#Selamatkan Al Quds

Palestina Tanah Kaum Muslimin

Kamis, 14 Desember 2017 - 15:20 WIB | Dilihat : 319
Palestina Tanah Kaum Muslimin Al Quds

Palestina, tanah milik kaum muslimin. Palestina telah dibebaskan dengan darah para syuhada’. Perjuangan Khalifah Umar bin Khottab kemudian dilanjutkan dengan perjuangan Salahudin al Ayyubi bersama para tentaranya. Di tanah ini, kaki Nabi Saw berpijak menuju Sidrotul Muntaha. Dibumi ini pula di bangun Masjidil Aqsha yang menjadi kiblat pertama umat Islam. Di tanah ini pula ibunda Maryam melahirkan Nabi Isa AS. Dan di negeri ini pula lahir para ulama yang menjadi mata air ilmu bagi umat Islam, seperti Imam Syafi’i. 

Dan ketika Kekhilafahan Islam di bubarkan oleh Kemal At Taturk, maka tanah ini tidak lagi terjaga dan terlindungi. Tanah ini terus menjadi incaran dua agama samawi lainnya: Nasrani dan Yahudi. Ketika gerakan Zionis berhasil mempengaruhi tatanan dunia dan kaum Yahudi diberikan ruang dan tanah oleh Inggris di bumi Palestina, maka mendung tebal bergelantung di langit Palestina.  

Wilayah Israel yang awalnya selebar daun kini keadaan telah berbalik. Wilayah Palestina hanya menempati sebagian kecil dari luas tanah yang ada. Dan hari ini Al Quds (Yerusalem) di klaim oleh Amerika melalui lidah Presiden Trump sebagai ibukota Israel. Persengkongkolan dua negara ini semakin nyata. Dukungan Amerika atas Israel –yang sejatinya adalah penjajah yang harus di usir dari Palestina- di tunjukkan terang-terangan kepada dunia. Keputusan PBB atas tanah Al Quds sebagai tanah internasional –sejatinya milik Palestina- ditentang oleh Amerika.

Lawan Amerika dan Israel!

Kebengisan Amerika terhadap umat Islam terus dipertotonkan kepada dunia. Walau aksi Trump yang merestui Yerusalem sebagai ibukota Palestina ditentang oleh sebagian rakyatnya sendiri, Presiden, tetaplah presiden. Namanya mewakili negara yang dipimpinnya. Luka yang diberikan Amerika telah ditanam tidak hanya di Pelestina tetapi juga di negeri-negeri muslim lainnya. Penghancuran atas Irak, Afganistan, Suriah dan imperialismenya di negara dunia ketiga.  

Belumkah persengkongkolan Amerika dan Israel atas tanah Palestina membangkitkan ghiroh para tentara muslim untuk mengusir Yahudi dari bumi palestina? Mengusir dan mengembalikan mereka ke pangkuan tanah ibu susunya –Amerika-. Berkali kali mereka menyakiti Palestina. Akankah berkali kali pula umat Islam hanya menunjukkan aksi demontrasi, dan perundingan ? Padahal sudah sekian kali demontrasi dan perundingan di lakukan, dan sekian kali pula, tidak memberikan efek jera dan menyerah dari mereka. 

Korban sudah berjatuhan dari aksi Tolak Yerusalem sebagai Ibu kota Israel di pihak Palestina. Serdadu Israel melawan batu dengan sniper. Sungguh perlawanan yang tidak imbang. Dimana tentara Arab yang gagah berani? Relahkah kalian melihat ruh yang harus kembali kehariban Ilahi terkena sniper Israel? Sungguh jumlah tentara Israel sangat kecil dibanding dengan jumlah tentara kaum muslimin. Lawanlah, mereka pasti gentar. Karena tiada penolang bagi mereka, adapun umat Islam ada penolongnya yakni Allah SWT.

Tragedi Palestina ini semakin menyemaikan kerinduan akan hadirnya Khalifah yang akan melindungi umat Islam. Menjaga tiap petak tanah kaum muslimin di dunia. Menjaga kehormatan dan wibawa umat Islam dan mengibarkan bendera Nabi Saw –al Liwa dan ar Rayah-. Doa doa terus mengalir dari lisan-lisan mukhlisin. Sebagai bentuk pembelaan atas umat Islam dimanapun ia berada. Sungguh umat Islam adalah umat yang satu, satu Tuhan, satu Nabi, satu kitab suci, satu kiblat dan satu kepemimpinan dibawah manhaj kenabian. Inilah waktu yang tepat bagi umat Islam untuk menunjukkan aksinya, bersatu melawan zionis Israel. Wallahua’lam. 


Puji Astutik
Pendidik, Tinggal di Trenggalek, Jawa Timur

0 Komentar