Manfaat Anak Shalih Bagi Orang Tua

Selasa, 20 Oktober 2015 - 17:58 WIB | Dilihat : 3349
Manfaat Anak Shalih Bagi Orang Tua Ilustrasi
Diasuh oleh:
KH Muhammad al Khaththath
Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Pimpinan Umum Suara Islam
Pertanyaan dikirim via sms/whatsapp ke 0878 7019 7881 atau via email ke: [email protected]
 
Assalamualaikum wr wb. Pak Kyai maaf mau bertanya, apa manfaatnya anak-anak yang shalih, khususnya buat orang tuanya ketika di akhirat? Syukron
 
Aisyah di Bogor
 
Jawaban:
 
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh 
 
Rasulullah Saw. dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dikatakan telah bersabda:
 
« إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ ». صحيح مسلم ـ مشكول وموافق للمطبوع - (5 / 73)
 
Jika seorang manusia mati maka terputus amalnya kecuali tiga perkara, yaitu kecuali shadaqah jariyah, atau ilmu yang dimanfaatkan, atau anak yang shalih yang mendoakannya (Hadits Shahih dalam Shahih Muslim Juz 5/73).
 
Hadits diatas hanya salah satu contoh saja. Masih banyak hadits yang lain dengan matan yang sama maupun berbeda dari berbagai perawi hadits. Demikian juga banyak pembahasan yang menerangkan hadits di atas atau yang serupa.
 
Dari teks hadits di atas jelas bahwa anak yang shalih sangat bermanfaat bagi orang tuanya karena membuat amal orang tuanya tidak terputus, yakni terus mengalir pahala bagi orang tuanya sekalipun telah wafat. Kenapa demikian? Sebab anak adalah hasil karya orang tuanya. Tak ada anak kalau tak ada bapak ibunya. Mengalirnya pahala adalah karena orang tua menjadi sebab adanya anak yang shalih, sebagaimana mengalirnya pahala ilmu yang dimanfaatkan dikarenakan pemilik ilmu itu telah mengajar atau menyusun suatu kitab ilmu yang bermanfaat bagi manusia pada zamannya atau pada masa berikutnya.   
 
Demikian juga shadaqah jariyah, kabanyakan para ulama pensyarah hadits menyebutnya adalah waqaf karena waqaf yang diberikan oleh seorang waqif memberikan manfaat kepada masyarakat pada masa hidupnya atau sesudah matinya. Itulah sebabnya dia mendapatkan pahala setiap kali waqafnya dimanfaatkan oleh manusia.
 
Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy  dalam Kitab Fathul Barie Juz 11/584 menulis:   
 
أراد بقوله صلي عنها العمل بقوله صلى الله عليه و سلم إذا مات بن آدم انقطع عمله الا من ثلاث فعد منها الولد لأن الولد من كسبه فأعماله الصالحة مكتوبة للوالد من غير ان ينقص من أجره
فتح الباري - ابن حجر - (11 / 584(
 
Maksud dari sabda Nabi Saw. : Jika mati anak Adam terputus amalnya kecuali tiga hal maka dihitung darinya adalah anak shalih sebab anak shalih itu merupakan hasil usaha bapaknya sehingga amal-amal anak shalih itu dicatat juga (di-copy paste-kan) untuk bapaknya tanpa dikurangi pahala anak shalih itu sendiri. 
 
Jadi jelaslah bahwa memiliki anak-anak yang shalih sangat bermanfaat bagi orang tuanya, yakni pahalanya dicopas untuk orang tuanya. Semakin banyak amal shalih anak itu, maka semakin banyak pahala yang didapat oleh orang tuanya. 
 
Maka jadilah kita anak yang shalih, agar pahala kita dicopas untuk orang tua kita. Juga marilah kita perbanyak anak-anak kita dan kita didik dengan didikan agama Islam yang sempurna sehingga mereka menjadi anak-anak yang shalih yang akan sangat bermanfaat buat kita di dunia maupun di akhirat kelak. Wallahua’lam!  
 
Jakarta, 7 Muharram 1437 H / 20 Oktober 2015 
 
 
 
0 Komentar