Merindukan Generasi Harapan Umat

05 Februari 10:14 | Dilihat : 493
Merindukan Generasi Harapan Umat Ilustrasi remaja pejuang Islam

Berita tentang perilaku remaja yang menganiaya gurunya hingga menyebabkan kematian di Sampang, Madura beberapa waktu lalu membuat hati ini terenyuh. Kasus seperti ini bukanlah kasus pertama, banyak kasus-kasus yang lain yang serupa. Semakin berkembangnya zaman potret  keadaan generasi saat ini semakin memburuk, mereka semakin agresif, beringas, tanpa adab dan tanpa etika. 

Gambaran pemuda saat ini amat jauh dari pemuda-pemuda pada masa kejayaan Islam. Sosok pemuda ideal,harapan umat seakan hilang ditelan masa. Justru pemuda zaman now lebih senang berhura-hura, bergaya hidup bebas seakan kematian tidak akan menghampirinya. Pemuda saat ini banyak yang lalai terhadap aturan agama.

Apabila kita melihat sejarah, kegemilangan Islam ada ditangan para pemuda yang menjadi harta berharga.  Pemuda memiliki peranan yang sangat penting terhadap kemajuan dan martabat suatu bangsa. Ditangan para pemuda lah keberhasilan suatu bangsa dapat di raih.

Berikut adalah pemuda-pemuda teladan yang telah menorehkan tinta emas pada masanya :

Zubair bin Awwam

Ia adalah sosok pemuda teman diskusi Rasulullah, anggota pasukan berkuda, tentara yang pemberani, pemimpin dakwah Islam di zamannya dalam usia 15 tahun.

Thalhah bin Ubaidillah

Beliau seorang pembesar utama barisan Islam di Makkah, singa podium yang handal, pelindung Nabi saat perang Uhud berkecamuk dengan tujuh puluh luka tusuk tombak, donator utama fii sabilillah, mendapat julukan dari Rasulullah: Thalhah si pemurah, Thalhah si Dermawan di usianya yang masih sangat muda.

Sa'ad bin Abi Waqash 

Seorang ksatria berkuda Muslimin paling berani di saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ia dikenal sebagai pemanah terbaik, sahabat utama yang pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam, lelaki yang disebut Rasulullah sebagai penduduk surga.

Zaid bin Tsabit

Beliau mendaftar jihad fii sabilillah sejak usia 13 tahun, pemuda jenius mahir baca-tulis. Hingga Rasulullah bersabda memberi perintah: “Wahai Zaid, tulislah….”. Ia mendapat tugas maha berat, menghimpun wahyu, di usia 21 tahun.

Usamah bin Zaid

Namanya terkenal harum sejak usia 12 tahun, mukmin tangguh dan muslim yang kuat, Rasulullah menunjuknya sebagai panglima perang di usianya yang ke-20 dan memimpin armada perang menggempur negara adikuasa Romawi di perbatasan Syiria dengan kemenangan gemilang.(www.anaksoleh.com)

Mereka adalah pemuda-pemuda terbaik yang telah mengharumkan dan menoreh kan tinta emas dimasa remajanya. Mereka terdidik dengan tsaqofah dan adab-adab Islam, sehingga mampu memiliki pemikiran dan kecemerlangan dalam berfikir. 

Akankah kita bisa menghadirkan kembali sosok pemuda harapan umat seperti generasi sahabat? Wallahu a'lam bishowab


Ummu Faza El-Kenzo

0 Komentar