#Kriminalisasi Habib Rizieq

Ramadhan dan Kriminalisasi Ulama

07 Juni 05:55 | Dilihat : 1393
Ramadhan dan Kriminalisasi Ulama Ilustrasi: Tokoh-tokoh Forum Umat Islam (FUI)

Sayang seribu sayang, Ramadhan kali ini kita lewati dengan berbagai peristiwa buruk menimpa para ulama dan kaum muslim pada umumnya. Rentetan kasus yang “dijeratkan" kepada ulama dan ormas Islam ini sebenarnya mulai muncul dari beberapa bulan yang lalu. Mulai dari penangkapan para ulama satu per satu dengan berbagai tudingan, hingga tuduhan persekusi yang dilayangkan kepada salah satu ormas Islam. 

Hal ini tentu menimbulkan perpecahan di tengah umat, karena ada sebagian yang pro dan ada sebagian yang kontra yang akan menambah masalah baru kedepannya. Apalagi dalam dunia maya, muncul banyak sekali komentar pedas para netizen menanggapi kasus yang menimpa ulama (seringnya Habib Rizieq). Salah satunya kasus seorang dokter di Sumatera Barat, Fiera Lovita yang mengaku mendapat ancaman setelah mengunggah status di laman facebooknya tentang keheranannya terhadap sikap Habib Rizieq Syihab dalam kasus dugaan pelangaran UU Pornografi. Ia mengatakan mendapat ancaman dari pihak (mengaku dari FPI) yang merasa tersinggung dengan status di laman medsosnya. Sekarang ini Fiera Lovita sudah meminta perlindungan dari pihak kepolisian setempat. Walhasil dari pihak kepolisisan menganggap kasus semacam ini dikategorikan sebagai tindakan persekusi.

Menyoal persekusi, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Tindakan seperti ini akan bertambah banyak jika pemerintah masih saja membiarkan penghinaan terhadap ulama terus mengalir. Dan kasus ini merupakan reaksi ketidakterimaan FPI terhadap komentar pedas yang ditujukan pada pimpinannya (Habib Rizieq) dari kasus yang masih dipertanyakan kebenarannya. 

Penegakan hukum hari ini terkesan masih tebang pilih, terlihat pada sikap pemerintah yang sigap menangkap admin akun instagram @muslim_cyber1 yang diduga menebar kebencian  dengan bernuansa SARA akan tetapi lamban dengan kasus penghinaan terhadap ulama. 

Menyangkan sekali ketika tuduhan persekusi hanya ditujukan pada pihak bereaksi atas penghinaan bukan pada pihak yang membubarkan acara pengajian secara brutal. Sikap yang seperti ini yang memicu konflik horizontal di tengah masyarakat. Seharusnya negara bertintak tegas dan bijak atas keresahan yang terjadi di tengah masyarakat. Negara juga harus menjadi garda terdepan dalam pembelaan terhadap agama dan melindungi kehormatan ulama bukan malah mengriminalisasi.

Lavia Sri Dayanti, tinggal di Cilacap

0 Komentar