Peradaban Maju dengan Syariat Islam

05 Desember 17:08 | Dilihat : 277
 Peradaban Maju dengan Syariat Islam Ilustrasi

Ramai pemberitaan seorang artis yang rela melepas kerudungnya karena merasa bahwa Jepang yang tidak beragama namun negaranya maju bahkan masyarakatnya sangat menjaga kedisiplinan dan kebersihan sontak menuai protes dari khalayak umum. Pasalnya pernyataannya ini dapat membahayakan pemikiran muslimah Indonesia yang sedang mengalami semangat berhijab. Dikhawatirkan para muslimah yang akan berhijab menjadi ragu untuk berhijab bahkan yang sudah berhijab pun dapat mengikuti jejak artis ini untuk melepas hijabnya. 

Beberapa alim agama pun angkat bicara prihal pernyataannya yang mengakatan bahwa “kalau hidupmu sudah sebaik ini tanpa agama, lalau kenapa kamu ingin mencari Tuhan dan ingin memiliki agama?”. Pernyataan ini sungguh mencerminkan bahwa Umat Islam saat ini sudah kehilangan keteguhan akidah. Sangat miris memang, ini hanya pernyataan yang keluar dari seorang muslim, masih banyak lagi muslim-muslim lain yang memiliki pemikiran yang sama namun tidak pernah terungkap. Pemikiran yang dapat merusak akidah ini menjadi buah bibir, karena yang menyatakannya seorang publik figur. 
    
Jepang merupakan Negara yang maju di bidang teknologi, tak heran jika produk elektronik mereka menjadi rujukan dunia karena barangnya yang inovatif disertai kualitas yang bersaing dengan produk elektronik keluaran Negara Eropa. Masyarakatnya sangat dikenal dengan masyarakat pekerja keras. Keseharian mereka, dihabiskan untuk bekerja tanpa ada waktu bermalas-malasan. Kebiasaan mereka menjaga lingkungan agar tetap lestari dan bersih dari sampah, semakin meneguhkan bahwasanya Jepang memang pantas menjadi negara yang diidolakan masyarakat dunia. 

Namun di balik itu semua, tersirat tinta hitam yang perlu diwaspadai oleh kita semua khususnya Umat Islam. Dilansir oleh sebuah media online bahwasannya angka kematian di Jepang akibat bunuh diri setiap tahunnya semakin meningkat. Rasa gagal dalam dunia kerjamerupakan angka tertinggi penyebab bunuh diri. 

Meningkatnya daya kerja khususnya bagi para wanita, membuat kebanyakan wanita Jepang enggan menikah dan memiliki keterunan. Mereka berpikir dengan berumah tangga apalagi sampai memiliki keturunan dapat menghambat kinerja keseharian mereka. Dampaknya, saat ini Jepang terancam depopulasi. Lantas apalah gunanya kemajuan teknologi tanpa adanya manusia?
    
Perlu diakui, memang saat ini dunia Islam telah mengalami kemunduran di segala bidang. Kemunduran ini disebabkan oleh lemahnya Umat Islam dalam memegang aqidah mereka sehingga berdampak pada lemahnya pula keimanan mereka dalam memegang teguh syariat Islam. Ulama mengatakan “Mundurnya Umat Islam karena meninggalkan agamanya, majunya kafir karena meningglakan agama mereka”. 

Allah Swt menurunkan Islam beserta aturannya agar umat tidak kehilangan arah dalam menjalani hidup. Kemajuan yang mereka capai bukan sekedar kemajuan di bidang materi semata namun kemajuan dalam segala hal termasuk akidah, ibadah dan muamalah. Wajar kiranya jika selama 1300 tahun Islam dapat memimpin dunia. Di kala itu, lahir ilmuan-ilmuan yang karyanya terpakai hingga saat ini seperti Ibnu Sina, pendidikan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, keamanan terjamin hingga tercatat selama ribuan tahun Negara Islam tegak hanya sekitar 200 kejahatan yang terjadi, nyawa muslim terlindungi, izzah Islam pun terjaga tidak ada satu Negara pun yang berani melakukan pembantaian seperti yang terjadi saat ini di Rohingnya, Palestina, Suriah, dan lain sebagainya. 

Syariat Islam rahmat bagi seluruh alam, maka marilah kita bersegera dalam menerapkan Syariat Islam dengan memperkuat aqidah kita agar tidak silau dengan kemajuan selain dari Islam. 

Pipih, tinggal di Bandung

0 Komentar