Mengapa Kegiatan Positif Dibubarkan?

13 Mei 05:17 | Dilihat : 1310
Mengapa Kegiatan Positif Dibubarkan? Ilustrasi: Pembubaran pengajian Ustaz Khalid Basalamah di Sidoarjo, Jawa Timur.

Aneh rasanya bila ada kegiatan positif apalagi keagamaan dibubarkan begitu saja. Ya masih teringat dan ramai akhir akhir ini terjadi pembubaran tiba tiba oleh sekelompok  orang terhadap pengajian. Padahal sejatinya pengajian adalah kegiatan positif tempat kita mencari ilmu agama.

Seperti yang terjadi pada pengajian Ust. Khalid Basalamah (4/3) di Sidoarjo, yang membahas tentang "manajemen rumah tangga", dengan alasan pengajian tersebut menimbulkan kebencian dan provokatif, puluhan pemuda dari kelompok tertentu membubarkan secara paksa. Begitu juga yang terjadi pada pengajian Ust. Felix Siauw di Malang (13/4), pengajian bertajuk " Cinta Mulia" itu dibubarkan dengan alasan belum mengantongi izin. Sama seperti pengajian Ust. Khalid, pengajian Ust. Felix pun dibubarkan oleh  sekelompok pemuda dari kelompok yang sama.

Selain alasan tidak mengantongi izin, alasan lain adalah karena Ust. Felix sering menyuarakan berdirinya khilafah yang mereka anggap akan mengganggu Pancasila.

Jika karena alasan pengajian tersebut tidak mengantongi izin, dalam UU No. 9 tahun 1998 pasal 10 bahwa izin kepada pihak kepolisian tidak berlaku bagi kegiatan ilmiah di kampus dan kegiatan keagamaan. Mengenai hal ini tentu aparat lebih tahu. Jadi siapa yang menyalahi aturan?

Jika karena alasan isi dari pembahasan pengajian, seperti diketahui pengajian bertajuk cinta mulia membahas seputar pergaulan remaja dalam Islam. Lalu apa yang salah? Apa kaitannya dengan mengganggu Pancasila?

Justru dari kejadian ini kita sadar betul, pihak mana yang sebetulnya mengganggu keutuhan Pancasila dengan memecah belah umat Islam melalui kejadian-kejadian seperti ini. Seharusnya pemerintah bersyukur banyak kegiatan positif yang dilakukan anak-anak muda. Jika ingin membubarkan, mengapa bukan kegiatan-kegiatan negatif saja yang dibubarkan?

Sarah Nur Fajri
Tinggal di Tanjungsari, Kab. Sumedang, Jawa Barat.

1 Komentar