Jadikan Bencana sebagai Bahan Muhasabah

Rabu, 20 Desember 2017 - 15:02 WIB | Dilihat : 261
Jadikan Bencana sebagai Bahan Muhasabah          Ilustrasi: Erupsi Gunung Agung di Bali. [foto: liputanindonesianews.com]

Beberapa peristiwa terjadi di negeri ini secara berturut-turut. Mulai dari banjir di beberapa daerah, erupsi gunung, wabah difteri dan yang terakhir gempa bumi. Apakah ini musibah, ujian atau azab??
          
Bagi orang yang mau berpikir, serentetan peristiwa itu terjadi seiring dengan dikeluarkannya kebijakan- kebijakan penguasa yang bertentangan dengan aturan Allah. Seperti kriminalisasi ajaran Islam, para ulama dan ormas Islam, kelangkaan gas 3 kg yang menyusahkan rakyat, hingga pelegalan atau tidak bisa dipidananya kaum LGBT karena menang di Mahkamah Konstitusi. Dari kebijakan-kebijakan itu saja akan mengakibatkan kehancuran pada negeri ini, belum lagi dosa riba dan kriminalitas lainnya.
          
Jika kita pahami akibat dari kriminalisasi ajaran Islam, ulama dan ormas Islam, maka masyarakat di negeri ini akan semakin jauh dari aturan penciptanya karena sejatinya ketiga unsur itulah yg senantiasa menjadi kontrol di tengah masyarakat akibat dari kelangkaan atau dicabutnya subsidi gas elpiji 3kg tentu akan membuat rakyat kecil semakin susah,sekalipun dialihkan ke gas elpiji yg tidak bersubsidi dan tentu saja harganya jauh lebih tinggi. Kemudian dengan dimenangkannya kaum LGBT di Mahkamah konstitusi akan semakin merusak moral bangsa ini dan tentunya akan mengundang murka Allah.
          
Tentu kita masih ingat kisah kaum Nabi Luth yang diazab dengan hujan batu akibat perbuatan mereka. Apakah itu tidak membuat kita takut??
          
Cukuplah peringatan-peringatan yang Allah timpakan pada negeri ini membuat kita berpikir dan muhasabah (introspeksi) diri, janganlah mengundang azab Allah yang lebih pedih dengan membuat kemungkaran yang lebih parah lagi.
          
Sudah saatnya kita kembali kepada aturan sang pencipta yang mengetahui semua kelemahan manusia. Bukan hanya di lingkup individu dan masyarakat saja, tapi juga negara yang akan menerapkan seluruh aturan Allah dalam segala aspek, sehingga terwujud daulah Islam yang sesuai manhaj kenabian. Wallahu A'lam bishawab.

Euis Punamasari
Ibu Rumah Tinggal, tinggal di Cileunyi, Bandung

0 Komentar