Terima Kasih Abu Janda

Jumat, 08 Desember 2017 - 21:47 WIB | Dilihat : 3816
Terima Kasih Abu Janda Pegiat medsos pro-Ahok, Abu Janda

“Sebuah teko hanya akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya.” –Aa Gym–

Siapa pun yang mengenal Aa Gym pasti tak asing dengan pepatah di atas. Sebuah teko hanya akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya. Jika yang ada di dalam teko adalah air putih, maka yang keluar melalui lubang teko adalah air putih. Jika diisi dengan air teh maka yang keluar juga air teh. Begitu pula jika kita mengisinya dengan air comberan maka yang keluar juga air comberan yang bau dan kotor.

Lubang teko tempat di mana isi teko dituangkan diibaratkan mulut kita, yang setiap saat mengeluarkan perkataan. Sementara teko diibaratkan dengam kepala atau pikiran kita. Jadi apa yang kita katakan sejatinya menunjukkan apa yang ada dalam pikiran kita yang bersumber pada hati kita. Jika hati kita baik maka yang ada dalam pikiran kita hal-hal yang baik pula, maka apa yang keluar dari lisan kita pun merupakan hal-hal yang baik, begitu juga sebaliknya.

Begitulah gambaran teko ini saya dapati pada sosok Permadi Arya alias Abu Janda al-Boliwudi. Sosoknya yang garang di media sosial bahkan cenderung provokatif dan memecah belah umat nyatanya tak berkutik menghadapi argumen Ustaz Felix Siauw yang cemerlang, cerdas dan santun. 

Penampilan Abu Janda di ILC, pada Selasa malam, 5/12, malah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Ngakunya ustaz tapi bicara tanpa ilmu dan penuh hawa nafsu. Lebih heran lagi jaman now masih saja gagal paham bendera tauhid. Ngakunya ustaz tapi gagal paham tentang hadits. Ngakunya ustaz lha kok yang keluar dari mulutnya hanya tuduhan, fitnah bahkan ujaran kebencian. Maka tak heran bully-an menghiasi kolom komentar di akun-akun media sosial miliknya. Hampir tujuh puluh ribu komentar di akun Facebook miliknya dan hampir semua isinya olok-olokan buah dari “lawakan” di ILC.

Tapi perlu lah lagi emak-emak ini memaparkan apa yang terjadi pada Abu Janda di ILC. Toh publik sudah banyak yang tahu. Kasihan juga Abu Janda akan semakin tertekan kalau banyak yang mem-bully dan mengoloknya. Takutnya semakin tertekan semakin aneh pula kelakuannya menarik perhatian umat. Takutnya lagi semakin kreatif pula Abu Janda membuat dramatisasi terhadap “musibah” yang menimpanya. Padahal tak sedikit follower-nya yang insyaf setelah melihat kebodohannya di ILC. Karena itu dari pada mem-bully, saya malah ingin mengucapkan terima kasih pada Abu Janda. Lha kok?

Terima kasih Abu Janda, berkat  kehadiranmu di ILC, umat jadi paham siapa yang benar-benar patut menjadi panutan. Kata-katamu yang tak berilmu menunjukkan siapa dirimu sebenarnya.

Terima kasih Abu Janda, kau membuat umat semakin tahu di mana posisimu sebenarnya. Kau tak lebih hanya sebuah pion yang dimainkan untuk menimbulkan kericuhan serta memecah belah umat. 

Terima kasih Abu Janda, berkat bicaramu yang tak berilmu dan penuh hawa nafsu dengan mengkriminalisasi bendera tauhid dan khilafah. Umat malah justru semakin tahu dan paham bendera dan panji Rasulullah Saw lewat tutur kata santun dan cemerlang dari mutiara umat Ustaz Felix Siauw. Dan khilafah yang kau samakan dengan sistem rusak komunisme (situ sehat?) semakin dikenal dan dirindukan umat.

Terima kasih Abu Janda, ketika kau bilang kau hanya akting di ILC, sungguh timbul rasa kasih emak-emak ini dan banyak kaum muslimin di luar sana sehingga terucap doa semoga kau kembali ke jalan yang lurus. Semoga kau yang kini berusaha memecah belah ukhuwah di antara kita, suatu hari nanti menjadi perekat manisnya ukhuwah Islam. Semoga kata-kata fitnah dan hatespeech yang keluar dari lisanmu, berubah menjadi kata-kata yang bersumber dari kebenaran Islam. Semoga kau yang kini menjadi penghalang kebangkitan Islam, suatu hari nanti berada di garis terdepan dalam memperjuangkan bangkitnya dinullah di muka bumi. Ya Allah Swt kabulkanlah doa emak-emak ini. Amiin yaa Robbal’alamiin.

Ummu Naflah
Barisan Emak-emak Militan, tinggal di Tangerang

0 Komentar