LGBT Mengancam Generasi Zaman Now

03 Februari 07:35 | Dilihat : 334
LGBT Mengancam Generasi Zaman Now Iustrasi aksi tolak LGBT

Akhir-akhir ini LGBT marak dibicarakan masyarakat pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materi Pasal 284, Pasal 285, dan Pasal 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang zina dan homoseksual. (Kompas.com 18/12/2017).

LGBT adalah istilah kekinian yang merupakan singkatan dari (Lesbian,Gay,Bisexual dan Transgender). Menurut wikipedia, Lesbian adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan. Istilah ini juga merujuk kepada perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional, atau secara spiritual.

Sedangkan Gay adalah sebuah istilah yang umumnya digunakan untuk merujuk orang homoseksual atau sifat-sifat homoseksual.  Bisexual adalah individu yang dapat menikmati hubungan emosional dan seksual dengan orang dari kedua jenis kelamin baik pria ataupun wanita. Sedangkan Transgender merupakan ketidaksamaan identitas gender seseorang terhadap jenis kelamin yang ditunjuk kepada dirinya.  (kamuskesehatan.com).

Dengan dalih kebebasan dan  hak asasi manusia para kaum LGBT mempropagandakan kemaksiatan mereka diberbagai media sosial. Tokoh-tokoh kaum sodom/LGBT pun memberikan dukungan. Bahkan media seperti Facebook dan aplikasi android lainnya, seakan ingin membangun opini melakukan propaganda mendukung LGBT.

Seakan mendapatkan angin segar perilaku menyimpang kaum sodom (LGBT) akhir-akhir ini semakin terbuka dan meresahkan masyarakat. Apalagi komunitas mereka kini tersebar dibeberapa kota-kota besar di Indonesia.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang penulis buku Jakarta Undercover beberapa bulan yang lalu: "Saat ini mereka (kelompok gay) sudah mulai terbuka meski masih membatasi diri. Mereka sudah tak malu lagi menggandeng pasangannya. Walaupun masih lebih banyak dilakukan di tempat hiburan," tegas Moammar Emka kepada JawaPos.com, Senin (22/5).

Perilaku menyimpang tersebut kini telah menjadi penyakit masyarakat yang dampaknya menyebarluas. Tak hanya dikalangan remaja, orangtua bahkan anak-anak pun telah menjadi mangsa predator LGBT.

Dampak secara kesehatan seperti penyakit HIV/AIDS, kanker anal, penyakit meningitis dan sebagainya semakin menyebar. Dampak kehidupan sosial pun semakin mewarnai buruknya gambaran kehidupan dinegeri ini. Pergaulan bebas, berganti-ganti pasangan dan kumpul kebo dianggap sebagai hal biasa. Bahkan LGBT merupakan masalah terbesar kedua bagi anak setelah pornografi.

Penelitian menyatakan: “Seorang gay mempunyai pasangan antara 20-106 orang per tahunnya. Sedangkan pasangan zina seseorang tidak lebih dari 8 orang seumur hidupnya.”  (Corey, L. And Holmes, K. Sexual Transmissions of Hepatitis A in Homosexual Men.” New England J. Med., 1980, pp 435-438).

"43% dari golongan kaum gay yang berhasil didata dan diteliti menyatakan bahwasanya selama hidupnya mereka melakukan homo seksual dengan lebih dari 500 org. 28% melakukannya dengan lebih dari 1000 orang. 79% dari mereka mengatakan bahwa pasangan homonya tersebut berasal dari orang yang tidak dikenalinya sama sekali. 70% dari mereka hanya merupakan pasangan kencan satu malam atau beberapa menit saja". (Bell, A. and Weinberg, M.Homosexualities: a Study of Diversity Among Men and Women. New York: Simon & Schuster, 1978)

LGBT bertentangan dengan fitrah manusia, bahkan pada masa Nabi Luth alaihisalam, perbuatan tersebut dilaknat oleh Allah SWT dan merupakan perbuatan orang-orang yang melampaui batas sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Luth ayat 80-81.

ﻭَﻟُﻮﻃًﺎ ﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻘَﻮْﻣِﻪِ ﺃَﺗَﺄْﺗُﻮﻥَ ﺍﻟْﻔَﺎﺣِﺸَﺔَ ﻣَﺎ ﺳَﺒَﻘَﻜُﻢْ ﺑِﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ ‏

 ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﻟَﺘَﺄْﺗُﻮﻥَ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝَ ﺷَﻬْﻮَﺓً ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺑَﻞْ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻗَﻮْﻡٌ ﻣُﺴْﺮِﻓُﻮﻥَ.

"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, "Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian?" 

"Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kalian ini adalah kaum yang melampaui batas."

Bahkan dalam Islam hukuman berat bagi pelaku LGBT adalah dibunuh. Sebagaimana hadist Rasulullah Saw.

"Barangsiapa mendapati orang yang melakukan perbuatan seperti yang dilakukan kaum Luth , maka bunuhlah orang yang berbuat dan pasangannya “ ( H.R . Abu Dawud, Tirmidi, Ibnu Majah , dan Ahmad ).

Itulah dampak dari perilaku LGBT yang mengerikan telah mengancam generasi zaman now. Sebagai buah dari sistem kapitalisme yang melahirkan kebebasan. Sudah waktunya kita kembali pada Islam yang telah Allah jadikan sebagai solusi bagi setiap permasalahan kaum muslimin. Wallahua'lam bishowab

Selvi Sri Wahyuni Spdi

0 Komentar