Bebaskan Palestina

12 Januari 04:52 | Dilihat : 220
 Bebaskan Palestina Masjid Al Aqsha

Fenomena penindasan Umat Muslim masih terus bergulir. Belum lepas penderitaan saudara kita Muslim Rohingnya, kini giliran Muslim Palestina yang kembali disakiti. Pernyataan Presiden AS, Donald Trump bahwa AS mengakui al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel tentunya membuat Muslim Palestina terluka, bukan hanya Muslim Palestina namun Muslim seluruh dunia ikut tersakiti. Bagaimana tidak, Palestina merupakan wilayah bersejarah Umat Islam. Di sanalah letak kiblat pertama Umat Muslim, disana pula peristiwa Isra Mi’raj terjadi maka dengan adanya pengakuan al-Quds sebagai ibu kota Israel secara tidak langsung al-Quds telah resmi menjadi wilayah Israel. Padahal al-Quds adalah tanah Umat Muslim. Israel berdiri di atas tanah Umat Islam yang direbut secara paksa melalui konspirasi barat.
    
Palestina adalah tanah yang dibebaskan oleh Umar Bin Khattab dari Romawi. Di bawah naungan Islamlah Palestina dikenal sebagai kota suci tiga agama, yakni Islam, Nasrani dan Yahudi. Mereka hidup berdampingan dan dibebaskan beribadah sesuai kepercayaan masing-masing. Namun ketika Khilafah Utsmaniyah) dalam keadaan sakit -The Sick Man- Khilafah ikut kedalam perang dunia 1 bersama blok timur dan mengalami kekalahan. Berdasarkan perjanjian Internasional, negara yang kalah harus rela menbagi-bagi wilayahnya menjadi negara jajahan. Sungguh sangat disayangkan, akibat dari peperangan ini, wilayah Islam dibagi-bagi menjadi wilayah jajahan blok barat, termasuk Palestina yang berada di bawah kekuasaan Inggris. Dengan taktik licik kafir dan yahudi, maka diadakanlah perjanjian Balfour yang menyatakan bahwa Palestina harus dibagi wilayahnya dengan Yahudi. Maka berdirilah Negara Israel di atas tanah Palestina. 
    
Semenjak Palestina lepas dari Negara Islam, maka tak ada lagi kedamaian di sana. Ratusan, ribuan, puluh ribuan bahkan tak terhitung nyawa telah berjatuhan di sana. Jika masalah diawali dengan perebutan tanah Plestina oleh Yahudi maka solusi yang tepat adalah usir Yahudi dari Palestina. Yahudi bisa memiliki kekuatan atas Muslim Palestina karena mereka disokong oleh negara-negara kafir khususnya AS. AS secara terang-terangan telah memberikan bantuan persenjataan, tentara, pesawat perang bahkan bantuan dana pun mereka gelontorkan demi penguasaan Yahudi atas tanah Palestina. Oleh karena itu Umat Muslim pun perlu memberikan bantuan dengan kekuatan yang setara dengan bantuan yang diberikan AS pada Yahudi. Apakah mungkin? Tentu saja mungkin, syaratnya adalah Umat Muslim seluruh dunia harus bersatu tanpa memandang adanya nasionalisme. Umat Muslim seluruh dunia harus bersatu dalam naungan Khilafah Islam yang menerapkan aturan Islam secara sempurna dengan satu pemipin, yaitu Khalifah yang akan menyerukan jihad melawan Yahudi dan mengembalikan tanah Palestina ke pangkuan Umat Islam, bahkan bukan hanya masalah Palestina yang diselesaikan namun permasalahan penindasan Umat Muslim lainnya pun akan segera ditangani oleh Khalifah.
    
Umat Muslim kuat jika bersatu, dan lemah jika berpecah belah. Oleh karena itu marilah kita perjuangkan persatuan Umat Islam secara global tanpa adanya sekat nasionalisme yang akan memberikan jurang pemisah antara Umat Muslim. Sesungguhya Umat Muslim itu bersaudara, diibaratkan satu tubuh mereka akan saling menopang satu dan lainnya, jika salah satu anggota tubuh ada yang sakit maka anggota tubuh yang lainnya pun akan turut merasakannya.  Wallahu’alam.

Pipih, tinggal di Lembang, Jabar

0 Komentar