Impor Beras Bikin Gempor

30 Januari 19:22 | Dilihat : 410
 Impor Beras Bikin Gempor Ilustrasi

Pemerintah telah membuka dan memberi izin impor beras. Ini dilakukan karena stok Bulog diklaim berkurang dan harga beras dalam negeri naik cukup tinggi. Tak hanya itu, pemerintah Jokowi-JK juga memberikan izin impor gula mentah dan garam industri (merdeka.com, 20/01/2018). 

Kementerian perdagangan (kemendag) telah menerbitkan izin importasi gula mentah (raw sugar) sebanyak 1,8 ton. Impor itu disebut untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman dalam negeri pada paruh pertama tahun ini. (CNN Indonesia, 19/01/2018). 

Selain itu, pemerintah juga membuka impor garam industri sebesar 3,7 juta ton. Pembukaan keran impor garam bertujuan untuk menjaga stabilitas dunia industri yang membutuhkan bahan baku garam. Keputusan impor ini menjadi kesepakatan rapat koordinasi beberapa kementerian dan lembaga di kementerian koordinasi bidang perekonomian Jumat 19-1-2018. (Liputan6.com, 19/01/2018 ).

Berita berita tadi menjadi kado awal tahun yang mengagetkan rakyat negeri ini. Mengapa mengagetkan? Karena Indonesia bukan negeri yang miskin sumber daya alamnya. Indonesia bahkan terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya yang luar biasa. Bukan hanya persawahan dan ladang yang luas bahkan lautnya pun terbentang sejauh mata memandang.

Dengan segala potensi alam yang dimiliki negeri kita mampu memenuhi semua kebutuhan dalam negeri. Kalaulah alasan pemerintah mengimpor beras, garam dan gula karena produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan, maka solusi yang harus dilakukan bersifat jangka panjang, bukan sekadar impor. Harus dicari bagaimana caranya agar potensi laut, sawah dan ladang yang luas ini bisa menghasilkan produk yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Langkah impor ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak serius mengelola semua potensi yang Allah anugrahkan demi kepentingan rakyat banyak dan membangun kemandirian ekonomi. Bergantung kepada impor hanya akan memperlemah kemandirian ekonomi negeri ini, alias bikin gempor perekonomian Indonesia. Utopis jika impor bisa memberdayakan ekonomi suatu negeri. 

Sudah saatnya para penguasa mengkaji ulang sistem ekonomi neoliberal kapitalistik yang dianutnya, dan kembali kepada sistem perekonomian Islam sehingga mampu memaksimalkan potensi yg dimiliki demi kesejahteraan seluruh rakyat sekaligus membangun kemandirian ekonomi. Dengan sistem ekonomi Islam dalam mengelola kekayaan alam di negeri ini yang ditopang oleh sistem politik Islam, niscaya negeri ini mampu mencukupi semua kebutuhan dalam negerinya, dan mensejahterakan kehidupan rakyatnya. Wallahu a'lam bi asshawwab

Rina Ummu Zia, tinggal di Bandung

0 Komentar