan kerusakan yang harus ditanggung umat.

Karena itu, kita semua harus berjuang menegakkan syariah dan khilafah. Karena hanya dengan tegaknya khilafah, ketaatan pada syariah secara kaffah dapat diwujudkan, dan Islam Rahmatan Lil 'Allamiin dapat dirasakan semua umat. Wallahu a’lam bisshowab.

Restu Febrianti
Mahasiswi
 

0 Komentar