#Selamatkan Al Quds

Khilafah Selamatkan Palestina

Jumat, 22 Desember 2017 - 10:53 WIB | Dilihat : 454
Khilafah Selamatkan Palestina Aksi Bela Palestina [foto: sticky.co.id]


Pernyataan Trump pada Kamis, 7 Desember 2017 sontak mengguncang dunia. Bagaimana tidak, Trump secara tegas menyatakan bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel serta kedutaan besar AS di Tel Aviv akan dipindahkan ke Yerusalem. Trump mengakui bahwa pemindahan Kedubes AS sebagai penerapan Undang-Undang Kedutaan Yerusalem yang disepakati Kongres AS pada tahun 1955, dia menyatakan bahwa presiden-presiden AS sebelumnya telah gagal dalam melaksanakan undang-undang tersebut. “Bukan berarti AS tidak mendukung upaya perdamaian Palestina dan Israel, justru ini merupakan pendekatan baru dalam penyelesaian konflik Palestina dan Israel yang tidak berkesudahan” tegasnya.
    
Seperti yang kita ketahui, wilayah Israel saat ini merupakan tanah Palestina yang direbut secara paksa melalui bantuan negara-negara kafir. Bermula tanah Palestina dibebaskan oleh Umar Bin Khotob dari kekuasaan Romawi sehingga masuk kedalam kekuasaan pemerintahan Islam hingga akhirnya Palestina dikenal sebagai tanah 3 agama dikarenakan terdapat sejarah berharga dari Yahudi, Nasrani dan Islam. Pada masa pemerintahan Islam, tidak pernah terjadi perselisihan antara Yahudi, Nasrani dan Islam. Mereka semua dibebaskan beribadah di tanah Palestina sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Sayangnya pasca diakuinya Israel sebagai negara tahun 1948 dengan mencaplok sebagian wilayah Palestina, kedamaian seakan berakhir, peperangan terus terjadi hingga saat ini. Banyak  manusia tak berdosa menjadi korban, anak-anak siap menjadi mujahid, para ibu rela menjadi janda demi melepas sang suami berjihad, bahkan banyak diantara mereka yang telah kehilangan sanak keluarga, rumah dan harta benda lainya.           
    
Konflik berkepanjangan Palestina-Yahudi tidak akan bisa diselesaikan sebelum Israel menyerah dan mengembalikan tanah Palestina secara utuh kedalam pangkuan Umat Islam. PBB sekalipun tidak akan bisa menghasilkan solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas karena PBB merupakan organisasi bentukan negara-negara kafir pendukung yahudi. Perjuangan rakyat Palestina tentunya agak sulit dalam melawan yahudi karena mereka mendapat bantuan baik dana dan tentara disertai teknologi peperangan yang canggih. Disisi lain, keadaan rakyat Plestina sungguh memprihatinkan. Mereka terisolir sehingga sulit mendapatkan makanan, fasilitas pendidikan dan kesehatan bahkan untuk melawan tentara Israel pun, rakyat Palestina menggunakan senjata seadanya. Lalu dimana para pemimpin Muslim?! Mereka hanya bisa melakukan kecaman semata. Tidakkah tergerak nurani mereka untuk mengirimkan bala tentara demi membantu saudara seiman? Tidakkah mereka berfikir bahwa genderang jihad sudah digaungkan?
     
Sudah saatnya kita bergerak merebut kembali tanah al-Quds kedalam genggaman Umat Islam dengan bersatunya seluruh Umat Muslim, tanpa adanya jurang pemisah atas nama nasionalisme. Umat muslim tercerai berai menjadi 50 negara bagian dikarenakan nasionalisme, padahal dulu tidak ada yang namanya negara Palestina, Arab, Suriah, Malaysia, Indonesia,dll yang ada hanyalah negara Islam saja –Khilafah-, satu pemipin –Kholifah-, dan satu aturan –Qur’an dan Sunnah-. Tidak pernah terdengar bahwa orang kafir berani merebut paksa sejengkal pun tanah umat Islam, walaupun pernah terjadi pada masa pemerintahan Utsmani dimana negara sedang mengalami kemunduran namun tetap saja Utsmani kala itu masih menjadi negara yang ditakuti oleh negara kafir. Maka mereka pun tidak berani membantai Umat Islam layaknya saat ini dimana nyawa Umat Islam sudah tidak ada harganya lagi. Marilah kita bersama memperjuangkan kmbali tegaknya Khilafah yang akan membela kehormatan Umat Islam sehingga Izzah Islam akan kembali tegak dimuka bumi.

Lies Nur Azizah
Tinggal di Lembang, Jabar.

0 Komentar