Tepatkah Penghapusan Pendidikan Agama di Sekolah?

16 Juni 04:36 | Dilihat : 616
Tepatkah Penghapusan Pendidikan Agama di Sekolah? Ilustrasi

Mendikbud mengeluarkan wacana penghapusan pendidikan agama di sekolah dan nilai agama akan diambil dari pendidikan di luar sekolah seperti Madrasah diniyah, masjid, pura atau gereja. Wacana ini menindaklanjuti program sekolah yang rencananya hanya akan berlangsung lima hari. Penghapusan pendidikan agama di sekolah ini apakah tepat? 

Saya rasa di kondisi sekarang dimana krisis moral melanda remaja-remaja seharusnya pendidikan agama lah yang perlu ditambah porsinya, bukannya dihilangkan dan diganti di luar sekolah. Beginilah sekulerisme itu melanda dunia pendidikan ketika pelajaran yang dianggap tidak terlalu penting bagi karir siswa kedepannya akhirnya malah didiskreditkan. Belum ada kesadaran betapa pentingnya pendidikan agama. Pendidikan agama cukup hanya dilaksanakan di luar sekolah saja. 

Padahal pendidikan agama sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian dan karakter siswa. Terutama bagi seorang muslim, yang output pendidikan dalam Islam adalah membentuk syakhsiyah atau kepribadian Islam dan menjadikannya taat kepada Allah.

 Jadi tidak heran melihat tingkah anak-anak dan remaja sekarang yang makin tidak terkontrol. Pergaulan bebas lah, etika yang buruk lah. Sama sekali jauh dari karakter seorang muslim. Semua itu juga dipengaruhi minimnya pendidikan agama dalam diri mereka. 

Menurut saya, pendidikan agama terutama agama Islam wajib diajarkan bagi siswa. Paling utamanya bagi anak-anak dan remaja yang dimana pada usia mereka adalah saat-saat pengembangan kepribadian dan karakter. Jika siswa mendapatkan pembentukan kepribadian dan karakter lewat ilmu agama tentulah kerusakan moral pada generasi muda tidak akan separah saat ini. 

Safira M. Shalihah
Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya 
Universitas Brawijaya, Malang. 

1 Komentar