Hidup di Era Fitnah, Bagaimana Sikap Kita?

Jumat, 15 Juli 2016 - 05:48 WIB | Dilihat : 8128
Hidup di Era Fitnah, Bagaimana Sikap Kita? Pimpinan Majelis Az Zikra, Ustaz Muhammad Arifin Ilham (kiri) bersama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab
Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu. 
Allahuakbar, kini kita hidup di era penuh tantangan, godaan, fitnah, kezaliman, maksiat sampai masa bodoh. Kaum kuffar yang terus memerangi bahkan setiap hari kita dapat menyaksikan saudara kita dibunuh karena mereka Muslim. Demikian kaum musyrikin, didukung oleh kaum fasiqin dan munafiqin yang boleh jadi mereka beragama Islam tetapi anti Syriat Allah, pobia Islam, mendukung bahkan bekerja sama hingga sampai membuka jalan kekufuran dan kemusyrikan berkuasa. 
 
Sementara yang mengaku muslim sendiri banyak yang terlena dunia maksiat dan berbuat zalim pada saudaranya, plus dengan muslim yang asyik dengan dirinya, hobinya masa bodoh, cuek, seakan akan tidak ada terjadi apa apa. Kadang pada keluarga sendiri yang jauh dari Islam, belum lagi perpecahan umat Islam yang semakin memperparah keadaan umat mulia ini. 
 
Subhanallah keadaan ini persis yang telah Rasulullah sampaikan 15 abad silam, dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berkata, “Hampir terjadi keadaan yang mana ummat-ummat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang rakus yg makan mengerumuni makanannya”, Salah seorang sahabat berkata, “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?”. Nabi berkata: Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada didalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn”. Kata para sahabat, “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu? Beliau bersabda, “Cinta dunia dan takut mati” (HR Abu Daud dan Ahmad).
 
Lantas bagaimana sikap kita, sahabatku?! Semakin takutlah kepada Allah. Tetapkan diri dalam istiqomah. Bangunlah sholat malam. Selalu berjamaah di masjid. Hidupkan hati selalu berzikir. Selalu jaga wudhu. Hidupkan Sunnah Rasulullah.
 
Jaga, bimbing, selamatkan keluarga. Bergabunglah dengan para sahabat shaleh. Dengar nasehat dan berguru pada ulama Istiqomah. Hadirilah majelis ilmu dan zikir. Maksimalkan perhatian, pikiran, harta dan doa terhadap keadaan umat terutama saudara saudara kita yang ditindas. Sayangilah rendah hati pada umat nabi Muhammad. Sederhanalah, jangan banyak tertawa, jaga perasaan. "How can we sleep on the blood of syuhada Palestina, Afghan, Irak, Syuria, Afrika, Rohingya...".
 
Tetaplah bangga dengan Islam. Teruslah berdakwah. Sibukkanlah diri dengan asyik muhasabah diri. Jangan pernah berhenti berdoa. Dan full tawakal, hanya Allah penolong kita.
 
Sungguh sikap ini memang berat kadang dianggap asing, aneh, kampungan, sok alim, ekstrem bahkan dituduh teroris. Rasulullah bersabda, “Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana munculnya. Karena itu, beruntunglah orang-orang yang asing” (HR Muslim). “Akan datang kepada manusia masa (ketika) orang yang bersabar menjalankan agamanya di antara mereka seperti memegang bara api” (HR. Tirmidzi).
 
Allahuma ya Allah selamat kami, keluarga kami, negeri kami, seluruh umat Rasulullah yang sangat kami cintai...Aamiin.
 
 
(Ustaz Muhammad Arifin Ilham)
 

 

0 Komentar