Larangan Bertato, Mencabut Bulu Wajah dan Pangur Gigi

Minggu, 06 Oktober 2013 - 06:44 WIB | Dilihat : 17040
Larangan Bertato, Mencabut Bulu Wajah dan Pangur Gigi KH A Cholil Ridwan, Lc

Diasuh oleh:
KH A Cholil Ridwan, Lc
Ketua MUI Pusat, Pengasuh PP Husnayain-Jakarta Timur


Assalamu’alaikum. Mohon dijelaskan hukum seputar tato, mencabut bulu wajah dan pangur gigi bagi perempuan. Terima kasih.

Indah Abdillah, Bandung.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah.

Al-Wasymu (bertato) yaitu menusukkan jarum atau alat tusuk yang lain di telapak atau pergelangan tangan, bibir, dan anggota badan yang lain dari tubuh wanita sampai nantinya keluar darah. Tempat yang ditusuk jarum itu lalu dibubuhi celak atau serbuk yang lain, sampai kemudian kulit tersebut menghijau. Bisa juga digambarkan dengan lingkaran-lingkaran atau yang lain sesuai kemauan si empunya badan, bisa diperbanyak atau dikurangi (banyak atau sedikit).

Pelaku perbuatan ini dinamakan Al-Waasyimah yang menjadi objek perbuatan dinamakan Al-Marsyumah jika ada yang minta untuk ditato dinamakan Al-Mustarsyimah. (Syahr Shahih Muslim, 4/836).

An-Namsh yaitu mencabut atau menghilangkan bulu dari wajah. Sedangkan An-Namishah adalah yang mencabut, dan Al-Mutanammishah adalah yang meminta kepadanya untuk dicabut bulunya. (Ghoriibul Hadits lil Harbiy, 2/828, dan ibid, 4/837).

Al-Falj (pangur gigi) yaitu menjauhkan jarak antara gigi atas dengan gigi bawah. Biasanya dilakukan oleh orang tua yang usianya sudah lanjut, dilakukan untuk bisa tetap awet muda serta memperindah gigi, sebab tonjolan yang lembut pada gigi itu hanya milik anak kecil saja. Jika wanita sudah usia senja maka tonjolan-tonjolan gigi itu akan mengeras, lalu dilembutkan (dipangur) dengan alat pelembut agar kelihatan indah dan muda. Ini dinamakan juga dengan Al-Wasyr.

Ketiga perbuatan tersebut dilarang oleh syariat Islam. Pelakunya mendapat laknat, sebab di dalamnya ada perubahan terhadap ciptaan Allah swt.

Abdullah bin Umar r.a berkata,”Rasulullah saw melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang minta disambung (pakai sanggul), juga melaknat wanita yang bertato.” (Muttafaq’alaihi).

Abdullah bin Mas’ud r.a berkata, "Allah Ta’ala melaknat wanita-wanita bertato dan yang minta ditato, dan melaknat wanita-wanita yang mencabut bulu wajah dan yang minta dicabut bulunya, serta melaknat wanita-wanita yang mempangkur giginya agar kelihatan indah dan menarik, yang merubah ciptaan Allah SWT."

Beliau selanjutnya berkata, ”Ucapan dan perkataan itu didengar oleh seorang wanita dari Bani Asad. Orang menyebutnya dengan nama Ummu Ya'qub. Pada waktu itu ia sedang membaca Alquran. Mendengar itu ia datang ke Abdullah bin Mas'ud untuk bertanya, ”Hadits apa yang sampai kepadaku tentang pelaknatanmu terhadap wanita-wanita yang bertato dan minta ditato, juga wanita-wanita yang minta dicabut bulu wajahnya serta wanita-wanita yang mempangkur giginya yang merubah-rubah ciptaan Allah Ta’ala?” Dijawab oleh Abdullah bin Mas’ud dengan ucapan, ”Kenapa tidak? Rasulullah saw sendiri juga melaknat mereka, dan hal itu ada di dalam Alquran.”

“Tetapi aku tidak mendaptinya (menemukanya) padahal aku sendiri sudah membaca dari awal sampai akhir halaman mushaf,”jawab si wanita dengan sedikit menantang.

Abdullah bin Mas’ud dengan tenang menjawab, "Kalau sekiranya engkau teliti engkau pasti akan menemukan ayat itu. Bukankah Allah aza wajalla berfirman, “Dan apa-apa yang diperintahkan kepada kalian oleh Rasul (Muhammad), maka ambilah dan laksanakanlah serta apa-apa yang dilarang olehnya maka jauhilah (tinggalkanlah).”

Si wanita tadi bertanya lagi, ”Rasa-rasanya istrimu ada juga.” “Boleh dilihat di dalam,” kata Abdullah.

Kemudian si wanita itu masuk ke dalam, ternyata ia tidak melihat apa-apa pada diri istri Abdullah bin Mas'ud. Maka kembali lagi ia ke Abdullah dan berkata, ”Aku tidak melihat apa-apa.” Perkatan itu dijawab oleh Abdullah bin Mas'ud dengan tegas, ”Kalau ada, tentu aku tidak akan mengggaulinya.”

Abu Juhaifah r.a. berkata, ”Rasulullah saw melarang harga darah (menjualnya), harga anjing, uang upah pelacur, dan melaknat wanita yang bertato dan minta ditato, yang makan riba dan yang memberinya, juga melaknat orang-orang yang menggambar.” (HR Bukhari)

Al-Imam an-Nawawi r.a berkata,”Perbuatan ini diharamkan bagi pelakunya dan objeknya karena nash-nash hadist tersebut juga karena ada perubahan terhadap ciptaan Allah, berbohong dan bermain curang (mengelabuhi orang lain).”

Menurut 'Amr abdul Mun'im Salim dalam kitabnya Tsalatsuna Nahyan Syar'iyan lin-Nisa', karena pelakunya mendapat laknat, maka dalam hal ini dalam kategori dosa-dosa besar (kabair). Pendapat ini juga diungkapkan oleh al-Hafidz Adz-Dzahabiy dalam bukunya Al-Kabair, dan perbuatan tersebut dimasukan dalam urutan yang ke-60.

Berkaitan dengan wanita-wanita tertentu yang di wajahnya tumbuh jenggot atau kumis dikarenakan kelebihan hormon laki-laki pada mereka, Imam An-Nawawi mengatakan tidak diharamkan untuk mencabut atau mencukurnya. Bahkan terkategori disunahkan. Sementara tindakan memangur gigi dengan alasan kesehatan (adanya gejala sakit gigi), bukan semata untuk kecantikan menurut Imam Nawawi juga tidak diharamkan. Wallahu a'lam.

0 Komentar