Persekusi Bikin Keki

Minggu, 31 Desember 2017 - 20:46 WIB | Dilihat : 1098
Persekusi <i>Bikin Keki</i> Ilustrasi: Persekusi terhadap Ustaz Abdul Somad di Bali.

Persekusi kerap terjadi sepanjang tahun dua ribu tujuh belas ini, mengingatkan kita kembali kepada perjalanan dakwah Rasulullah Saw dan para sahabat. Penganiayaan, penyiksaan, pengusiran dan pemboikotan yang dilakukan oleh kafir Quraisy senantiasa mewarnai perjalanan dakwah Rasulullah Saw dan para sahabat. Semua itu tidak lain dipicu oleh ketakutan Abu Jahal cs bahwa Islam akan mengganggu eksistensi sistem jahiliah yang mereka anut selama ini. Takut jikalau Islam akan mengganggu kepentingan-kepentingan mereka. Takut jikalau Islam diterapkan,mereka akan kehilangan harta dan jabatan mereka.

Ketakutan-ketakutan itulah yang membuat Abu Jahal cs berusaha menghalangi dakwah Rasulullah Saw dengan berbagi penganiayan, penyiksaan, pengusiran dan pemboikotan. Walaupun akhirnya Abu Jahal cs harus dibikin keki dengan semakin kokohnya dakwah Islam di tengah-tengah penduduk Mekah. Hingga di kemudian hari Allah Swt memberikan kemenangan dengan ditakhlukkannya Mekah oleh kaum muslimin.

Kondisi yang kurang lebih sama terjadi di zaman now. Diberitakan cnnindonesia.com, 24/12, Ustaz Abdul Somad ditolak masuk Hong Kong oleh otoritas setempat setibanya di bandara, Sabtu (23/12) sore. Ustaz Abdul Somad sedianya dijadwalkan memberikan ceramah setelah mendapat undangan dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Hong Kong.

Pencekalan terhadap penceramah yang ke Hongkong ternyata tidak hanya menimpa Ustaz Abdul Somad. Sebelumnya pada 8 Desember 2017, Gus Nur juga mengalami nasib serupa. Keduanya sama-sama ditolak tanpa ada penjelasan atau alasan.

Namun lihatlah bagaimana indahnya skenario Allah Swt terhadap Ustaz Abdul Somad, setelah beliau dipersekusi di Hongkong, kaum muslimin di Aceh justru memuliakannya dengan sambutan yang luar biasa. Kehadirannya untuk menghadiri peringatan 13 tahun tsunami Aceh disambut dengan ribuan jamaah dari berbagai daerah di Aceh. Bahkan live streamingnya tembus sampai hampir 1,2 juta netizen.

Sebagaimana Allah Swt memberikan kemenangan kepada dakwah Rasulullah Saw dan para sahabat yang senantiasa bersabar dan teguh dalam keimanan. Begitu juga dengan kriminalisasi dan persekusi yang menimpa para ulama, ternyata berbuah manis dengan makin eratnya ukhuwah dan persatuan kaum muslimin. Serta makin meningkatkan ghirah umat untuk membela Islam dan para ulamanya. Umat pun dibuat paham mana ulama yang benar-benar membela kepentingan Islam dan umatnya, mana ulama yang hanya sekedar pencitraan semata.

Keberadaan Ustaz Abdul Somad dan para ulama lainnya yang istiqomah memegang kebenaran Islam, yang selalu kritis dan vokal terhadap kezaliman yang menimpa umat, ibarat mutiara-mutiara di tengah-tengah umat. Kilau cahayanya membimbing umat pada kebenaran Islam. Kata-katanya mencerahkan dan menyadarkan umat pentingnya kembali pada sistem Islam yang paripurna sebagai jalan keluar dari belenggu jeratan sistem sekularisme yang merusak.

Keberadaan mereka juga nyatanya telah membuat gerah para pengemban sistem jahiliah sekularisme dan derivatnya. Mereka sangat terganggu dengan keberadaan para ulama yang hanif ini di tengah-tengah umat. Mereka takut dengan ceramah-ceramahnya yang membongkar buruknya sistem yang mereka emban.

Maka dihembuskanlah isu radikalisme dan terorisme di tengah-tengah umat yang menjadi sebab merebaknya kriminalisasi dan persekusi para ulama. Mereka juga memecah belah umat dengan mengkotak-kotakkan umat sehingga timbul benturan Islam Moderat vs Islam Radikal. Semua mereka lakukan tidak lain untuk mengamankan eksistensi dan hegemoni mereka atas kaum muslimin dan negeri ini. Serta menghadang kesadaran politik umat terhadap urgensi penerapan Islam secara kaaffah dalam bingkai khilafah.

Islamphobia akut juga terindikasi tumbuh subur dalam sistem sekularisme yang diemban rezim ini. Buktinya persekusi tak lagi usai justru semakin sering terjadi. Malah semakin menjadi-jadi. Sejatinya negara berperan sebagai pelindung rakyatnya. Faktanya kasus persekusi yang menimpa para ulama seperti dibiarkan tanpa ada solusi pasti. Seolah-olah tak mau ambil pusing justru menikmati adanya riak-riak pemecah belah persatuan di tengah-tengah umat. 

Namun kini sebagaimana para dedengkot kafir Quraisy dibikin keki terhadap kemenangan dakwah Rasulullah Saw, maka para dalang dibalik persekusi dibikin keki dan gigit jari karena upaya mereka mempersekusi para ulama justru membuat mereka semakin dikenal dan dicintai umat. Serta menguatkan ukhuwah dan persatuan umat untuk menyongsong kebangkitan Islam.

Kriminalisasi, persekusi dan berbagai isu untuk melemahkan dakwah harusnya menjadi motivasi kita untuk makin melejitkan dakwah kita di tengah-tengah umat. Menjadi bahan renungan pula bagi kita bahwa apa yang menimpa para pejuang Islam zaman now tidak seberapa berat dibandingkan dengan apa yang menimpa Rasulullah Saw dan para sahabat di zaman old. Karena itu kita harus senantiasa bersungguh-sungguh dalam setiap kontribusi kita terhadap kemenangan dakwah ini. Karena berbagai kriminalisasi, persekusi dan fitnah terhadap Islam dan umatnya adalah isyarat bahwasanya fajar kemenangan Islam sudah demikian dekat. Insyaallah.

Ummu Naflah
Muslimah Peduli Negeri, tinggal di Tangerang

0 Komentar