Wapadai Bahaya Laten PKI

20 September 21:56 | Dilihat : 783
 Wapadai Bahaya Laten PKI Ilustrasi

Seminar PKI yang diselenggarakan di YLBHI beberapa waktu lalu ,menambah bukti bahwa ada pihak-pihak yang hendak membangkitkan kembali ideologi sesat itu. Setelah sebelumnya bermunculan simbol-simbol komunis dan eksistensi benih-benih keturunan PKI sampai kedatangan pimpinan partai komunis dari Vietnam ke Indonesia.
         
Ironis, ideologi yang sudah tumbang karena ketidak sesuaiannya dengan fitrah manusia, tapi masih ada yang mengembannya. Padahal jelas ideologi ini bertentangan dengan Islam yang menjadi agama mayoritas di negeri ini, bahkan kita semua telah memahami Allah Swt menciptakan manusia disertai berbagai naluri, diantaranya naluri beragama (gharizah tadayyun). Karena itu manusia akan merasa tenang ketika melaksanakan ibadah karena tuntutan gharizah tadayyun-nya telah terpenuhi. Akal manusia pun dapat membuktikan bahwa Al-Khaliq itu keberadaannya mutlak dan bersifat Azali (tidak berawal dan tidak berakhir). Berdasarkan itu, penyembahan dan pengabdian hanya boleh dan layak dilakukan kepada Allah semata dan tidak boleh dilakukan kepada selain diri-Nya.

Makna syahadat La Ilaha illaLLah juga mencakup ibadah dan pengabdian kepada Allah Swt dengan selalu terikat hanya pada syariah-Nya, Allah tidak membolehkan seorang muslim terikat dengan aturan apapun yang bertentangan dengan syariah-Nya. Syariah itu pun mengatur segala aspek kehidupan manusia baik dalam konteks individu, masyarakat dan negara.
          
Sangat jelas pertentangan antara ideologi komunis dengan Islam, karena Islam yang memuaskan akal, menentramkan jiwa dan sesuai dengan fitrah manusia. Apalagi ketika syariah Islam diterapkan di muka bumi maka akan terasa Islam rahmatan lil alamin, seperti yang pernah dilakukan Rasulullah Saw, Khulafaur Rasyidin dan para khalifah terdahulu. Tidak hanya kaum muslim saja yang merasakan kesejahteraan namun juga non-muslim yang tunduk pada syariah Allah. 

Euis Purnama Sari
Tinggal di Kabupaten Bandung, Jabar

0 Komentar