Stop Valentine Day

14 Februari 04:00 | Dilihat : 383
Stop Valentine Day Ilustrasi aksi tolak Valentine Day

Kalangan muda saat ini banyak yang sudah mengenal acara Valentine Day. Acara tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Akan tetapi, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine day biasa disebut pula dengan hari berkasih sayang.

Valentine Day yang diperingati setiap tanggal 14 Februari ini, identik dengan cinta dan romantisme. Aktivitas berkencan, bertukar kado, pergaulan bebas bahkan pelegalan zinapun mewarnai perayaan ini.

Banyak versi memang tentang latarbelakang dan ceritanya, bagaimana hari berkasih sayang itu menjadi suatu acara ritual yang kini banyak diperingati. Namun intinya perayaan tersebut bukan berasal dari ajaran Islam.

Bagi seorang muslim ketika akan melakukan suatu perbuatan haruslah senantiasa bertolak ukur pada syariat Islam. Sehingga tidak asal mengikuti dan ikut-ikutan aktivitas yang tidak diajarkan dalam agamanya. Apalagi perayaan Valentine Day merupakan ritual kaum atau agama tertentu. Rasulullah Saw memperingatkan kepada kita untuk tidak mengikuti bahkan meniru-niru orang-orang kafir sebagaimana sabdanya :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Hadist tersebut dengan tegas memperingatkan bahwa mengikuti suatu kaum maka akan menjadi golongan mereka. Aktivitas tasyabuh bilkufar (meniru/menyerupai orang kafir) dilarang dalam Islam bahkan bisa menyebabkan pada kekufuran bagi pelakunya.

Selain itu dilihat dari aktivitas perayaannya, Valentine Day merupakan salah satu upaya orang-orang kafir memalingkan kaum muslimin dari aqidahnya, terutama generasi muda saat ini. Sebagaimana firman Allah SWT :

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." QS. al-Baqarah (2) : 120

Secara tidak langsung pendangkalan akidah terjadi pada perayaan ini.

Valentine Day merupakan upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan. Dalam sejarah perayaannya Valentine Day merupakan bentuk ritual penghormatan kepada seorang pendeta yang menjadi pembela dan pejuang cinta, yang kini dibalut dengan hari berkasih sayang. 

Dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih, puncak kemaksiatan pun terjadi dalam perayaan ini. Seperti pesta berhura-hura, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek perzinahan.

Dalam Islam diajarkan bagaimana seorang muslim harus memiliki rasa kasih sayang dan tidak dibatasi waktu tertentu. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: "Tidak beriman salah seorang diantara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cinta kepada dirinya sendiri". 

Kasih sayang dalam Islam bukanlah kasih sayang yang semu, hanya sebatas syahwat dan nafsu belaka. Akan tetapi kasih sayang yang dibalut dengan keimanan dan aturan-aturan islam. Oleh karena itu Stop Valentine Day karena bukan berasal dari ajaran Islam.

Wallahu a'lam bishowab


Ummu Faza El-Kenzo
 

0 Komentar