Solusi Rohingya dan Urgensi Persatuan Umat

06 September 06:45 | Dilihat : 1020
Solusi Rohingya dan Urgensi Persatuan Umat Umat Islam Rohingya eksodus ke Bangladesh. [foto: thedailybeast.com]

Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan beredarnya video dan foto-foto saudara-saudara kita kaum muslim Rohingya. Konflik yang sudah berlangsung sejak 2012 itu sudah menewaskan ribuan muslim Rohingya, termasuk kaum wanita dan anak-anak. Dan tragedi kebrutalan militer Myanmar terhadap etnis muslim di Rohingnya terjadi lagi. Terhitung sejak 26 agustus 2017 keadaan rohingya semakin memanas. Ini diakibatkan serangan militer Myanmar terhadap gerilyawan rohingya. Akibat dari serangan ini anak anak dan wanita ikut menjadi korban bahkan ribuan warga muslim rohingya yang menetap disana harus mengungsi ke beberapa Negara tetangga seperti bangladesh. Namun nasib ibarat jatuh tertimpa tangga pula.  Penjaga perbatasan Bangladesh enggan menerima etnis muslim Rohingya dan meminta mereka agar kembali ke Myanmar.  

Kondisi seperti ini masih saja terus terjadi hingga sekarang.  Bahkan bukan hanya Bangladesh saja yang seakan menutup mata dan menutup telinga terhadap nasib saudara seiman kita. Negeri-negeri muslim lainnya pun sama Indonesia, Malaysia, dan Thailand tetangga terdekatnya,  mereka hanya mau menampung mereka di camp-camp pengungsiaan sementara. Membantu mereka dengan sebatas memberi obat-obatan dan makanan. Itupun jika mereka beruntung berhasil selamat keluar dari Myanmar dan tidak menjadi korban trafficking.

Nasionalisme memutus rasa persaudaraan kaum muslim.

Krisis Rohingya sudah sangat memprihatinkan sudah bertahun-tahun tanpa solusi yang mendasar dari dunia Islam. Konsep negara bangsa telah membuat negeri-negeri muslim tersekat-sekat dan selalu mengutamakan egonya (kepentingan nasional) yang seakan-akan lebih tinggi diatas kepentingan kemanusiaan ataupun agama.

Benarkah nasionalisme adalah paham yang manusiawi? Saudara muslim yang hanya karena beda kewarganegaraan dan berbeda bangsa bisa saja dihinakan apalagi manusia pada umumnya yang berbeda ras, suku, dan agama. Dengan dalih bukan urusan negaranya, penguasa muslim tega membiarkan kaum muslim Rohingya terombang-ambing ditengah lautan lepas dengan kapal yang overload. Mereka diusir dibiarkan mati ditengah lautan. Kalaulah mereka ditolong itu hanya sebatas ditampung sementara kemudian dikembalikan lagi ke Myanmar. Negeri-negeri muslim seakan tak berdaya menghadapi rezim budhist bengis Myanmar. Para penguasa hanya memberikan kecaman dan kutukan tanpa disertai tindakan nyata untuk memberikan pelajaran kepada Myanmar. Krisis yang terjadi di Rohingya bukanlah karena bencana alam yang cukup dibantu dengan makanan, medis dan doa. Meskipun hal itu tetap dilakukan sebagai solusi jangka pendek.

Yang terjadi disana adalah pembantaian sebab tidak diakui kewarganegaraannya berbeda suku dan agama, mereka diperlakukan tidak manusiawi yang hewanpun tidak akan sanggup melakukannya. Hanya dalam hitungan hari ribuan nyawa melayang. Semua itu butuh solusi mendasar yaitu menghentikan kebiadaban rezim Myanmar. Pertanyaannya siapa yag mampu menhentikannya? Apakah rakyat ataukah penguasa?

Persatuan Islam solusi untuk Rohingya

Krisis Rohingya disebabkan oleh bengisnya rezim budha Myanmar, maka penyelesaiannya membutuhkan kekuatan negara pula. Dan hanya bisa dilakukan dengan mewujudkan persatuan Islam yang berdasarkan ikatan ukhuwah yang tidak memandang sekat-sekat nasionalisme, suku, ras dan bangsa. Ikatan ukhuwah yang akan membela kaum muslim dimanapun berada. Sebab umat Islam bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh sakit maka seluruh tubuh akan merasakan sakitnya dan akan berusaha untuk mengobatinya.

Maka hal-hal yang harus segera dilakukan adalah dengan menghilangkan sekat nasionalisme, menerima para pengungsi muslim Rohingya. Membuat misi penyelamtan untuk mereka yang masih terjebak di daerah konflik dan yang terkatung-katung ditengah lautan. Melindungi dan mengurus mereka. Dan yang terpenting adalah melakukan tekanan-tekanan politik pada rezim Myanmar agar menghentikan kedzaliman dan kebrutalan mereka pada muslim Rohingya.

Jika hal ini tidak diindahkan maka mobilisasi kekuatan militer harus dilakukan untuk menjaga kehormatan Islam dan kaum muslimin. Dari sinilah urgensi persatuan umat Islam berdasarka ukhuwah Islamiyah dan itu hanya bisa diwujudkan manakala kaum muslim hidup didalam sebuah negara yang semua rakyatnya memiki pemikiran, perasaan dan peraturan yang sama yaitu Islam.

Lisa Budiarti
Aktifis dakwah tinggal di Cilacap.

0 Komentar