Islam itu Perlindungan, Bukan Ancaman

Minggu, 10 Desember 2017 - 14:14 WIB | Dilihat : 219
 Islam itu Perlindungan, Bukan Ancaman Islam

Beberapa waktu belakangan ini, Islam banyak diperbincangkan oleh berbagai kalangan atau lapisan masyarakat yang berbeda daripada biasanya. Islam yang sebelumnya hanya dibicarakan oleh kalangan ulama dan ustadz dalam ceramah-ceramahnya di majelis-majelis, kini merambah kepada elemen-elemen kecil bagian dari sebuah masyarakat, seperti tukang becak, pedagang, orang tua, remaja, dll. hal ini tentunya tidak terlepas dari suatu keadaan yang cukup menyakitkan umat beragama Islam beberapa waktu yang lalu, yang kemudian menjadi titik awal Islam bersuara luas di bumi pertiwi ini. 

Namun demikian, banyak sekali di dalamnya perbincangan mengenai Islam yang cenderung mengandung fitnah yang diarahkan kepada Islam . Munculah opini-opini baru seperti intoleransi, makar, radikalisme, anti-NKRI, anti-Pancasila, dan sebagainya. Yang berada di sekeliling Islam. Jika kita tidak berpikir secara mendalam, maka bisa saja kita tergiring dengan opini-opini tersebut. 

Islam sebagai agama sekaligus pedoman hidup manusia memiliki keistimewaan dan kesempurnaaan dalam ajaran agamanya. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam menjamin kedamaian dalam kehidupan setiap manusia dan ketenangan bagi pemeluknya. Allah Swt berfirman:

 “… Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…” [al-Mâidah/5:3]
    
Allah swt Yang Maha Sempurna, menurunkan Islam dalam bentuk sudah sempurna seluruh ajarannya. Islam mengatur dari urusan politik sampai pribadi. Tidak ada kecacatan di dalamnya dan tidak mungkin ada kedzaliman dari ajarannya. Ketika manusia taat dalam agamanya, maka akibatnya adalah hanya akan mendatangkan kebaikan saja. Oleh karena itu, seluruh perintah dan larangan yang terdapat pada Islam bukan merupakan ancaman, namun bersifat melindungi dari hal-hal buruk yang ada di dunia dan di akhirat. Misalnya perintah untuk melaksanakan hukum qisas bagi pencuri. Ketika pencuri melancarkan aksinya dan diketahui oleh khalayak maka ia wajib di potong tangannya sesuai dengan ketentuan syara’. Ketika hukum ini dijalankan, maka terdapat 2 keuntungan, di dunia dan di akhirat. 

Di dunia, orang akan merasa takut ketika ia akan melakukan pencurian karena akan ada proses potong tangan sehingga kejahatan akan menurun, keselamatan manusia akan meningkat. Di akhirat, seorang pencuri yang sudah menerima hukuman di dunia berupa qisas, tidak akan diproses di akhirat mengenai dosa mencurinya itu. namun hal harus dilaksanakan oleh seorang khalifah.
    
Dari contoh tersebut terlihat bahwa Islam tidak mungkin mengancam manusia. Seluruh ajarannya murni akan membawa ketenangan dan kedamaian bagi seluruh manusia. Maka sangat aneh dan lancang sekali jika ada orang-orang yang takut akan ajaran agamanya sendiri dan menolak ajaran agamanya. Oleh karena itu, marilah kita kembali merenungkan apa jangan-jangan selama ini kita termasuk orang-orang yang takut akan ajaran agamanya sendiri. Maka dengan segala karunia yang ada pada Islam ini, sepatutnya kita serius dalam menjalankan agama dan bukan menomerduakan agama apalagi menganggap ajaran Islam sebagai sebuah ancaman. 

Kamelia Dwi
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

0 Komentar