Apa Tugas Partai Islam?

Selasa, 15 Desember 2015 - 16:19 WIB | Dilihat : 2845
Apa Tugas Partai Islam? Ilustrasi bendera dengan simbol Islam

Pengasuh:

KH Muhammad Al Khaththath
Sekjen Forum Umat Islam (FUI)
 
 
Pertanyaan: Pak Kyai, apa sih sebenarnya tugas partai Islam? 
 
Jawaban:
 
Tugas sebuah partai Islam yang pernah saya pelajari dari Hizbut Tahrir adalah menjawab perintah Allah SWT dalam firman-Nya di Surat Ali Imran ayat 104
 
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
 
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
 
Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
 
Oleh karena itu, dalam mendirikan sebuah partai politik, apalagi Partai Politik Islam, lebih khusus lagi bila namanya partai Islam, maka yang harus kita fokuskan adalah bagaimana partai Islam itu melakukan amanat Allah SWT yang ada dalam ayat di atas, yakni mengajak kepada "al khair:" atau kebajikan, yakni mengajak kepada umat manusia mnerima sistem Islam sebagai sistem kehidupan mereka.  
 
Partai Islam harus menerangkan secara jelas bagaimana seluruh isi ajaran Islam yang sistematis yang bila diterapkan syariatnya secara kaffah akan mewujudkan rahmatan lil alamin. Ini penting, agar istilah rahmatan lil alamin tidak dibajak orang dengan membuat definisi dan persepsi sendiri yang justru mereduksi kelengkapan dan kesempurnaan ajaran Islam. Sebut saja orang ada yang mengatakan Islam yang rahmatan lil alamin itu tidak membuat orang selain Islam menjadi sakit hati gara-gara mereka disebut kafir.
 
Nah kalau Islam rahmatan lil alamin itu dipersepsi seperti itu, yakni agar tidak menyakiti hati orang kafir dengan menyebut kafir terhadap mereka, lalu supaya tidak sakit hati maka menyebut mereka jangan dengan istilah kafir, tapi dengan non muslim (ghair muslim), maka bagaimana dengan Surat Al Kafirun? Apakah akan didrop dari mushaf Al Quran? Atau diganti nama surat itu menjadi Surat Ghair Muslimin? Nah tentu ini istilah Rahmatan lil alamin yang salah kaprah.
 
Rasulullah Saw sebagai figur yang rahmatan lil alamin mengajarkan Al Quran semuanya 30 juz tanpa dikurangi. Termasuk Surat Al Kafirun sampai hari ini masih bisa kita baca dari Mushaf
 
Dalam catatan saya paling tidak kata kafir dengan segala bentuk pecahan katanya itu ada ratusan ayat. Ya Al Quran yang memuat  banyak sekali kata-kata kafir dan segala pecahan katanya.  
 
Secara bahasa kata kafir berasal dari kata kafara-yakfuru ( كفر- يكفر) artinya menolak. Siapa yang menolak Islam diungkap dengan kata kafir. Sebaliknya yang menerima kebenaran Islam disebut muslim atau mukmin. Al Quran menggunakan kata  kafir (كافر)  yang artinya adalah orang yang menolak membenarkan Allah SWT, menolak kebenaran Islam, menolak kebenaran Nabi Muhammad Saw. atau para Nabi sebelum beliau Saw., atau menolak kebenaran Al Quran sebanyak 3 kali, kata kafirun ( كافرون) yang artinya orang-orang kafir sebanyak 13 kali, kata kafara (كفر ) yang artinya dia telah kafir  18 kali, kata kafaru ( كفروا)  yang artinya mereka telah kafir sebanyak 135 kali, dll.
 
Jadi Partai Islam harus siap meluruskan perkara-perkara yang disalahkaprahkan oleh pihak-pihak tertentu demi mendapatkan keridloan (akseptabilitas) dari orang-orang kafir. Ini penting supaya Partai Islam bisa menjadi penjaga Islam yang terpercaya (haarisan amiinan lil Islam). Wallahua'lam.
0 Komentar