Standar Ganda Opini Terorisme

11 Oktober 01:39 | Dilihat : 738
Standar Ganda Opini Terorisme Stephen Paddock

Publik kembali dikagetkan dengan penembakan brutal di Las Vegas AS, Rabu 1 Oktober 2017 sekitar pukul 22.08 ketika berlangsung konser festival music country. Kejadian ini cukup mengerikan karena telah menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 500 orang hanya dalam waktu 11 menit. Pelaku Stephen Paddock melakukannya dengan perencanaan matang dari hotel Mandaya Bay dan menjadi viral pemberitaannya di media sosial.

Ada satu hal yang menarik perhatian publik berkaitan dengan kejadian ini. Jauhnya opini dan cap teroris untuk pelaku, bahkan tak disinggung apa agamanya dan pelaku tidak disebut sebagai teroris. Opini hanya berkisar sebutan psikopat, stress atau gila. Hanya itu saja opini yang beredar. Minimnya opini sekedar kecaman pada aksi terorisme penembakan, tidak manusiawi dan pelaku aman dari sebutan teroris. Kenapa? Karena pelakunya bukan muslim?!

Perlakuan ini berbeda sekali jika pelakunya adalah seorang muslim, berjenggot atau berpakaian ala Timur Tengah. Kasus demi kasus terorisme di Indonesia misalnya, terduga saja sudah diopinikan teroris sedemikian rupa. Digoreng beritanya dan diulang-ulang seolah menjadi pembenaran untuk melakukan persekusi bahkan hingga menghilangkan nyawa.

Tercatat sudah terjadi sekitar 120-an orang yang tewas dalam operasi di luar pengadilan oleh tindakan Densus 88. Sayangnya pihak Densus tidak terbuka dalam masalah data. Tidak ada pembersihan nama baik ataupun permintaan maaf pada keluarga korban, yang ada hanya menyisakan dendam dan kebencian. 

Cap buruk teroris saat ini terkesan hanya ditujukan pada pihak tertentu saja. Semenjak George W. bush mengenalkan istilah terorisme pascatragedi 911 negeri-negeri Islam di dunia seolah mengamini dan menjadi barisan penguat kekuatan hegemoni Barat. Beragam perlakuan dan tindak penanganan terorisme yang tak manusiawi dan terkesan semaunya menjadi pembenaran melakukan persekusi bahkan membunuh terduga akan terkalahkan dosanya dengan opini yang diulang-ulang akan heroiknya aparat penumpas terorisme. Berlepas dari benar salahnya korban.

Dari sini kita bisa melihat, arah opini terorisme merupakan salah satu bagian dari bentuk perang peradaban dalam hal pertarungan pemikiran. Meskipun eksistensi Islam hari ini hanya terepresentasi pada diri-diri umat Islam akan tetapi Barat memiliki ketakutan luar biasa akan munculnya kekuatan besar umat Islam. 

Barat memberikan perlawanan dalam perang peradaban ini juga dengan pertarungan ekonomi. Imperialisme dengan penguasaan bahan mentah dimanapun dan dengan jalan apapun, menggantikan emas dengan dolar sebagai mata uang dunia, pasar barang konsumtif bertumpu pada negara berkembang dan menenggelamkannya dalam hutang ribawi, menyulut perang regional hingga akhirnya memaksa membeli senjata dan peralatan milter Barat dll merupakan bukti nyata Barat melakukan benturan peradaban mereka di negeri berkembang yang identic dengan negeri muslim.

Barat pun menciptakan kegaduhan politik (pertarungan politik) dalam membangun hegemoninya saat ini dengan mendirikan negara Yahudi Israel di Palestina, mmecah belah kekuatan persatua umat Islam dan mengkotak-kotakkannya atas nama nasionalisme. Memerangi gerakan Islam yang secara serius berjuang menerapkan hukum Allah, mengandalkan PBB sebagai kekuatan melakukan inervensi dalam urusan-urusan negara lemah.

Sekedar menciptakan opini terorisme yang ditujukan bagi umat islam hal ini hanya sebagian dari strategi pembenturan antar peradaban yang Barat ciptakan. Wajar jika ketidakadilan opini, kesenjangan penanganan kasus jika pelakunya muslim dan bukan akan sangat kentara perbedaannya. Inilah hasil peradaban yang mendasari dari kepentingan materil semata. Berjalanya megaproyek dan penanganan masalah hanya terstandar pada berapa keuntungan yang diraup secara materil. Barat menciptakan keterasingan ideologi dari kebenaran.

Tak aneh kan jika real kasus terorisme akan berubah menjadi kriminalitas biasa jika pelakunya non muslim. 

Dewi Ummu Syahidah    
Kordinator Muslimah Komunitas Gaul Sehat Cilacap

0 Komentar