Cara Berbakti pada Orang Tua yang Telah Wafat

Minggu, 12 Oktober 2014 - 11:23 WIB | Dilihat : 36392
Cara Berbakti pada Orang Tua yang Telah Wafat Ilustrasi

Diasuh oleh:
KH A Cholil Ridwan, Lc
Ketua MUI Pusat, Pengasuh Pesantren Husnayain, Jakarta
Pertanyaan dikirim ke: [email protected]


Assalamualaikum wr wb. Saya seorang anak bungsu dari empat bersaudara. Kedua orang tua telah wafat, sementara saat beliau hidup saya merasa belum maksimal dalam berbakti. Bagaimana caranya supaya saya tetap bisa berbakti kepada kedua orang tua saya yang telah tiada itu. Sekian.

Abdullah, Jakarta Selatan.

Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Ada beragam cara yang bisa dilakukan seorang anak terhadap orang tuanya yang telah meninggal dunia. Pada intinya, berbuat baik (al bir) kepada orang tua tidak berakhir dengan wafatnya kedua orang tua kita. Mendoakan orang tua, memohonkan ampunan atas dosa-dosanya kepada Allah Swt, menepati janji dan nadzar keduanya, memelihara silaturahim dengan sahabat keduanya, dan menziarahi kubur keduanya termasuk amalan-amalan yang dikategorikan sebagai al-bir kepada orang tua yang telah meninggal dunia.

Mendoakan, menepati janji dan nadzar Orang Tua

Abi Asied bin Malik bin Rabi’ah As Sa’idi berkata: “Ketika kami sedang duduk-duduk di Majelis Rasulullah Saw, tiba-tiba ada seorang dari Bani Salamah bertanya: ‘Ya Rasulullah, apakah sesudah ibu-bapakku meninggal dunia, masih ada sisa bakti yang dapat aku persembahkan kepada keduanya...?”

Baginda Saw mengangguk, mengiyakan dan bersabda: “Ya, dengan jalan mengirimkan doa untuk keduanya, memohonkan ampun, menepati janji dan nadzar yang pernah diikrarkan ibu-bapakmu, memelihara hubungan silaturahiim dan memuliakan sahabat keduanya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ibnu Habban dalam Shahih-nya)

Dari Anas bin Malik,ra, katanya Rasulullah saw bersabda: “Sungguh seorang hamba ditinggal pergi oleh salah seorang atau oleh kedua ibu-bapaknya, sedang dia dalam keadaan durhaka. Namun sang anak senantiasa berdoa dan memohonkan ampun bagi keduanya, sehingga Allah menetapkannya sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Dalam hadits yang lain dikatakan: “Permohonan ampun seorang anak untuk ayahnya sesudah meninggal dunia, termasuk baktinya.” (HR. Ibnu Najjar, dikisahkan oleh Malik bin Zurarah ra.)

Dibawakan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh seseorang dapat naik kelasnya di surga!”, lalu ia bertanya keheranan: “Ya Rasulullah, darimana saya mendapatkan tempat setinggi itu?”, lalu Rasul menjawab: “Dengan permohonan ampun anakmu untuk dirimu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Baihaqi).

Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah Saw pernah bersabda: “Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah segala amal perbuatannya, kecuali dari tiga sumber: Sedekah Jariyah, ilmu yang dimanfaatkan orang, atau anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)

Membina Hubungan Baik dengan Kawan Ibu-Bapak

“Saya datang ke Madinah, kata Abu Burdah ra, lalu Abdullah bin Umar ra datang menemui saya seraya bertanya: “Tahukah engkau mengapa saya menemuimu?” “Tidak”, jawabku dengan jujur. Lalu ia menjelaskan: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang ingin berhubungan dengan ayahnya yang telah wafat, hendaknya dia menghubungi kenalan dan saudara-saudar ayahnya, sesudah ayahnya meninggal”. Kebetulan antara Umar ayahku, dan ayahmu terjalin persaudaraan yang akrab sekali, maka saya ingin melanjutkan hubungan baik itu” (HR. Abdur Razzaq dan Ibnu Habban dalam Shahih-nya)

Dikisahkan oleh Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar ra, bahwa ada seorang Badui yang dijumpainya di jalan di kota Makkah. Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepadanya, menyuruhnya menaiki keledainya, dan mengenakan sorban yang dipakainya kepada orang Badui itu. Ibnu Dinar berkata kepada Ibnu Umar: “Allah akan mengganjar budi baikmu itu. Orang-orang Badui itu telah menerima kebaikan, meski sedikit”. Lalu Abdullah bin Umar berkata, “Aku berbuat begitu karena ayah orang itu sangat akrab dengan ayahku Umar, dan saya pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya bakti anak yang paling utama adalah hubungan baik si anak dengan keluarga kawan baik ayahnya”. (HR. Muslim)

Berziarah ke Kubur Ibu-Bapak

Abu Hurairah ra, seorang sahabat Rasul Saw yang banyak hafal hadits berkata, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berziarah ke kubur kedua orang tuanya, atau salah seorang dari keduanya pada tiap hari Jumat, maka dosanya akan diampuni Allah dan ia dinyatakan sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya.” (HR. At-Thabrani dalam Al-Ausath)

Muhammad bin Nu’man berkata, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: “Barang siapa yang berziarah ke kubur kedua orang tuanya, atau salah seorang dari keduanya, pada tiap hari Jumat, maka dosanya diampuni dan dinyatakan sebagai anak yang berbakti.” (Dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam “Asy-Syu’ab” dan oleh Ibnu Dunya dalam “Al Qubur”).
 

0 Komentar