Islamphobia Memendam Identitas Muslim

28 November 01:47 | Dilihat : 254
 Islamphobia Memendam Identitas Muslim Islamophobia

Jika kita melirik sejarah umat Islam di masa kejayaan Islam, tentu kita merasa sangat bangga dengannya. Melihat negeri kaum muslim menjadi satu-satunya mercusuar dunia saat itu, masyarakatnya pun merupakan kaum terpandang di muka bumi. Namun berbeda dengan kondisi Islam dan kaum muslim saat ini. 

Keadaanya berbalik pasca runtuhnya Kekhilafahan Utsmaniyah, kaum muslim terpecah belah tak karuan bak anak kehilangan induknya, terombang-ambing dalam hegemoni Kapitalisme. Kaum Muslim kini kehilangan identitasnya yang telah Allah sematkan yaitu sebagai kaum terbaik. Bahkan kini sebagian diantaranya merupakan kaum munafik pembela kedholiman.

Di negeri dengan populasi muslim terbesar didunia juga tidak berarti apa-apa jika penganutnya jauh dari ajaran Islam. Lebih parah lagi, sebagian malah menentang dan menjadi agen-agen Islamphobia. 

Belum lama ini terdapat peristiwa pembakaran Kantor Mapolres Dahrmasraya oleh dua orang tak dikenal. Namun dalam sebuah wawancara, seorang pimpinan aparat menyimpulkan bahwa pelaku pembakaran masuk dalam jaringan teroris lantaran pelaku meneriakkan takbir dan menemukan surat seruan jihad. (Republika.co.id)

Takbir (Allahu Akbar, red) yang dalam bahasa Indonesia “Allah Maha Besar” dan bermakna sebuah pujian terhadap Sang Pencipta. Bahkan setiap khalifah selalu meneriakkan takbir saat akan membebaskan suatu negeri, atau sebagai tanda persatuan kaum muslim saat akan melawan kedholiman. Dan banyak sekali peristiwa pem-bom-an di berbagai tempat lalu yang kemudian dikait-kaitkan dengan ajaran/aksesoris Islam walaupun tidak secara langsung.

Ya, memanfaatkan media memang merupakan cara ampuh mengopinikan Islamphobia di tengah-tengah umat. Tentu saja agar umat Islam jauh dari pemikiran Islam, dan agar kaum muslim terpuruk seperti saat ini. Sebab kaum muslim akan bangkit jika Islam telah menjadi pedoman hidup oleh setiap individu dan diemban oleh negara. Karna dengan diterapkan dalam negara inilah yang akan menjamin peraturan Islam diterapkan secara keseluruhan dalam aktivitas kehidupan.

Lalu apa yang dilakukan jika kondisi saat ini belum ada negeri yang menerapkan Islam secara keseluruhan? Adalah dengan ikut andil dalam berdakwah guna mengembalikan kehidupan Islam yang kita dambakan. Wallahu a’lam bisshawab.

Lavia Sri Dayanti
Tinggal di Cilacap

0 Komentar