Isu Terorisme Sudutkan Islam

04 Juli 15:39 | Dilihat : 1077
Isu Terorisme Sudutkan Islam Ilustrasi

Saat ini gejala Islamphobia banyak terjadi di negara-negara demokrasi seperti AS, Eropa, bahkan sudah menjalar sampai Indonesia meskipun tercatat menjadi negara dengan jumlah penganut Islam tebesar di dunia. Islamphobia muncul setelah tragedi serangan Gedung WTC tahun 2001, lalu Bom Bali I dan Bom Bali II, sampai tragedi akhir-akhir ini terjadi di Jakarta yang turut menewaskan anggota kepolisian. 

Sayangnya pelaku yang ditangkap disinyalir seorang/sekelompok muslim, dan media malah mengkaitkan dengan keislamannya seperti pria berjenggot, wanita berjubah hitam bercadar, dekat dengan Qur'an, rajin ke tempat kajian Islam, dll. Opini-opini seperti ini yang akhirnya membentuk mindset bahwa Islam adalah teroris. 

Kemudian yang terjadi belakangan ini adalah media yang sering sekali mangangkat isu terorisme, radikalisme, intoleransi, dll, sedangkan yang terjadi di tengah masyarakat tidak sedemikian "hebohnya". Akibatnya banyak masyarakat yang menelan mentah-mentah berita tersebut dan menimbulkan ketakutan bahkan pada kaum muslim itu sendiri. 

Maka tidak heran banyak orang tua sekarang yang menyarankan agar anaknya tidak mempelajari Islam secara mendalam, masyarakat juga mencurigai kegiatan-kegiatan islami di dalam masjid, dsb.

Adapun pelaku terorisme bisa jadi bukan semuanya adalah muslim, bisa jadi dia agen dari pihak yang memusuhi Islam. Karena Islam tak pernah menghalalkan darah tercecer dari orang yang tidak bersalah. Bahkan Rasulullah Saw mengatakan jika ada yang membunuh non muslim (tanpa sebab) maka sama halnya ia membunuh Rasulullah Saw juga. Jikapun pelaku benar seorang muslim bisa dikatakan dia belum paham dengan metode yang dibawa Rasulullah Saw. Pasalnya Rasulullah dalam menyebarkan Islam sebagai solusi dari permasalahan adalah melalui pemikiran/pemahaman bukan dengan menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Ingat dulu ketika Rasulullah berdakwah sering kali dicaci maki, diludahi, dilempari kotoran, diancam akan dibunuh, sampai benar-benar "diburu" nyawanya, ia tidak melakukan pembalasan terhadap kaum yang membencinya. Sebaliknya ia terus berdakwah dengan kesabaran luar biasa, sampai akhirnya Daulah Islam pertama kali tegak di Madinah dan Syariatnya bisa ditegakkan 13 abad lamanya. 

Dari kanjeng Nabi Saw, para sahabiyah, dan penerusnya kita bisa melihat bahwa Islam bukanlah ajaran kebencian dan kekerasan melainkan peraturan kehidupan yang amat indah sebagai solusi atas semua permasalahan kehidupan. 

Wallahu a’lam bis shawab

Lavia Sri Dayanti, tinggal di Cilacap

1 Komentar